Reli Saham AS Makin Bertumpu pada AI, Analis Ingatkan Risiko Gelembung
Indeks S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi pada hari perdagangan terakhir Mei 2026. Namun, penguatan pasar saham Amerika Serikat dinilai belum merata.
Kenaikan indeks tersebut hanya ditopang segelintir saham. Sebagian besar berasal dari emiten yang berkaitan dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan analis. Polanya dinilai mirip dengan situasi menjelang pecahnya gelembung dot com pada 2000.
CNBC melaporkan, pada perdagangan Jumat, hanya 20 saham anggota S&P 500 yang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.
Dari jumlah itu, hanya tujuh saham yang tidak terkait langsung dengan artificial intelligence.
Baca juga: Moody’s dan S&P Peringatkan Risiko Skema Ekspor Satu Pintu Indonesia
Ahli strategi Bank of America Michael Hartnett menyebut pola tersebut mirip dengan puncak gelembung internet pada Maret 2000.
Saat itu, hanya 20 saham yang mencetak rekor tertinggi baru ketika pasar berada di titik puncak sebelum akhirnya jatuh.
Hartnett menilai reli spekulatif di pasar saham kemungkinan belum sepenuhnya berakhir.
Namun, ia melihat kondisi tersebut sebagai sinyal baru jika fase akhir reli mulai mendekat.
Menurut Hartnett, bank sentral dan kenaikan suku bunga pada akhirnya dapat menjadi faktor yang mengakhiri gelembung pasar.
Ia juga mulai memberi kliennya panduan untuk menghadapi fase setelah gelembung berakhir.
Saham chip jadi motor utama
Reli pasar saham AS sepanjang Mei banyak ditopang saham semikonduktor.
Kenaikan terbesar terjadi pada produsen chip memori dan perusahaan teknologi yang terkait langsung dengan pengembangan artificial intelligence.
Saham Advanced Micro Devices atau AMD melonjak 46 persen dalam sebulan.
Saham Micron Technology naik 88 persen.
Sementara itu, saham Samsung naik 44 persen dan SK Hynix melonjak 81 persen.
Lonjakan saham chip ikut mengangkat indeks Nasdaq Composite yang banyak berisi saham teknologi.
Indeks tersebut melesat 25 persen sepanjang April dan Mei.
Kinerja dua bulan itu menjadi yang terbaik bagi Nasdaq dalam lebih dari dua dekade.
Meski begitu, penguatan yang terlalu bergantung pada kelompok kecil saham membuat sebagian analis mulai waspada.
Reli pasar dinilai berisiko melemah jika penguatan tidak segera meluas ke lebih banyak sektor.
Reli pasar belum merata
Salah satu indikator yang disorot adalah garis advance decline. Indikator itu membandingkan jumlah saham yang naik dan turun.
Garis advance decline sempat melonjak pada akhir Maret, tetapi kembali melemah sejak pertengahan April.
Analis teknikal Oppenheimer Ari Wald menilai kondisi tersebut menjadi sinyal negatif bagi pasar.
“Internal telah tertinggal sejak lonjakan awal April,” tulis Wald dalam riset teknikal pada 23 Mei.
BCA Research juga mencatat hanya sekitar 55 persen anggota S&P 500 yang diperdagangkan di atas rata rata pergerakan 200 hari pada 20 Mei.
Artinya, meski indeks utama mencetak rekor, banyak saham di dalamnya belum menunjukkan tren kenaikan kuat.
“Meskipun indeks ekuitas AS dan pasar negara berkembang telah mencapai titik tertinggi baru, kenaikannya sangat sempit. Lebar yang buruk seringkali merupakan tanda kerentanan pasar saham yang mendasarinya,” tulis tim strategi BCA Research yang dipimpin Arthur Budaghyan dalam laporan 20 Mei.
Investor diminta mulai defensif
Hartnett menyarankan investor mulai beralih ke posisi yang lebih defensif.
Menurut dia, sejarah menunjukkan strategi yang lebih aman setelah gelembung pasar pecah adalah memperbesar porsi obligasi dan aset defensif.
“Peta jalan investor pasca-gelembung sejak tahun 1929 adalah investasi jangka panjang pada obligasi, dan kombinasi jangka panjang antara aset defensif dan/atau sektor yang kinerjanya jauh di bawah ekspektasi pada bulan-bulan terakhir gelembung,” tulis Hartnett.
Kekhawatiran utama pasar saat ini tidak hanya berasal dari valuasi saham teknologi yang sudah tinggi.
Masalah yang lebih mendasar adalah sempitnya sumber penguatan indeks.
Jika hanya segelintir saham artificial intelligence yang terus menopang pasar, risiko koreksi akan meningkat saat sentimen terhadap sektor tersebut berbalik.
Tag: #reli #saham #makin #bertumpu #pada #analis #ingatkan #risiko #gelembung