Diet yang Gagal Tidak Selalu Sia-sia, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
Ilustrasi diet. Meski berat badan kembali naik, penelitian menunjukkan tubuh tetap menyimpan manfaat kesehatan dari setiap usaha diet yang dilakukan.()
12:35
9 April 2026

Diet yang Gagal Tidak Selalu Sia-sia, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Berat badan sudah turun, tapi beberapa bulan kemudian kembali naik. Situasi ini sering membuat banyak orang merasa diet yang dijalani sia-sia.

Padahal, penelitian terbaru menunjukkan bahwa usaha tersebut tidak benar-benar hilang begitu saja.

Melansir ScitechDaily (6/4/2026), penelitian dalam jurnal BMC Medicine melaporkan bahwa siklus diet naik-turun atau yo-yo dieting tetap dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan, meski berat badan kembali naik.

Baca juga: Bukan Diet Ketat, Cara Ini Bikin Chef Turun 75 Kg dalam 2 Tahun

Perasaan gagal saat diet ternyata tidak sepenuhnya benar

Banyak orang mengukur keberhasilan diet hanya dari angka di timbangan. Ketika berat badan kembali naik, rasa gagal sering muncul dan membuat usaha sebelumnya terasa tidak berarti.

Namun, penelitian dari Ben-Gurion University of the Negev menunjukkan bahwa tubuh tetap menyimpan efek positif dari perubahan pola makan yang pernah dilakukan.

Peneliti utama, Prof. Iris Shai, menyebut kondisi ini sebagai “memori kardiometabolik”.

“Komitmen berkelanjutan terhadap perubahan pola makan sehat menciptakan ‘memori kardiometabolik’ dalam tubuh,” ujarnya.

Baca juga: Turun 20 Kg Tanpa Gym, Profesor Ini Sadar Setelah Diingatkan Dokter

Tubuh tidak benar-benar kembali ke titik awal

Ilustrasi diet. Meski berat badan kembali naik, penelitian menunjukkan tubuh tetap menyimpan manfaat kesehatan dari setiap usaha diet yang dilakukan.Unsplash Ilustrasi diet. Meski berat badan kembali naik, penelitian menunjukkan tubuh tetap menyimpan manfaat kesehatan dari setiap usaha diet yang dilakukan.

Meski angka di timbangan kembali seperti semula, kondisi di dalam tubuh ternyata sudah berubah. Penelitian menunjukkan bahwa lemak visceral atau lemak perut tetap mengalami perbaikan.

Jenis lemak ini berbahaya karena berkaitan dengan risiko penyakit jantung dan gangguan metabolisme.

Selain itu, sensitivitas insulin dan profil lemak darah juga menunjukkan peningkatan.

“Berat badan saja tidak cukup untuk menggambarkan perubahan kesehatan,” kata penulis utama, Hadar Klein.

Baca juga: Turun 45 Kg dalam 11 Bulan Tanpa Gym, Pria Ini Ubah Pola Makan

Diet berulang justru memberi efek jangka panjang

Penelitian ini melibatkan sekitar 500 peserta yang diamati hingga 10 tahun. Peserta menjalani dua program diet berbasis pola makan Mediterania dan aktivitas fisik.

Pada percobaan kedua, penurunan berat badan memang tidak sebesar sebelumnya.

Namun, dalam jangka panjang, kondisi metabolik mereka justru lebih baik dibandingkan saat awal memulai diet.

Peneliti menemukan adanya peningkatan kesehatan sebesar 15 hingga 25 persen pada beberapa indikator metabolik. Perbaikan ini tetap bertahan meski berat badan kembali naik.

Artinya, setiap usaha diet tetap meninggalkan “jejak” positif di dalam tubuh.

Upaya yang dilakukan sebelumnya tidak hilang, tetapi tersimpan sebagai bagian dari proses perbaikan kesehatan.

Persepsi diet perlu diubah

Temuan ini mengajak masyarakat untuk tidak terlalu keras menilai diri sendiri saat berat badan kembali naik.

Diet bukan sekadar soal hasil instan, tetapi proses panjang yang memberikan manfaat bertahap.

Upaya kecil yang dilakukan secara konsisten tetap memiliki dampak bagi kesehatan tubuh.

Pendekatan ini membantu mengurangi tekanan mental yang sering muncul dalam perjalanan diet.

Diet yang terasa gagal sebenarnya tetap memberi manfaat bagi tubuh. Perubahan pola makan dan gaya hidup sehat meninggalkan efek jangka panjang yang tidak selalu terlihat dari angka timbangan.

Setiap usaha yang dilakukan tetap berarti, meski hasilnya tidak langsung terlihat.

Baca juga: Latihan Beban Ternyata Sama Pentingnya dengan Kardio saat Diet, Ini Penjelasannya

Tag:  #diet #yang #gagal #tidak #selalu #manfaatnya #bagi #kesehatan #tubuh

KOMENTAR