Setelah Cek Kesehatan Gratis, Pemerintah Gulirkan Pengobatan Gratis Tahun Ini
Kegiatan cek kesehatan gratis bagi warga dan klien pemasyarakatan di Bapas Jakarta Barat, Rabu (29/10/2025)(Kompas.com/Ridho Danu Prasetyo )
06:46
26 Januari 2026

Setelah Cek Kesehatan Gratis, Pemerintah Gulirkan Pengobatan Gratis Tahun Ini

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memperluas Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan menambahkan layanan pengobatan atau penanganan medis gratis sebagai tindak lanjut hasil pemeriksaan CKG.

Program CKG sendiri merupakan tahap awal skrining kesehatan untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa cakupan target CKG tahun ini hampir dua kali lipat dibandingkan capaian tahun 2025 yang menjangkau sekitar 70 juta orang.

"Target kami naik dari 70 juta menjadi sekitar 136 juta orang. Jadi dari 70 juta mau kami naikkan ke 136 juta," kata Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

CKG merupakan bagian dari mandat Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) poin ketiga.

Menurut Budi, fokus utama program ini bukan semata-mata menyembuhkan orang sakit, tetapi menjaga masyarakat tetap sehat.

"Yang ditekankan adalah memastikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh usia, itu ditugaskan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto ke Kementerian Kesehatan dalam bahasa yang sederhana itu, menyehatkan masyarakat Indonesia," kata dia.

Satu tahun CKG

Selama satu tahun program CKG berjalan, Kemenkes mencatat sebanyak 70 juta masyarakat Indonesia di 10.225 puskesmas di 38 provinsi telah memeriksakan kesehatannya.

"Kami sudah periksa 70 juta masyarakat Indonesia di 38 provinsi. Dari keseluruhan puskesmas 10.300, ini 10.225 sudah menyelenggarakan," kata Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Hasil CKG menunjukkan sebanyak 6 dari 100 bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR), 31 persen balita mengalami gigi berlubang, satu dari lima remaja memiliki tekanan darah di atas normal, satu dari tiga orang dewasa mengalami obesitas sentral, dan 51 persen lansia mengidap hipertensi.

"Mulai 2026, pasien hipertensi dan diabetes akan langsung mendapatkan obat di Puskesmas pada hari yang sama," ujar Maria.

Peluasan CKG

Kebijakan penanganan medis yang mulai dilakukan pada tahun ini diharapkan membuat skrining kesehatan tidak hanya berhenti pada deteksi dini, tetapi berlanjut pada upaya pencegahan masalah kesehatan sejak tahap awal.

Budi menyampaikan, pada tahun kedua pelaksanaan CKG, pemerintah ingin memastikan masyarakat yang telah menjalani pemeriksaan mendapatkan intervensi yang sesuai dengan kondisi kesehatannya.

"Tahun kedua ini, kita mau ada pencegahan dan penanganan. Yang saya ingin sampaikan, bukan hanya cek kesehatannya saja yang gratis, tapi pencegahan dan penanganannya pun gratis," ujar Budi.

Perluasan ini dilakukan agar program CKG bukan hanya untuk skrining sebanyak-banyaknya, melainkan memastikan masyarakat menjadi lebih sehat melalui upaya pencegahan dan penanganan dini.

Pemerintah menjamin pengobatan gratis selama 15 hari pertama bagi masyarakat yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan melalui CKG.

Bagaimana skema pengobatannya?

Penanganan lanjutan ini dilakukan melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional bagi peserta BPJS Kesehatan aktif, sedangkan yang belum terdaftar diarahkan untuk segera mengaktifkan kepesertaan.

Jika tidak memiliki keanggotaan BPJS, masyarakat harus membayar penanganan medis setelah 15 hari pertama.


"Itulah sebabnya saran saya, ayo cepat segera mengaktifkan BPJS masyarakat," ujar Budi.

Pada tahap awal, masyarakat dapat mengunjungi puskesmas terdekat untuk menjalani skrining medis gratis.

Setelah pemeriksaan, masyarakat akan menerima “rapor” kesehatan yang terbagi dalam tiga kategori warna, yakni merah, kuning, dan hijau.

Rapor merah menunjukkan kondisi tidak sehat, rapor kuning menandakan kondisi kurang sehat, sementara rapor hijau mencerminkan kondisi sehat.

Selanjutnya, penanganan kesehatan masyarakat akan disesuaikan dengan kategori rapor yang diterima.

"Ini pilot project-nya sudah jalan. Agar apa? Agar mereka kembali menjadi sehat. Agar mereka yang kurang sehat, atau rapornya kuning, dan yang tidak sehat—rapornya merah—kembali menjadi sehat," tutur Budi.

Tag:  #setelah #kesehatan #gratis #pemerintah #gulirkan #pengobatan #gratis #tahun

KOMENTAR