Studi Ungkap Menikah Bikin Laki-laki Lebih Panjang Umur dan Sehat
- Pernikahan kerap dipandang sebagai salah satu fase penting dalam hidup, bukan hanya dari sisi emosional, tetapi juga kesehatan jangka panjang.
Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa mengucapkan janji pernikahan ternyata dapat meningkatkan peluang laki-laki untuk menua dengan lebih sehat dan memiliki umur yang lebih panjang.
Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa dampak pernikahan terhadap proses penuaan tidak dirasakan secara sama oleh laki-laki dan perempuan.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal International Social Work ini menyoroti bagaimana status pernikahan memengaruhi kesehatan fisik, mental, sosial, dan emosional seseorang di usia lanjut.
Penelitian ungkap menikah bikin laki-laki panjang umur
Pernikahan dan konsep “successful aging”
Dilansir Best Life, Rabu (21/1/2026), para peneliti menggunakan istilah “successful aging” atau penuaan yang sukses dalam studi ini.
Konsep ini tidak hanya merujuk pada umur panjang, tetapi juga pada kualitas hidup secara keseluruhan.
Seseorang disebut mengalami penuaan yang sukses jika memiliki kondisi fisik yang baik, kesehatan mental yang stabil, hubungan sosial yang mendukung, serta penilaian diri yang positif terhadap kesejahteraannya.
Peneliti menilai beberapa aspek utama, mulai dari kondisi fisik tanpa keterbatasan akibat nyeri kronis, kesehatan mental yang minim kecemasan atau depresi, hingga kesejahteraan sosial seperti memiliki pasangan yang suportif.
Individu yang memenuhi seluruh kriteria tersebut dikategorikan sebagai “successful agers”, sementara sisanya disebut “typical agers”.
Data ribuan lansia Kanada jadi dasar penelitian
Penelitian ini menganalisis data dari Canadian Longitudinal Study on Aging yang melibatkan 7.641 partisipan berusia di atas 60 tahun. Dari jumlah tersebut, 3.926 adalah laki-laki dan 3.715 perempuan.
Data dikumpulkan selama tiga tahun, dengan memperhatikan perubahan status pernikahan responden dari awal hingga akhir periode penelitian.
Para partisipan dibagi ke dalam beberapa kelompok, yakni mereka yang baru menikah, sudah lama menikah, baru bercerai atau berpisah, sudah lama bercerai atau berpisah, sudah lama menjanda atau menduda, serta mereka yang tidak pernah menikah.
Mabel Ho, penulis utama studi dan peneliti afiliasi di Institute of Life Course and Aging, University of Toronto, menjelaskan latar belakang penelitian ini.
“Kami mengikuti lebih dari 7.000 warga Kanada usia paruh baya dan lansia, dan kami melihat bahwa sebagian orang menua dengan baik, sementara yang lain tidak,” ujar dia.
“Dengan memahami faktor-faktor yang terkait dengan penuaan yang sukses, kita bisa lebih baik dalam mendukung lansia agar dapat berkembang di usia lanjut,” tambah Ho.
Laki-laki menikah punya peluang lebih besar menua dengan sehat
Penelitian menunjukkan bahwa laki-laki yang menikah memiliki peluang empat kali lebih besar untuk mengalami penuaan yang sukses. Pernikahan berperan sebagai faktor protektif bagi kesehatan fisik dan mental, sementara perceraian, perpisahan, atau kehilangan pasangan menurunkan peluang tersebut hingga setara dengan laki-laki yang tidak pernah menikah.
Temuan ini menegaskan pentingnya pasangan hidup sebagai sumber dukungan emosional, sosial, dan pendorong gaya hidup sehat.
Peran pernikahan dalam membentuk gaya hidup sehat
Esme Fuller-Thomson, penulis senior studi ini, menyatakan bahwa laki-laki yang menikah lebih mungkin menua secara optimal dibandingkan laki-laki yang tidak pernah menikah.
“Sementara perempuan yang lebih tua yang mengalami janda, perpisahan, dan perceraian tidak berada dalam kondisi sebaik rekan-rekan mereka yang tidak pernah menikah,” ungkap dia.
Secara keseluruhan, sekitar 70 persen partisipan memenuhi kriteria penuaan yang sukses.
Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar lansia masih memiliki kualitas hidup yang cukup baik, tetapi status pernikahan tetap menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan, khususnya bagi laki-laki.
Profesor David Burnes dari University of Toronto menambahkan, salah satu alasan utama di balik temuan ini adalah pengaruh pasangan terhadap perilaku sehat.
“Bisa jadi orang yang menikah saling mendorong untuk mengadopsi atau mempertahankan perilaku kesehatan yang positif, seperti berhenti merokok atau rutin berolahraga,” ujarnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, pasangan sering berperan sebagai pengingat untuk memeriksakan kesehatan, menjaga pola makan, hingga mengelola stres dengan lebih baik.
Pernikahan sebagai sumber dukungan emosional dan sosial
Lebih dari sekadar ikatan romantis, pernikahan juga menyediakan dukungan emosional yang konsisten.
Memiliki seseorang untuk berbagi cerita, kecemasan, dan kebahagiaan dapat membantu menurunkan tingkat stres dan kecemasan.
Bagi laki-laki, yang secara budaya sering kurang mengekspresikan emosi secara terbuka, keberadaan pasangan bisa menjadi partner penting untuk menjaga kesehatan mental.
Lebih jauh, para peneliti juga menegaskan bahwa masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memahami lebih dalam hubungan antara status pernikahan dan penuaan, terutama dengan mempertimbangkan faktor budaya, ekonomi, serta kualitas hubungan itu sendiri.
Bukan hanya menikah atau tidak, tetapi bagaimana hubungan itu dijalani yang akan menentukan seberapa besar manfaatnya bagi kesehatan dan umur panjang seseorang.
Tag: #studi #ungkap #menikah #bikin #laki #laki #lebih #panjang #umur #sehat