5 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Otak yang Jarang Disadari, Bukan Sekadar Menahan Lapar
ilustrasi 5 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Otak yang Jarang Disadari, Bukan Sekadar Menahan Lapar / freepik
06:32
22 Januari 2026

5 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Otak yang Jarang Disadari, Bukan Sekadar Menahan Lapar

   - Puasa sering dipahami hanya sebagai aktivitas menahan lapar dan dahaga sejak sahur hingga waktu berbuka. Padahal, di balik proses tersebut, tubuh mengalami perubahan besar yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan otak.   Saat tidak ada asupan makanan, tubuh tidak lagi mengandalkan glukosa sebagai sumber energi utama. Kondisi ini memicu mekanisme adaptasi alami yang justru membawa banyak manfaat bagi sistem saraf dan fungsi otak.   Dilansir dari laman YouTube Saddam Ismail, puasa mampu mengaktifkan proses biologis penting yang berperan dalam perlindungan, perbaikan, dan peningkatan kinerja otak.    Inilah alasan mengapa puasa sering dikaitkan dengan kesehatan mental dan kejernihan berpikir.  

  1. Membantu Mengganti Sumber Energi Otak secara Lebih Efisien   Dalam kondisi normal, otak menggunakan glukosa sebagai sumber energi utama. Namun saat berpuasa, cadangan glukosa di hati dan otot akan digunakan terlebih dahulu sebelum akhirnya tubuh beralih ke pembakaran lemak.   Proses pembakaran lemak ini menghasilkan keton, yaitu sumber energi alternatif yang justru lebih stabil bagi otak. Perubahan ini biasanya terjadi setelah 10–14 jam berpuasa dan membantu otak bekerja lebih efisien dalam kondisi minim asupan.  

  2. Mengurangi Risiko Kerusakan Otak dan Dampak Stroke   Puasa diketahui dapat membantu mengurangi kerusakan jaringan otak, terutama pada kasus stroke iskemik. Orang yang menjalani puasa memiliki peluang pemulihan yang lebih baik karena otak berada dalam kondisi metabolik yang lebih terlindungi.   Selain itu, puasa juga membantu menurunkan risiko komplikasi stroke, seperti kelumpuhan, gangguan bicara, kesulitan menelan, nyeri, mati rasa, hingga gangguan emosi dan penurunan daya ingat.   3. Memperbaiki Sel Otak melalui Proses Autofagi   Saat tubuh tidak mendapatkan asupan makanan, terjadi proses yang disebut autofagi. Autofagi adalah mekanisme alami di mana tubuh membersihkan sel-sel yang rusak, tua, atau tidak lagi berfungsi optimal.   Melalui proses ini, sel-sel lama akan digantikan dengan sel baru yang lebih sehat, termasuk sel saraf di otak. Hasilnya, fungsi otak dapat terjaga dan bekerja dengan lebih optimal dalam jangka panjang.   4. Meningkatkan Fungsi Kognitif dan Daya Ingat   Puasa merangsang produksi protein penting bernama BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor). Protein ini berperan besar dalam proses belajar, pembentukan memori, serta regenerasi sel saraf.   Dengan meningkatnya kadar BDNF, kemampuan berpikir, konsentrasi, dan daya ingat cenderung menjadi lebih baik. Inilah alasan mengapa banyak orang merasa pikirannya lebih jernih saat menjalani puasa dengan benar.   5. Mencegah Penyakit Degeneratif dan Memperlambat Penuaan Otak   Puasa berperan dalam mencegah penyakit degeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. Proses regenerasi sel serta penurunan peradangan membantu memperlambat penurunan fungsi otak seiring bertambahnya usia.   Selain itu, puasa juga dikaitkan dengan proses anti-penuaan, sehingga sel-sel otak tetap sehat dan berfungsi optimal selama pola makan saat sahur dan berbuka dijaga dalam batas wajar.   Puasa bukan hanya ibadah yang bernilai spiritual, tetapi juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan otak. Melalui perubahan sumber energi, pembersihan sel, dan peningkatan fungsi kognitif, puasa membantu otak tetap sehat dan terlindungi.   Meski demikian, bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis sebelum berpuasa. Dengan cara ini, puasa dapat dijalani secara aman, menyehatkan, dan tetap membawa keberkahan.  

Editor: Setyo Adi Nugroho

Tag:  #manfaat #puasa #bagi #kesehatan #otak #yang #jarang #disadari #bukan #sekadar #menahan #lapar

KOMENTAR