Bolehkah Operasi Bariatrik Hanya demi Terlihat Kurus? Simak Penjelasan Dokter Bedah
Memiliki tubuh ideal dan proporsional adalah impian banyak orang.
Di tengah tren gaya hidup instan, prosedur bedah bariatrik atau yang populer dikenal sebagai "operasi potong lambung" kerap jadi perbincangan hangat.
Banyak yang menganggapnya sebagai "jalan pintas" untuk mendapatkan tubuh langsing dalam waktu singkat.
Namun, sebenarnya, bolehkah seseorang menjalani operasi bariatrik murni hanya demi alasan estetika atau agar terlihat kurus?
Dr. dr. Adeodatus Yuda Handaya, Sp.B, Subsp.B.D (K) FINACS, spesialis bedah digestif dari RSUP Dr. Sardjito mengatakan bahwa operasi bariatrik bukanlah operasi estetika.
"Kalau kita bilang operasi bariatik operasi estetika, bisa dikatakan sama sekali bukan. Jadi operasi ini kalau di dunia medis adalah suatu terapi untuk opesitas. Jadi opesitas itu sudah suatu dianggap suatu penyakit ya atau berisiku menjadi penyakit," ujar dr. Yuda dikutip dari siaran langsung radio kesehatan Kemenkes, Kamis (22/1/2026).
Ia menekankan bahwa penampilan fisik yang lebih ramping setelah operasi hanyalah sebuah keuntungan tambahan.
"Kurus itu adalah bonus. Tujuan utamanya adalah kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki risiko diabetes, hipertensi, gangguan jantung, hingga sleep apnea (henti napas saat tidur)," tambahnya.
Ketahui kondisi tubuh sebelum memutuskan operasi bariatrik
Menerut dr. Yuda, tidak semua orang yang merasa "gemuk" bisa langsung menjalani prosedur ini. Ada indikasi medis yang diukur melalui Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT).
Kriteria umum seseorang yang diperbolehkan menjalani operasi bariatrik antara lain:
- BMI di atas 40: tanpa harus memiliki penyakit penyerta.
- BMI di atas 30-35: jika disertai komorbid seperti diabetes tipe 2, hipertensi, atau nyeri sendi kronis akibat beban tubuh.
- Upaya Gagal: sudah berusaha menurunkan berat badan melalui diet ketat dan olahraga namun tidak membuahkan hasil.
"Jika seseorang sudah kurus tapi ingin lebih kurus lagi melalui operasi ini, justru sangat berbahaya. Risikonya bisa malnutrisi atau kekurangan vitamin kronis," tegas dr. Yuda.
Lingkar perut lebih akurat daripada timbangan untuk ukur risiko obesitas. Ini penjelasan dan tips menjaga perut ideal dari ahli gizi.
Cara kerja: menekan hormon lapar
Salah satu alasan mengapa operasi ini sangat efektif bukan hanya karena ukuran lambung yang mengecil, tetapi karena adanya intervensi hormonal.
Dalam prosedur Sleeve Gastrectomy, dokter memotong bagian lambung yang memproduksi Hormon Ghrelin.
"Itu adalah hormon yang memicu rasa lapar. Jadi, setelah operasi, pasien tidak hanya merasa cepat kenyang karena kapasitas lambung sisa 20-30 persen saja, tapi juga keinginan makannya berkurang secara alami," jelasnya.
Komitmen seumur hidup
Meski terdengar menjanjikan, dr. Yuda mengingatkan bahwa bariatrik bukanlah "sihir" yang mengubah hidup dalam semalam tanpa usaha.
Pasien harus melalui persiapan mental dan fisik selama 2 hingga 4 minggu sebelum operasi.
Pasca-operasi pun, pasien harus disiplin mengikuti pola makan transisi, mulai dari cairan hingga makanan lunak, serta rutin mengonsumsi suplemen nutrisi karena kapasitas serap tubuh yang berubah.
"Prinsipnya, pasien datang dalam keadaan sehat, dan harus keluar dalam keadaan yang jauh lebih sehat. Keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada komitmen pasien dalam menjaga pola makan dan gaya hidup baru," ungkapnya.
Tag: #bolehkah #operasi #bariatrik #hanya #demi #terlihat #kurus #simak #penjelasan #dokter #bedah