Bukan Sekadar Tren Sesaat, Grey Jadi Warna Personal Statement yang Timeless
Daniel Mananta dalam acara Grey Days 2026 di ARTOTEL Casa Hangtuah Jakarta Selatan(KOMPAS.com)
20:35
22 Mei 2026

Bukan Sekadar Tren Sesaat, Grey Jadi Warna Personal Statement yang Timeless

- Dalam dunia fashion dan gaya hidup yang bergerak cepat, warna grey atau abu-abu sering dianggap sebagai pilihan paling aman. Tidak terlalu mencolok, tidak terlalu berani, dan kerap diasosiasikan dengan sesuatu yang basic.

Namun di balik kesan sederhananya, grey justru menjadi salah satu warna yang paling timeless, personal, dan sulit ditiru karakternya.

Sementara bagi New Balance, grey bukan sekadar keputusan estetika di atas meja desainer. Ceritanya bermula pada era 1980-an, ketika dunia sneakers dipenuhi warna-warna neon yang mencuri perhatian. Alih-alih mengikuti arus, New Balance memilih arah berbeda, terinspirasi dari warna beton dan aspal yang lekat dengan kehidupan urban sehari-hari.

Baca juga: Grey Days, Momen Perayaan Koleksi Sepatu Abu-abu yang Ikonik

Dari situlah grey perlahan berkembang menjadi DNA brand. Ketika warna yang tampak sederhana dipadukan dengan craftsmanship tinggi, hasilnya justru terasa ikonis.

Senior General Manager Brand Marketing MAP Active, Martina Jarianda Mutis mengatakan, grey bukan warna yang berusaha menarik perhatian lewat cara berlebihan, melainkan warna yang dikenali karena karakternya yang konsisten dan tak lekang waktu.

“Sebenarnya bukan basic, tapi lebih ke arah something yang more personal, tapi juga tetap bisa bikin statement. Karena memang itu kan sudah ada di sekitar kita sehari-hari,” ujar perempuan yang akrab disapa Rinda ini.

“Kita want to stay authentic dan kita pengen equip temen-temen di sini untuk punya a better personal statement dengan New Balance,” lanjutnya.

Nyaman dan Percaya Diri dengan Grey

Sementara itu, bagi seorang Daniel Mananta, grey rupanya sudah menjadi bagian dari identitas dirinya sejak SMA, jauh sebelum ia mengenalnya sebagai pilihan gaya.

Daniel bercerita bahwa sejak SMA rambutnya sudah mulai beruban, hingga teman-temannya menjulukinya “Grey Hair.”

“Grey sudah menjadi bagian dari hidup gua sejak SMA. Grey itu menjadi identitas gua,” ungkapnya dalam acara New Balance Grey Days 2026 di ARTOTEL Casa Hangtuah, Jakarta, belum lama ini.

Begitu pun saat tampil di atas panggung, Daniel mengaku lebih menyukai busana dengan nuansa greyish, karena memberinya rasa nyaman.

“Kalau gua ada di atas panggung, gua sebenarnya suka banget pakai baju yang tone-nya itu very grey. Greyish, metalik misalnya. Karena it gives me quiet confidence,” tuturnya.

Menurutnya, grey adalah sebuah warna dengan posisi yang paling bebas, tidak hitam, tidak putih, tetapi berada di tengah keduanya.

“Kita enggak se-mainstream putih, kita enggak se-mainstream hitam, tapi kita confident dengan di tengah-tengah. Kayak semacam ambivert gitu. Gua bisa putih, gua bisa hitam, tapi gua grey. Dan ini fondasi gua,” jelas Daniel.

Hal itu seakan menegaskan, bahwa grey bukanlah pilihan karena seseoarng takut tampil berbeda, tapi grey justru menjadi pilihan bagi orang-orang yang tahu pasti siapa dirinya.

Baca juga: Baju Abu-Abu Paling Cocok dengan Celana Warna Apa? Ini 10 Pilihannya

Grey Days 2026, Merayakan Warna yang Hidup dalam Keseharian

Grey Days 2026 di ARTOTEL Casa Hangtuah Jakarta SelatanKOMPAS.com Grey Days 2026 di ARTOTEL Casa Hangtuah Jakarta SelatanMelalui tema “Find Your Grey”, Grey Days 2026 kembali mengajak publik melihat grey secara lebih personal. Perayaan tahunan yang hadir setiap Mei ini menghadirkan Grey House di ARTOTEL Casa Hangtuah, Jakarta, pada 18–31 Mei 2026.

Pengunjung dapat merasakan pengalaman bernuansa grey dalam berbagai bentuk, mulai dari takeover kamar hotel, Grey Breakfast experience, product showcase, hingga Grey 5K Community Run yang akan berlangsung pada 23 Mei 2026. Para tamu juga berkesempatan mencoba langsung koleksi sepatu lari untuk digunakan menjelajahi area sekitar.

Tahun ini, berbagai siluet ikonis dari New Balance turut dihadirkan, mulai dari 574, 2002, hingga lini performance seperti Rebel dan koleksi tenis.

Baca juga: Celana Abu-abu Cocok dengan Baju Warna Apa? Ini 10 Kombinasinya

 Seluruhnya membawa benang merah yang sama, yakni craftsmanship, durability, dan versatility yang relevan, serta lebih dari tren sesaat.

“Bagi New Balance, grey bukan sekadar tren sesaat, tetapi bagian dari identitas brand yang tumbuh dari keseharian dan gaya hidup urban,” kata Rinda.

Grey Days tahun ini bukan hanya tentang merayakan ikonik New Balance, tetapi juga tentang bagaimana grey dapat hidup secara berbeda pada setiap orang. Karena pada akhirnya, grey bukan hanya sekadar warna. Grey adalah sesuatu yang bergerak bersama keseharian.”

Dan mungkin itulah alasan grey tidak pernah benar-benar hilang dari lemari siapa pun. Karena ia tidak pernah berusaha terlalu keras untuk hadir, tapi grey selalu, secara natural, menjadi bagian dari gaya seseorang tak lekang waktu.

Tag:  #bukan #sekadar #tren #sesaat #grey #jadi #warna #personal #statement #yang #timeless

KOMENTAR