Buang Sampah Sembarangan di Shibuya Jepang Bakal Didenda Rp 223.000
Pemerintah Shibuya, Jepang, menerapkan denda sebesar 2.000 yen (Rp 223.000) bagi siapa saja yang kedapatan membuang sampah sembarangan.(iStockphoto/Mlenny)
16:07
2 Juni 2026

Buang Sampah Sembarangan di Shibuya Jepang Bakal Didenda Rp 223.000

Siapa saja yang kedapatan buang sampah sembarangan di Shibuya, Jepang, bisa kena denda 2.000 yen (sekitar Rp 223.000). Hal ini menurut peraturan yang diterapkan Pemerintah Shibuya di Tokyo, Jepang.

Kebijakan yang berlaku mulai Juni 2026 ini merupakan bagian dari revisi peraturan daerah setempat di Shibuya pada April 2026 lalu.

“Shibuya adalah kota internasional yang dikunjungi oleh banyak orang di Jepang dan dari seluruh dunia. Meskipun keberagaman itu adalah sesuatu yang kami banggakan, kami juga harus memenuhi tanggung jawab kami untuk melindungi lingkungan perkotaan. Melalui revisi peraturan ini, kami telah memperjelas aturannya," kata Wali Kota Shibuya, Ken Hasebe, dikutip Japan Times pada Selasa (2/6/2026).

Langkah tersebut diambil seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jepang, khususnya ke Shibuya Crossing, pusat komersial dan hiburan yang terkenal bagi wisatawan asing.

Dikutip dari BBC, Jepang mencatat rekor jumlah wisatawan asing tertinggi sebanyak 42,7 juta orang pada tahun 2025 silam.

Melalui kebijakan baru ini, pemerintah Shibuya berupaya mengurangi dampak lonjakan pariwisata terhadap kenyamanan dan kebersihan lingkungan setempat.

Buang sampah sembarangan di Shibuya Jepang bakal didenda

Denda dibayar di tempat

Pemerintah Shibuya, Jepang, menerapkan denda sebesar 2.000 yen (Rp 223.000) bagi siapa saja yang kedapatan membuang sampah sembarangan.Dok. Freepik/jcomp Pemerintah Shibuya, Jepang, menerapkan denda sebesar 2.000 yen (Rp 223.000) bagi siapa saja yang kedapatan membuang sampah sembarangan.

Pelaku pembuangan sampah sembarangan di Shibuya wajib membayar denda langsung di tempat baik secara tunai maupun nontunai.

Untuk memperkuat penegakan aturan, Distrik Shibuya menambah jumlah petugas patroli hingga maksimal 50 orang.

Petugas patroli juga disiapkan dengan kemampuan berbahasa asing, seperti Inggris, Mandarin, dan Korea, untuk memudahkan wisatawan asing memahami aturan baru ini.

"Kami meminta semua orang yang mengunjungi Shibuya, tanpa memandang kewarganegaraan, untuk mengikuti aturan kota. Shibuya akan terus membuat pilihan yang bertanggung jawab sebagai kota di mana dinamisme dan ketertiban hidup berdampingan," tutur Hasebe.

Selain pemberlakuan denda, pemerintah distrik juga mewajibkan toko makanan dan minuman menyediakan tempat sampah, terutama di kawasan padat aktivitas, seperti Stasiun Shibuya, Harajuku, dan Ebisu.

Langkah ini demi menekan angka pembuangan sampah sembarangan, sekaligus menjaga kebersihan di salah satu kawasan wisata tersibuk di Jepang itu.

Baca juga: Bukan Shibuya atau Shinjuku, Inilah Area Terkeren di Dunia 2025

Mengapa ada banyak sampah di Shibuya Jepang?

Penduduk padat dan tempat sampah yang kurang banyak

Pemerintah Shibuya, Jepang, menerapkan denda sebesar 2.000 yen (Rp 223.000) bagi siapa saja yang kedapatan membuang sampah sembarangan.Dok. Unsplash/martijnbaudoin Pemerintah Shibuya, Jepang, menerapkan denda sebesar 2.000 yen (Rp 223.000) bagi siapa saja yang kedapatan membuang sampah sembarangan.

Populasi penduduk Shibuya berjumlah sekitar 240.000 jiwa. Namun, lalu lintas di daerah ini berjumlah dua kali lipat dari angka tersebut.

Sejak pandemi COVID-19, jumlah pengunjung dari seluruh Jepang dan luar negeri meningkat tajam.

Akibatnya, pembuangan sampah sembarangan yang terkait dengan makan dan minum,  terutama di sekitar stasiun dan kawasan hiburan, menjadi semakin terlihat, hingga muncul masalah sampah.

Hal itu termasuk wisatawan asing yang minum minuman beralkohol secara terang-terangan dan membuang sampah sembarangan.

Para pejabat Shibuya lantas menegaskan bahwa perlu dibuat aturan yang lebih jelas demi menjaga kebersihan kota, serta penegakan hukum yang efektif.

Baca juga: Pengelola Hotel, Restoran, dan Kafe di Indonesia Diminta Kelola Sampah Mandiri

Namun demikian, jumlah tempat sampah sangat langka di Jepang. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran akan keamanan setelah serangan teror masa lalu di dalam dan luar negeri.

Dalam survei pemerintah tahun lalu, kurangnya tempat sampah umum dinilai sebagai ketidaknyamanan terbesar bagi wisatawan, yang disebutkan oleh lebih dari 20 persen dari sekitar 4.000 pengunjung asing.

"Kami tidak dapat menoleransi pembuangan sampah sembarangan hanya karena tidak ada tempat sampah," kata pihak berwenang Distrik Shibuya.

"Kami meminta kerja sama Anda dalam menciptakan kota di mana setiap orang dapat menikmati diri mereka sendiri dengan nyaman," sambung dia.

Baca juga: Unik, Pungut Sampah Bisa Dapat Tiket Wisata Gratis di Kota Ini

Tag:  #buang #sampah #sembarangan #shibuya #jepang #bakal #didenda #223000

KOMENTAR