Isyarat Cahaya, Akses Belajar Islam untuk Anak Tuli dari Wardah X Little Hijabi
Wardah Ramadan Gathering bertajuk ?Tenang, Kuatkan Langkahmu? di Hotel Fairmont Jakarta, Jumat (13/2/2026).(dok. Wardah)
09:20
16 Februari 2026

Isyarat Cahaya, Akses Belajar Islam untuk Anak Tuli dari Wardah X Little Hijabi

- Akses terhadap pendidikan agama masih menjadi tantangan bagi komunitas tuli di Indonesia.

Di tengah derasnya arus informasi, komunitas tuli masih kesulitan dalam memahami ajaran Islam yang seharusnya menjadi sumber petunjuk dan ketenangan hidup.

Melihat kebutuhan tersebut, Wardah berkolaborasi dengan Little Hijabi Institute untuk menghadirkan program Isyarat Cahaya.

“Keterbatasan akses informasi bagi kalangan tuli masih sangat menjadi persoalan yang belum tuntas, termasuk dalam ranah pembelajaran Islam,” ungkap pendiri Little Hijabi Institute, Galuh Sukmara Soejanto, akrab disapa Bunda Galuh.

Hal tersebut dituturkan oleh Galuh dalam Wardah Ramadhan Gathering bertajuk “Tenang, Kuatkan Langkahmu” di Hotel Fairmont Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Wardah Ramadhan Gathering 2026: Mencari Kekuatan dalam Ketenangan

Adapun inisiatif ini menjadi bagian dari Wardah Ramadhan Inclusion Program, yang secara khusus menyasar komunitas Tuli Muslim, melalui pendekatan pembelajaran Islam berbasis bahasa isyarat yang inklusif dan visual.

Akses setara

Galuh melalui juru bahasa isyaratnya, Halimah, menjelaskan, selama ini komunitas Tuli Muslim menghadapi tantangan besar dalam mengakses kajian Islam.

IlustrasiPexels Ilustrasi

Minimnya penerjemah bahasa isyarat dalam dakwah dan belum berkembangnya kosakata isyarat keislaman yang komprehensif, membuat pemahaman agama menjadi tidak optimal.

“Padahal, Al-Quran hadir sebagai petunjuk, sekaligus sumber ketenangan. Dibaca, direnungkan, dihadirkan, untuk menenangkan hati, serta menguatkan langkah manusia dalam menjalani kehidupan,” ujar Galuh.

Dengan kata lain, Al-Quran seharusnya bisa dirasakan oleh semua umat tanpa terkecuali. Isyarat Cahaya dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Baca juga: Saat Dunia Terasa Cepat, Penting untuk Memiliki “Pit Stop” bagi Jiwa

Isyarat Cahaya

Program ini menghadirkan materi Islam secara berjenjang dan sistematis, dengan pendekatan visual yang ramah bagi anak dan komunitas Tuli.

Topik yang diangkat mencakup Rukun Islam, Rukun Iman, akhlak dan adab, dzikir dan doa, Sirah Nabawiyah, hingga pemaknaan yang lebih mendalam.

Semua konten disusun agar mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari, sehingga Teman Tuli Muslim dapat mempelajari Islam dengan cara yang lebih aman, nyaman, dan menyentuh hati.

Menurut Galuh, kolaborasi antara Little Hijabi Institute dan Wardah tidak hanya sekadar menghadirkan program edukasi, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya inklusivitas dalam dakwah.

Baca juga: Sosok Nathania, Teman Tuli yang Dirikan Penerbit dan Toko Buku Anak Ramah Disabilitas

Bahasa IsyaratWikipedia Bahasa Isyarat

“Meskipun dunia bergeraknya sangat cepat, kami ingin menunjukkan bahwa fondasi ketenangan ini, banyak komunitas tuli yang masih terbatas, tapi mereka tidak menyerah,” ucap Galuh.

“Kolaborasi dengan Wardah ini, melalui Cahaya Isyarat, untuk membantu bagaimana komunitas tuli bisa merasakan keislaman bersama-sama,” sambung dia.

Inisiatif ini sebenarnya telah digagas sejak 2020. Namun, pandemi membuat proses peluncuran harus ditunda. Tahun ini, dukungan kembali diberikan agar program tersebut dapat terealisasi sepenuhnya.

Baca juga: Hari Tuli Nasional 11 Januari, Ini Sejarah Perjuangannya 

Kulkis dan Kokis

Saat ini, Isyarat Cahaya memiliki dua pilar utama yang menjadi fondasi pembelajaran, yaitu KULKIS atau Kuliah Ringkas Isyarat Islam, dan KOKIS atau Kosa-Isyarat Islam).

KULKIS adalah serial video pendek yang membahas tema-tema keislaman dari tingkat paling dasar hingga esensial. Materi disampaikan menggunakan bahasa isyarat universal dengan pendekatan yang mudah dipahami.

KOKIS adalah glosari istilah keislaman yang disusun secara tematik dalam bentuk video dan flashcard.

“Kami sudah kumpulkan sebanyak 77 kosakata isyarat Islam, termasuk rukun Islam, rukun iman, doa dan dzikir, hingga Sirah Nabawiyah,” ungkap Galuh.

Baca juga: Sidang Isbat Ramadhan 2026 Makin Dekat, Prediksi Awal Puasa 1447 H Menurut Data Astronomi

Ilustrasi ceramah, ilustrasi kajian.Google Gemini AI Ilustrasi ceramah, ilustrasi kajian.

Kehadiran KOKIS diharapkan mampu memperkaya literasi bahasa isyarat dalam konteks keislaman, sekaligus menjadi referensi standar bagi komunitas Tuli Muslim di Indonesia.

Terbuka untuk partisipasi publik

Program ini membuka ruang partisipasi yang lebih luas. Galuh berharap semakin banyak pihak yang mulai belajar dan menggunakan isyarat Islam dalam keseharian.

“Berharap teman-teman dari Wardah bisa terus upload isyarat Islam seperti mulai dari ‘assalamualaikum, apa kabar’, atau sedikit-sedikit belajar bahasa isyarat. Suatu hari nanti, ketemu teman tuli Muslim, mereka akan bahagia sekali,” kata dia.

Isyarat Cahaya bukan sekadar program edukasi, tetapi juga gerakan inklusi yang ingin memastikan bahwa cahaya petunjuk agama dapat dirasakan oleh semua kalangan.

Melalui kolaborasi ini, pembelajaran Islam diharapkan menjadi lebih setara, menyentuh, dan bermakna bagi komunitas Tuli Muslim di Indonesia.

Baca juga: Kapan Waktu Membayar Fidyah untuk Ganti Utang Puasa Ramadhan?

Tag:  #isyarat #cahaya #akses #belajar #islam #untuk #anak #tuli #dari #wardah #little #hijabi

KOMENTAR