Niat Salat Tarawih: Sejarah, Keutamaan, dan Niat dalam Arab serta Latin
Ilustrasi salat tarawih. [Photo by Defrino Maasy on Unsplash]
15:29
17 Februari 2026

Niat Salat Tarawih: Sejarah, Keutamaan, dan Niat dalam Arab serta Latin

Ramadan selalu identik dengan suasana malam yang lebih hidup dari biasanya. Setelah berbuka dan menunaikan salat Isya, umat Islam berbondong-bondong menuju masjid untuk melaksanakan salat Tarawih.

Ibadah ini menjadi momen istimewa karena hanya hadir setahun sekali, membawa nuansa kebersamaan, kekhusyukan, dan semangat memperbanyak amal. Bagi banyak keluarga Muslim di Indonesia, Tarawih bukan sekadar salat sunnah, tetapi juga tradisi spiritual yang mempererat hubungan antaranggota keluarga dan masyarakat sekitar.

Meski sering dilakukan sejak kecil, tidak sedikit orang yang masih bertanya tentang sejarah Tarawih dan bagaimana sebenarnya niat salat Tarawih yang benar. 

Lalu, seperti apa sejarah Tarawih dan bagaimana niat Tarawih yang benar? Simak inilah selengkapnya. 

Sejarah Salat Tarawih

Salat Tarawih merupakan salat sunnah yang dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadan. Secara bahasa, “tarawih” berasal dari kata raaha yang berarti istirahat. Disebut demikian karena pada praktiknya, umat Islam biasanya beristirahat sejenak setelah setiap dua atau empat rakaat.

Pada masa Nabi Muhammad, salat Tarawih pernah dilakukan secara berjamaah di masjid. Dalam beberapa riwayat hadis, beliau melaksanakan Tarawih bersama para sahabat selama beberapa malam. Namun, pada malam-malam berikutnya beliau tidak keluar lagi untuk berjamaah karena khawatir salat tersebut akan diwajibkan kepada umatnya. Oleh sebab itu, pada masa hidup beliau, Tarawih lebih sering dilakukan secara sendiri-sendiri.

Setelah wafatnya Nabi Muhammad, pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, salat Tarawih kembali dihidupkan secara berjamaah. Khalifah Umar melihat kaum Muslimin salat sendiri-sendiri dalam kelompok kecil di masjid, lalu beliau mengumpulkan mereka di bawah satu imam agar lebih teratur dan khusyuk. Sejak saat itu, tradisi salat Tarawih berjamaah menjadi kebiasaan yang terus berlangsung hingga sekarang.

Jumlah rakaat Tarawih sendiri memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang melaksanakan 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir, dan ada pula yang melaksanakan 20 rakaat ditambah witir. Perbedaan ini tidak perlu diperdebatkan karena keduanya memiliki dasar riwayat yang kuat dan sama-sama sah dalam praktiknya.

Pengertian dan Pentingnya Niat dalam Sholat

Niat merupakan tekad dalam hati untuk melakukan suatu ibadah karena Allah SWT. Dalam Islam, niat menjadi penentu sah atau tidaknya suatu amalan. Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap amal tergantung pada niatnya. Oleh karena itu, sebelum melaksanakan salat Tarawih, seorang Muslim perlu menghadirkan niat di dalam hati.

Berikut adalah bacaan niat salat Tarawih yang dikerjakan sendiri (munfarid):

Arab:

نَوَيْتُ صَلَاةَ التَّرَاوِيحِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shalata at-tarawihi sunnatan lillahi ta‘ala.

Artinya:

Saya niat salat sunnah Tarawih karena Allah Ta’ala.

Jika menjadi makmum, niatnya sedikit berbeda:

Arab:

نَوَيْتُ صَلَاةَ التَّرَاوِيحِ سُنَّةً مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shalata at-tarawihi sunnatan ma’muman lillahi ta‘ala.

Artinya:

Saya niat salat sunnah Tarawih sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

Bagi yang menjadi imam, bacaan niatnya adalah:

Arab:

نَوَيْتُ صَلَاةَ التَّرَاوِيحِ سُنَّةً إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shalata at-tarawihi sunnatan imaman lillahi ta‘ala.

Artinya:

Saya niat salat sunnah Tarawih sebagai imam karena Allah Ta’ala.

Salat Tarawih adalah ibadah sunnah yang memiliki nilai keutamaan besar di bulan Ramadan. Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, Tarawih juga menghidupkan malam-malam Ramadan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan doa-doa penuh harap. Sejarahnya yang bermula dari praktik Nabi Muhammad SAW dan kemudian dihidupkan kembali secara berjamaah oleh Umar bin Khattab menunjukkan betapa pentingnya ibadah ini dalam kehidupan umat Islam.

Kontributor : Dea Nabila

Editor: Cesar Uji Tawakal

Tag:  #niat #salat #tarawih #sejarah #keutamaan #niat #dalam #arab #serta #latin

KOMENTAR