Cerita Aktivis Flotilla Italia yang Berhasil Pulang, Alami Pelecehan dan Kekerasan di Israel
Sekitar 15 aktivis Italia yang ikut serta dalam konvoi kapal yang berupaya mengirimkan bantuan ke Gaza kembali ke Roma pada Jumat (22/5/2026).(tangkapan layar tayangan Reuters)
13:36
23 Mei 2026

Cerita Aktivis Flotilla Italia yang Berhasil Pulang, Alami Pelecehan dan Kekerasan di Israel

- Sekitar 15 aktivis Italia yang ikut serta dalam armada Flotilla yang berupaya mengirimkan bantuan ke Gaza telah kembali ke Roma setelah dideportasi dari Israel, Jumat (22/5/2026).

Mereka tiba dengan tuduhan mengalami penganiayaan saat berada dalam tahanan Israel. Namun, pihak layanan penjara Israel membantah tuduhan tersebut.

Sebuah sumber hukum di Italia mengatakan jaksa di sana sedang menyelidiki kemungkinan kejahatan termasuk penculikan dan pelecehan seksual.

Baca juga: Pengakuan Aktivis Flotilla Gaza yang Ditangkap Israel, Ada yang sampai Patah Tulang

Salah satu aktivis, Antonella Bundu, mengatakan para aktivis diikat dan bahkan beberapa di antaranya disetrum.

“Ketika mereka menghentikan kami, mereka menyetrum beberapa dari kami, membawa kami ke kapal penjara. Seperti kamp konsentrasi, kamp konsentrasi terapung,” katanya dilansir Reuters, Jumat.

“Ada kawat berduri di mana-mana. Ada kontainer tempat kami harus tidur dan jelas kami diikat dengan tali,” lanjut Bundu.

Baca juga: Menteri Israel Ejek Aktivis Flotilla, Langsung Diserbu Kecaman


Beberapa aktivis mengalami pelecehan seksual

Aktivis lainnya mengaku selain mendapatkan perlakuan kasar, mereka juga mengalami pelecehan seksual.

“Kami ditelanjangi, dilempar ke tanah, ditendang. Mereka menggunakan alat setrum terhadap banyak dari kami,” ujar Luca Poggi.

“Beberapa dilecehkan secara seksual dan beberapa dari kami tak diberi kesempatan untuk bertemu pengacara,” sambungnya.

Hal senada disampaikan oleh aktivis Italia lainnya, Ilaria Del Mastro, yang menyebut adanya pelecehan seksual yang dilakukan oleh pihak Israel.

Baca juga: Aktivis Flotilla Gaza Dipaksa Israel Berlutut dengan Tangan Diikat, Menlu RI Buka Suara

“Mereka mengambil sepatu, kami berjalan tanpa alas kaki di tanah yang basah. Mereka membiarkan kami tetap basah dalam keadaan dingin. Terjadi peningkatan kekerasan dan ada pelecehan seksual,” kata Mastro.

Tak hanya kekerasan fisik, dia mengaku para aktivis juga mengalami kekerasan psikologis dan dipaksa diam sambil terus menundukkan kepala.

“Anda selalu harus tetap diam. Dan jika kami mencoba berbicara, mereka akan menembak kami atau mengisolasi kami. Dan diisolasi adalah bahaya yang lebih besar lagi,” jelas dia.

Baca juga: Netanyahu Buka Suara Usai Aktivis Flotilla Diminta Berlutut dan Tangan Diikat

Israel bantah tuduhan pelecehan seksual

Salah satu kapal anggota rombongan Global Sumud Flotilla saat berlayar menuju Gaza, difoto di Pulau Koufonisi, selatan Pulau Kreta, Yunani, 26 September 2025.AFP/ELEFTHERIOS ELIS Salah satu kapal anggota rombongan Global Sumud Flotilla saat berlayar menuju Gaza, difoto di Pulau Koufonisi, selatan Pulau Kreta, Yunani, 26 September 2025.

Israel sebelumnya telah membantah tuduhan pelecehan yang dibuat oleh para aktivis yang terlibat dalam armada sebelumnya.

Kementerian Luar Negeri Israel tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters mengenai tuduhan tersebut.

Sebelumnya, Angkatan Laut Israel dilaporkan mencegat dan mengambil alih kapal-kapal bantuan dari Global Sumud Flotilla yang menuju Gaza pada Rabu (29/4/2026) malam waktu setempat.

Baca juga: Militer Israel Kembali Cegat Armada Global Sumud Flotilla yang Angkut 500 Aktivis ke Gaza

Pencegatan ini dilakukan sebelum iring-iringan kapal bantuan tersebut mendekati garis pantai Gaza, sebagaimana dilansir Middle East Monitor, Kamis (30/4/20267).

Laporan dari media Israel, Channel 14, menyebutkan bahwa pasukan angkatan laut Israel mulai menaiki armada maritim tersebut di lokasi yang masih jauh dari daratan.

Di sisi lain, Global Sumud Flotilla melaporkan adanya situasi darurat saat kapal-kapal mereka melintasi perairan Yunani.

Tag:  #cerita #aktivis #flotilla #italia #yang #berhasil #pulang #alami #pelecehan #kekerasan #israel

KOMENTAR