Kasus Little Aresha Viral, Cek 4 Tanda Bahaya Saat Survei Daycare
HappyKids Daycare cabang Sukatani, Tapos, Kota Depok.(dok. HappyKids Daycare)
11:40
26 April 2026

Kasus Little Aresha Viral, Cek 4 Tanda Bahaya Saat Survei Daycare

- Kasus dugaan penganiayaan dan penelantaran anak yang terjadi di daycare Little Aresha, Sorosutan, Yogyakarta, baru-baru ini menjadi peringatan keras bagi para orangtua.

Tempat penitipan yang digerebek polisi lantaran diduga menganiaya anak-anak hingga terbukti beroperasi tanpa izin resmi tersebut menunjukkan betapa pentingnya proses pemilihan lokasi pengasuhan pengganti.

Daycare bukan sekadar tempat untuk menitipkan anak ketika ayah dan ibu sedang sibuk bekerja di luar rumah.

Fasilitas ini wajib menjadi ruang yang sepenuhnya terjamin keamanannya, serta memberikan kenyamanan agar buah hati dapat bertumbuh secara maksimal, sehingga penting bagi orangtua untuk mengenali berbagai tanda bahaya (red flag) sejak awal survei.

Baca juga: 9 Fakta Kasus Penganiayaan Anak Daycare Little Aresha, Korban Capai 103 Anak, 13 Jadi Tersangka

Ragam red flag pada daycare yang wajib diwaspadai

1. Lingkungan yang tidak ramah anak

Sejumlah anak bermain di area penitipan anak (daycare) dengan pendampingan pengasuh, Senin (20/4/2026).KOMPAS.com/LIDIA PRATAMA FEBRIAN Sejumlah anak bermain di area penitipan anak (daycare) dengan pendampingan pengasuh, Senin (20/4/2026).

"Red flag pertama mungkin dari lingkungan yang kurang sehat," ungkap Manager Operasional HappyKids Daycare Devianty, saat diwawancarai di Kota Depok beberapa waktu lalu.

Lingkungan yang tidak ramah anak adalah peringatan pertama yang harus segera dihindari. Lingkungan yang dimaksud antara lain berada terlalu dekat dengan jalan raya, tempat pembungan sampah akhir, atau penduduk sekitar yang sering membakar sampah.

"Terutama daycare yang lokasinya dekat banget dengan jalan raya. Berarti itu kan polusi. Dan untuk faktor keamanan, saya rasa kurang," ucap Devianty.

Selain posisi letak daycare, sistem pengamanan di sekitar area tersebut juga harus dievaluasi secara ketat dari kemungkinan masuknya pihak luar yang tidak berkepentingan ke area bermain anak.

Baca juga: Kartini dan Daycare: Antara Perayaan dan Kecemasan Para Ibu

2. Rasio pengasuh dan sikap yang buruk

Komposisi yang timpang antara jumlah tenaga pendidik dan anak asuh adalah tanda bahaya berikutnya. Angka ideal yang disarankan adalah satu pengasuh memegang maksimal empat hingga lima anak saja.

HappyKids Daycare cabang Sukatani, Tapos, Kota Depok.dok. HappyKids Daycare HappyKids Daycare cabang Sukatani, Tapos, Kota Depok.

Jika rasionya terlalu besar, kebutuhan dasar seperti makan, bermain, dan belajar, dipastikan tidak akan terpenuhi secara maksimal, yang berpotensi memicu penelantaran.

Selain kuantitas, kualitas interaksi personal juga sangat menentukan. Balita pasti akan merasa tertekan apabila harus selalu berhadapan dengan tenaga pengasuh yang minim kesabaran , tanpa memberikan kasih sayang yang cukup.

"Dari sikap pengasuhnya, dan kadang kalau pembawaan dan mukanya judes, cuek, itu juga perlu diwaspadai. Karena dari ekspresi wajah, gerak tubuh, suka terlihat (tidak ramah ke anak)," ungkap Devianty.

Baca juga: Kisah Para Ibu Bekerja Menghadapi Dilema dan Rasa Bersalah Saat Menitipkan Anak ke Daycare

3. Fasilitas fiktif dan kurang transparan

Banyak daycare yang menampilkan promosi manis di media sosial, tetapi ternyata tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Sebelum memutuskan memilih, selalu luangkan waktu melakukan kunjungan fisik secara langsung guna memastikan seluruh penawaran yang diiklankan benar-benar ada dan terawat baik.

Sejumlah anak mengikuti aktivitas belajar dan bermain bersama pengasuh di sebuah daycare di Jakarta Barat , Senin (20/4/2026).KOMPAS.com/LIDIA PRATAMA FEBRIAN Sejumlah anak mengikuti aktivitas belajar dan bermain bersama pengasuh di sebuah daycare di Jakarta Barat , Senin (20/4/2026).

"Cek apakah fasilitasnya sesuai atau tidak, apakah lokasinya, lingkungannya, dan keamanannya sesuai atau tidak. Ini untuk menghindari kalau cuma survei lewat online, sudah bayar dan segala macam, ternyata di lokasinya enggak ada," kata Devianty.

Selain itu, pihak pengelola yang bertanggung jawab harus bersedia membuka diri dan bersikap transparan terhadap segala pertanyaan penting dari calon klien.

Hal ini termasuk jika para orangtua meminta izin khusus untuk meninjau area dapur tempat makanan bernutrisi dipersiapkan setiap harinya.

Baca juga: Anak Sulit Beradaptasi di Daycare, Apa Penyebabnya?

4. Tak ada izin operasional resmi

Sama halnya dengan penemuan mengejutkan pada kasus di Yogyakarta, ketiadaan legalitas dari pemerintah adalah pelanggaran paling fatal yang sama sekali tidak bisa ditoleransi.

Nomor izin operasional adalah bukti bahwa lembaga tersebut beroperasi secara resmi dan telah lulus uji kelayakan standar pendidikan maupun keamanan dari dinas terkait.

Tag:  #kasus #little #aresha #viral #tanda #bahaya #saat #survei #daycare

KOMENTAR