Pemakaian Parfum Dewasa pada Remaja Bisa Picu Gangguan Tiroid, Benarkah?
Ilustrasi parfum()
19:05
22 Mei 2026

Pemakaian Parfum Dewasa pada Remaja Bisa Picu Gangguan Tiroid, Benarkah?

- Penggunaan parfum dewasa di kalangan anak dan remaja kini menjadi sorotan.

Fenomena tersebut memunculkan kekhawatiran baru di kalangan orangtua, terutama terkait keamanan penggunaan parfum dewasa pada anak.

Salah satu isu yang banyak diperbincangkan adalah dugaan bahwa parfum dewasa dapat memicu gangguan hormon hingga memengaruhi fungsi tiroid.

Baca juga: Viral Anak Kecil dan Remaja Berburu Parfum, Usia Berapa Sebaiknya Mulai Pakai Parfum?

Kekhawatiran ini muncul karena sejumlah produk pewangi diketahui mengandung bahan kimia tertentu yang dikaitkan dengan gangguan sistem endokrin.

Benarkah pemakaian pafrum dewasa pada remaja bisa picu gangguan tiroid?

Wakil Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Banten, dr. Arifin Kurniawan Kashmir, SpA., M.Kes., CHt., FISQua mengatakan, penggunaan parfum sesekali tidak serta merta langsung memicu gangguan tiroid pada remaja.

“Sebenarnya belum ada bukti kuat kalau hanya menggunakan parfum di leher sesekali itu langsung menyebabkan penyakit pada anak yang berpengaruh pada tiroid,” kata dr. Arifin saat diwawancarai Kompas.com, Rabu (20/5/2026).

Meski demikian, ia menilai kekhawatiran terhadap kandungan tertentu dalam parfum tetap perlu diperhatikan, terutama bila produk digunakan dalam jangka panjang dan berlebihan.

Kandungan phthalates harus diwaspadai

Menurut dr. Arifin, beberapa penelitian memang menyoroti keberadaan phthalates dalam produk pewangi. Senyawa ini termasuk dalam kelompok endocrine disrupting chemicals atau EDCs yang diduga dapat memengaruhi sistem hormon tubuh.

“Ada jurnal yang menyatakan phthalates itu ada pada sebagian produk pewangi termasuk dalam kelompok yang dikatakan sebagai endocrine disrupting chemicals atau EDCs,” ujarnya.

EDCs merupakan zat kimia yang dapat mengganggu kerja hormon alami di dalam tubuh. Karena itu, bahan ini menjadi perhatian dalam berbagai penelitian kesehatan, termasuk pada anak dan remaja yang masih berada dalam masa pertumbuhan.

Baca juga: 4 Bahaya Pakai Parfum Dewasa pada Anak dan Remaja, Orangtua Harus Tahu

Dr. Arifin menjelaskan, sejumlah studi menemukan hubungan antara penggunaan produk perawatan tertentu dengan peningkatan kadar metabolit phthalates dalam tubuh.

“Studi pada anak menunjukkan bahwa penggunaan produk perawatan yang berkaitan dengan kadar metabolit phthalates yang replacement compounds itu ada dalam urine,” katanya.

Meski demikian, keberadaan zat tersebut tidak serta-merta berarti anak akan langsung mengalami gangguan kesehatan, jika hanya sesekali memakai parfum.

Risiko tidak terjadi secara instan

Lebih jauh, dr. Arifin menegaskan, efek terhadap fungsi hormon maupun tiroid tidak terjadi secara instan akibat satu kali penggunaan parfum.

Risiko lebih berkaitan dengan pola pemakaian jangka panjang, frekuensi penggunaan, dan tingginya paparan bahan tertentu.

“Beberapa studi juga mengaitkan paparan dari phthalates dalam perubahan parameter fungsi tiroid pada anak dan remaja,” ujarnya.

Namun, ia kembali menekankan, kondisi tersebut umumnya dikaitkan dengan paparan terus-menerus dalam konsentrasi tinggi.

“Hal ini terjadi kalau digunakan terus-menerus dengan konsentrat yang tinggi dan jangka panjang, bukan efek instan dari satu kali semprotan parfum,” jelas dr. Arifin.

Masyarakat juga perlu memahami bahwa kulit memiliki lapisan pelindung alami yang membantu membatasi masuknya zat dari luar tubuh.

“Pemakaian di leher tidak otomatis membuat bahan itu langsung masuk ke kelenjar tiroid, karena kita ketahui bahwa lapisan kulit itu ada lapisan pelindungnya,” lanjutnya.

Maka dari itu, penggunaan parfum sesekali pada area tertentu tidak dapat langsung disimpulkan sebagai penyebab gangguan tiroid pada anak.

Frekuensi dan area pemakaian perlu diperhatikan

Dr. Arifin menyebutkan, faktor yang lebih penting untuk diperhatikan adalah luas area kulit yang terpapar, frekuensi penggunaan, konsentrasi parfum, hingga jenis bahan yang digunakan dalam produk tersebut.

“Yang lebih relevan adalah seberapa luas area kulit yang terpapar, seberapa sering frekuensi pemakaiannya, seberapa tinggi konsentrasinya, lalu jenis dan bahan apakah yang digunakan,” katanya.

Baca juga: Rahasia di Balik Pembuatan Parfum Luxury, Satu Aroma Butuh Waktu hingga 3 Tahun

Ia menyarankan orangtua lebih bijak dalam mengenalkan parfum kepada anak dan tidak membiarkan penggunaannya dilakukan secara berlebihan setiap hari.

Selain itu, dr. Arifin juga mengingatkan agar parfum tidak disemprotkan langsung ke area kulit sensitif pada anak karena dapat meningkatkan risiko iritasi.

“Hindari pemakaian langsung ke kulit anak, terutama di area wajah, leher, lipatan, dan kulit-kulit yang sedang iritasi,” tuturnya.

Dokter mengingatkan orangtua memilih produk yang lebih ringan dan aman bila anak mulai tertarik menggunakan wewangian.

Penggunaan seperlunya, serta pengawasan orangtua dinilai menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko kesehatan pada anak dan remaja.

Tag:  #pemakaian #parfum #dewasa #pada #remaja #bisa #picu #gangguan #tiroid #benarkah

KOMENTAR