Shimmer dan Katbol Ditinggalkan, Quiet Luxury Jadi Arah Baru Fesyen Lebaran 2026
Fesyen raya collection di salah satu mall Kota Malang Jawa Timur pada Februari 2026. (KOMPAS.com/ PUTU AYU PRATAMA SUGIYO)
09:05
27 Februari 2026

Shimmer dan Katbol Ditinggalkan, Quiet Luxury Jadi Arah Baru Fesyen Lebaran 2026

- Tren fesyen Lebaran 2026 bergerak ke arah yang lebih tenang dan elegan, gaya berkilau dengan detail berlebihan atau shimmer hingga katun bolong alias katbol mulai ditinggalkan.

Fesyen raya tahun ini digantikan dengan konsep quiet luxury yang mengedepankan kesederhanaan, lebih simpel dengan cutting-an minimalis yang rapi dan timeless.

Desainer asal Malang, Andy Sugix, menilai perubahan selera fesyen ini tidak lepas dari kondisi sosial dan ekonomi yang sedang terjadi di dunia.

Baca juga: Anggrek, Koleksi Raya SISSAE x Eva Margawaty yang Terinspirasi Keanggunan dan Ketangguhan

“Sekarang orang ingin tampil bagus, tapi tidak terlalu mencolok. Baju-baju dengan detail dan motif berlebihan mulai ditinggalkan,” kata Andy Sugix kepada Kompas.com, Kamis (26/2/2026).

Menurut Andy, tren tidak pernah berdiri sendiri. Situasi ekonomi, keamanan, hingga perkembangan teknologi turut memengaruhi cara masyarakat memilih busana. Dalam kondisi yang serba realistis, tampilan clean dan tidak berlebihan justru dianggap lebih relevan.

Konsep Smart Look dengan Detail Minimalis Jadi Pilihan

Jika beberapa tahun lalu gamis dengan outer dan detail ramai sempat digemari, kini arahnya berubah. Perempuan, baik anak muda maupun ibu-ibu, cenderung memilih busana simpel dengan siluet longgar.

Potongan yang tidak membentuk tubuh menjadi pilihan utama. Selain lebih nyaman, model ini dinilai lebih sopan dan fleksibel untuk dikenakan saat bersilaturahmi saat lebaran.

“Sekarang cukup satu warna, maksimal tiga warna. Tidak perlu gonjreng,” kata Andy.

Konsep smart look pun menjadi kunci fesyen di tahun 2026. Tampilan rapi dengan detail minimal justru memancarkan kesan mahal tanpa harus terlihat mewah secara berlebihan.

Dari sisi warna, Andy menyrbut, palet nude, pastel, putih, dan hitam kembali naik daun. Warna-warna dasar ini dianggap aman sekaligus timeless bagi semua kalangan.

“Warna basic jadi top lagi. Warna mencolok tetap ada, tapi hanya sebagai kombinasi, bukan warna dasar,” jelasnya.

Tak hanya desain dan warna, pemilihan bahan juga mengalami peningkatan. Linen menjadi salah satu material yang banyak diminati karena ringan dan nyaman.

Selain itu, sambung Andy, kain berbahan satin juga masih banyak dilirik. Namun bukan jenis satin yang berkilau, justru yang lebih tipis dan berbahan dingin.

Baca juga: Benang Jarum Rilis Koleksi Hari Raya di IFA 2026

“Selain itu, beberapa jenis jersey terbaru, ada yang teksturnya lebih dingin dan jatuh juga banyak diminati,” ungkap ga.

Menurut Andy, masyarakat sekarang lebih cermat menilai kualitas bahan dan cutting. Busana yang terlalu panas atau mengandung banyak serat sintetis mulai ditinggalkan.

“Para penjual atau produsen fasyen juga banyak tahu mana barang yang diminati pasar. Sehingga mereka bisa menyesuaikan, dan menghindari bahan yang tidak nyaman dan cenderung panas,” pungkas Andy.

Tag:  #shimmer #katbol #ditinggalkan #quiet #luxury #jadi #arah #baru #fesyen #lebaran #2026

KOMENTAR