Daftar Saham di BEI yang Meroket Usai Harga Emas Dunia Tembus 5.000 Dolar
Ilustrasi pembuatan emas (jresources.com)
12:22
26 Januari 2026

Daftar Saham di BEI yang Meroket Usai Harga Emas Dunia Tembus 5.000 Dolar

Baca 10 detik
  • Pasar modal Indonesia mengalami aksi beli masif pada sektor pertambangan logam mulia pada Senin, 26 Januari 2026.
  • Kenaikan saham emiten emas dipicu rekor harga emas dunia yang melampaui US$ 5.000 per troy ons.
  • Dampak kenaikan global menyebabkan harga emas fisik Antam di dalam negeri naik menjadi Rp 2,917 juta per gram.

Pasar modal Indonesia diramaikan oleh aksi beli masif pada sektor pertambangan logam mulia pada sesi I perdagangan, Senin (26/1/2026).

Sejumlah saham emiten emas mencatatkan kenaikan signifikan, menyusul pecahnya rekor sejarah harga emas dunia yang berhasil melampaui level psikologis US$ 5.000 per troy ons pada pagi ini.

Berdasarkan data pasar dari Stockbit, euforia investor terlihat jelas pada beberapa emiten unggulan yang mencatatkan pertumbuhan dua digit hanya dalam waktu setengah hari perdagangan.

Daftar Saham Emas yang Melambung Tinggi

Kenaikan harga komoditas global menjadi angin segar bagi performa saham-saham berikut, berdasarkan pantauan via Stockbit pukul 11.00 WIB.

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS): Menjadi pemimpin penguatan dengan lonjakan drastis sebesar 16%, membawa harga sahamnya ke level Rp 7.200.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Emiten pelat merah ini melejit 13,52% dan parkir di posisi Rp 4.870 per lembar saham.

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Saham ini melambung di harga Rp 1.320.

PT Archi Indonesia Tbk (ARCI): Turut menanjak 5,43% ke level Rp 2.040.

Pemicu utama reli saham dalam negeri adalah pergerakan harga emas di pasar spot dunia yang terus mendaki hingga menyentuh angka US$ 5.087 per troy ons. Lompatan harga ini merupakan kelanjutan dari tren bullish masif yang terjadi sejak tahun lalu.

Ketidakpastian geopolitik menjadi faktor dominan yang memaksa investor mengalihkan aset mereka ke instrumen safe-haven.

Salah satu isu yang paling menyita perhatian pasar saat ini adalah memanasnya gesekan diplomatik antara Amerika Serikat dan NATO terkait sengketa wilayah Greenland.

Kondisi ini memperburuk sentimen risiko global, sehingga emas menjadi pilihan utama untuk melindungi nilai aset.

Pada perdagangan hari ini, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari juga terpantau menguat di level US$ 5.024,60 per ons, menandakan ekspektasi pasar akan harga yang masih tetap tinggi dalam jangka menengah.

Dampak ke Pasar Lokal: Emas Antam dan Pegadaian Ikut Naik

Lonjakan harga di pasar global langsung berdampak pada harga emas fisik di dalam negeri. Tercatat, harga emas batangan produksi Antam mengalami kenaikan sebesar Rp 30.000, sehingga kini dibanderol di angka Rp 2,917 juta per gram.

Kondisi serupa juga terlihat pada produk emas lainnya di pasar domestik. Harga emas cetakan Galeri 24 yang dipasarkan di Pegadaian serta emas UBS kompak menunjukkan tren serupa, mengikuti jejak kenaikan harga emas dunia yang kian tak terbendung.


DISCLAIMER: Pergerakan harga saham dan komoditas emas memiliki volatilitas yang tinggi dan dipengaruhi oleh sentimen geopolitik global yang dinamis. Kenaikan harga emas dunia dan saham emiten terkait di masa lalu tidak menjamin hasil yang sama di waktu mendatang. Artikel ini disusun untuk tujuan informasi berita dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual instrumen keuangan tertentu.

Editor: M Nurhadi

Tag:  #daftar #saham #yang #meroket #usai #harga #emas #dunia #tembus #5000 #dolar

KOMENTAR