Psikologi Ungkap: 9 Hal yang Biasanya Ditinggalkan Orang yang Bahagia di Usia 60 dan 70 Tahun
Ilustrasi hal yang biasnaya ditinggalkan orang yang bahagia di usia 60 dan 70 tahun (Geediting)
10:56
24 Januari 2026

Psikologi Ungkap: 9 Hal yang Biasanya Ditinggalkan Orang yang Bahagia di Usia 60 dan 70 Tahun


JawaPos.Com - Banyak orang membayangkan usia 60-an dan 70-an sebagai masa penurunan—energi berkurang, hidup melambat, dan kebahagiaan ikut memudar. Namun kenyataannya, banyak lansia justru merasa hidup semakin kaya, lebih tenang, dan lebih bermakna dibandingkan masa muda mereka.

Menurut sudut pandang psikologi, kebahagiaan di usia lanjut bukan ditentukan oleh apa yang ditambahkan ke dalam hidup, melainkan apa yang berani dilepaskan. Beban emosional, pola pikir lama, dan kebiasaan yang tidak lagi relevan sering kali menjadi penghambat kebahagiaan tanpa disadari.

Dilansir dari laman Global English Editing, Jumat (23/01), berikut adalah 9 hal yang menurut psikologi biasanya dilepaskan oleh orang-orang yang berkembang dan bahagia di usia 60 dan 70 tahun.

1. Kebiasaan Menyimpan Dendam

Menyimpan dendam tidak pernah benar-benar menyakiti orang lain, tetapi justru membebani diri sendiri. Psikologi menunjukkan bahwa memaafkan dapat menurunkan stres, depresi, dan kemarahan, sekaligus meningkatkan kepuasan hidup.

Melepaskan dendam bukan berarti membenarkan kesalahan orang lain, melainkan membebaskan diri dari emosi negatif yang terus menguras energi.

2. Obsesi Memiliki Banyak Lingkaran Sosial

Seiring bertambahnya usia, kualitas hubungan menjadi jauh lebih penting daripada kuantitas. Lingkaran sosial yang kecil namun dekat justru berkaitan dengan kesejahteraan emosional yang lebih tinggi.

Teori socioemotional selectivity menjelaskan bahwa saat waktu terasa semakin berharga, seseorang akan memilih hubungan yang benar-benar bermakna.

3. Kebiasaan Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Membandingkan pencapaian diri dengan orang lain hanya akan menimbulkan kelelahan emosional. Penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa yang lebih tua cenderung lebih jarang melakukan perbandingan sosial dan justru merasa lebih puas dengan hidup mereka.

Fokus bergeser dari “lebih baik dari orang lain” menjadi “lebih baik dari diri sendiri di masa lalu”.

4. Tuntutan untuk Selalu Sempurna

Perfeksionisme adalah sumber stres yang sering tidak disadari. Orang yang bahagia di usia lanjut memahami bahwa “cukup baik” sering kali sudah lebih dari cukup.

Menerima ketidaksempurnaan berarti menerima kemanusiaan diri sendiri, tanpa terus-menerus menyalahkan diri atas hal-hal kecil.

5. Beban Penyesalan Masa Lalu

Menyesali keputusan masa lalu tidak akan mengubah apa pun selain mencuri kebahagiaan hari ini. Studi menunjukkan bahwa orang dewasa yang sehat secara emosional cenderung lebih mampu melepaskan rasa penyesalan sebagai bentuk perlindungan mental.

Berdamai dengan masa lalu menjadi kunci untuk menikmati masa kini.

6. Ilusi Bahwa Segalanya Bisa Dikendalikan

Bertambahnya usia membawa kesadaran bahwa tidak semua hal berada dalam kendali. Melepaskan kebutuhan untuk mengontrol segalanya justru menghadirkan ketenangan batin.

Yang bisa dikendalikan hanyalah respons, sikap, dan pilihan dalam menggunakan energi serta perhatian.

7. Kekhawatiran Berlebihan tentang Penilaian Orang Lain

Pendapat orang lain perlahan kehilangan pengaruhnya. Orang-orang yang bahagia di usia 60 dan 70 tahun memahami bahwa kebanyakan orang terlalu sibuk dengan hidup mereka sendiri untuk terus menilai orang lain.

Kebebasan muncul saat seseorang hidup sesuai nilai pribadi, bukan ekspektasi sosial.

8. Rasa Takut Ketinggalan atau FOMO

Keinginan untuk selalu ikut segala hal digantikan oleh kemampuan menikmati momen yang sedang dijalani. Psikologi menunjukkan bahwa fokus pada menikmati saat ini lebih berkontribusi pada kesejahteraan dibandingkan mengejar pengalaman tanpa henti.

Kebahagiaan bukan tentang melakukan segalanya, melainkan melakukan hal yang benar-benar berarti.

9. Keyakinan bahwa Menua Selalu Berarti Kemunduran

Salah satu pola pikir terpenting yang dilepaskan adalah anggapan bahwa bertambah usia pasti identik dengan penurunan kualitas hidup. Penelitian justru menunjukkan bahwa stabilitas emosi dan kesejahteraan subjektif sering kali meningkat di usia lanjut.

Kesabaran, rasa syukur, dan ketenangan sering tumbuh seiring bertambahnya usia.

Editor: Novia Tri Astuti

Tag:  #psikologi #ungkap #yang #biasanya #ditinggalkan #orang #yang #bahagia #usia #tahun

KOMENTAR