Cara Mencegah Terpapar Virus Nipah: Kenali Gejala dan Langkah Pencegahannya
Virus Nipah kembali menjadi perhatian dunia setelah sejumlah kasus baru dilaporkan di India. Otoritas setempat mencatat lima orang terkonfirmasi terinfeksi virus ini di wilayah Barasat, Benggala Barat.
Dua kasus awal ditemukan pada tenaga kesehatan di sebuah rumah sakit swasta, disusul tiga kasus tambahan dalam beberapa hari berikutnya.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa ancaman virus Nipah masih nyata, sehingga penting bagi masyarakat untuk memahami cara mencegah terpapar virus Nipah sejak dini.
Untuk melakukan pencegahan maksimal, kenali asal-usul virus Nipah, cara penularannya, gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah praktis untuk mencegahnya, seperti dikutip dari laman resmi Kemenkes dan sumber lainnya.
Mengenal Asal Usul Virus Nipah
PerbesarIlustrasi Virus Nipah (Pexels.com/ @Martin Lopez)Virus Nipah pertama kali ditemukan di Malaysia, tepatnya di sebuah peternakan babi. Saat itu, banyak babi menunjukkan gejala seperti demam, sulit bernapas, dan kejang.
Dari kejadian tersebut, para peneliti menemukan bahwa virus ini berasal dari kelelawar buah yang kemudian menularkannya ke babi, lalu menyebar ke manusia.
Kelelawar merupakan reservoir alami virus Nipah. Artinya, virus ini dapat hidup di tubuh kelelawar tanpa membuat hewan tersebut sakit.
Masalah muncul ketika virus berpindah ke hewan lain atau manusia, karena pada inang baru inilah virus bisa menimbulkan penyakit serius.
Perubahan lingkungan juga berperan besar dalam penyebaran virus Nipah. Penebangan hutan membuat habitat alami kelelawar semakin menyempit. Akibatnya, kelelawar berpindah mendekati pemukiman manusia dan area peternakan.
Kondisi inilah yang meningkatkan risiko perpindahan virus dari kelelawar ke hewan ternak, lalu ke manusia.
Cara Penularan Virus Nipah
Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, atau urine.
Hewan ternak, terutama babi, termasuk salah satu perantara utama penularan dari kelelawar ke manusia.
Selain itu, virus Nipah juga bisa masuk ke tubuh melalui makanan. Mengonsumsi daging hewan yang terinfeksi, apalagi jika dimasak kurang matang, dapat meningkatkan risiko penularan. Begitu pula dengan buah-buahan atau bahan makanan yang telah terkontaminasi oleh kelelawar.
Tak hanya dari hewan ke manusia, virus Nipah juga dapat menular antar manusia. Penularan ini biasanya terjadi saat seseorang melakukan kontak dekat dengan pasien, terutama ketika terpapar cairan tubuh seperti air liur.
Gejala Infeksi Virus Nipah
Setelah terpapar, virus Nipah memiliki masa inkubasi sekitar 4-14 hari sebelum gejala muncul. Keluhan awal sering kali mirip flu, seperti:
- Demam
- Sakit kepala
- Batuk dan sakit tenggorokan
- Nyeri otot
- Mual atau muntah
- Sesak napas
- Kesulitan menelan
Pada kondisi yang lebih berat, infeksi dapat menyebabkan peradangan otak (ensefalitis). Gejalanya meliputi kantuk berlebihan, sulit fokus, disorientasi, hingga perubahan suasana hati. Dalam kasus parah, virus Nipah dapat berujung pada kematian.
Cara Mencegah Terpapar Virus Nipah
Pencegahan virus Nipah pada dasarnya berfokus pada pengurangan kontak dengan sumber penularan dan menjaga kebersihan diri. Berikut langkah-langkah yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Hindari Kontak Langsung dengan Hewan Berisiko
Kelelawar dan hewan ternak seperti babi merupakan sumber penularan utama. Sebisa mungkin hindari kontak langsung dengan hewan-hewan tersebut, terutama jika terlihat sakit. Jika terpaksa harus berinteraksi, gunakan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan dan masker.
2. Pastikan Makanan Bersih dan Matang
Selalu cuci buah dan sayuran hingga bersih, lalu kupas jika memungkinkan. Buang buah yang terlihat memiliki bekas gigitan kelelawar. Untuk produk hewani, pastikan daging dimasak sampai benar-benar matang. Hindari mengonsumsi daging mentah atau setengah matang karena berisiko membawa virus.
Selain itu, jangan mengonsumsi nira atau air aren mentah langsung dari pohon. Sebaiknya dimasak terlebih dahulu sebelum diminum.
3. Terapkan Kebersihan Tangan dan Etika Batuk
Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah menyentuh hewan, sebelum makan, dan setelah berinteraksi dengan orang sakit. Jika tidak tersedia air, gunakan hand sanitizer. Biasakan juga menerapkan etika batuk dan bersin, serta memakai masker saat sedang tidak enak badan, terutama bagi kelompok rentan.
4. Gunakan APD saat Membersihkan Kotoran Hewan
Saat membersihkan urine atau kotoran hewan yang berisiko, gunakan perlengkapan pelindung seperti sarung tangan, sepatu boots, dan pelindung wajah untuk meminimalkan paparan cairan tubuh.
5. Lindungi Diri saat Merawat Pasien
Bagi tenaga kesehatan, keluarga yang merawat pasien, serta petugas laboratorium, penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) harus dilakukan dengan benar. Ini termasuk penggunaan APD dan prosedur penanganan spesimen yang aman.
Itulah beberapa cara mencegah terpapar virus Nipah yang bisa kita lakukan. Dengan memahami cara mencegah terpapar virus Nipah dan menerapkan pola hidup bersih serta aman, risiko penularan dapat ditekan semaksimal mungkin. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Tag: #cara #mencegah #terpapar #virus #nipah #kenali #gejala #langkah #pencegahannya