Waspada, 18 Tanda Stres Kronis Mulai Menguasai Diri
Ilustrasi stres. Mengelola stres dengan baik bisa membantu mencegah berbagai masalah kesehatan termasuk fisik. Temukan berbagai kaitan stres dengan kondisi fisik.(freepik.com)
07:10
21 Januari 2026

Waspada, 18 Tanda Stres Kronis Mulai Menguasai Diri

- Stres kronis yang tidak dikelola dapat memicu berbagai masalah, mulai dari depresi, kecemasan, kelelahan, gangguan fisik, hingga burnout.

Langkah awal untuk mengelola stres adalah menyadari keberadaannya. Namun, untuk mengenali bahwa stres kronis sudah memengaruhi diri, memang tidak begitu mudah.

Psikolog Seth J. Gillihan, PhD, menerangkan, saat manusia berada di bawah tekanan tinggi, kelenjar adrenal melepaskan hormon stres ke aliran darah.

"Hormon ini kemudian menyebar ke seluruh tubuh dan memengaruhi pikiran, kondisi fisik, perilaku, serta emosi. Sering kali, seseorang juga tidak menyadari tingkat stresnya karena tubuh mampu beradaptasi, setidaknya untuk sementara waktu," tulis dia dalam artikelnya di Psychology Today, Rabu (21/1/2026).

Pada fase "adaptasi" respons stres, tubuh terus melepaskan hormon seperti kortisol, yang membantu seseorang tetap berfungsi meski berada dalam tekanan tinggi.

Akibatnya, beban stres yang terus meningkat kerap diabaikan karena terasa seolah masih bisa mengatasinya. Seiring waktu, kondisi ini dapat menggerus daya tahan tubuh dan mental.

Dengan mengenali tanda-tandanya lebih awal, tingkat stres bisa ditekan sebelum mencapai titik berbahaya dan memicu kelelahan berat.

Berikut 18 tanda stres yang perlu diperhatikan, yang terasa di tubuh.

Tanda stres kronis yang terasa di tubuh

Tubuh dan Perilaku

1. Otot tegang

Stres membuat otot bersiap untuk bertindak. Jika berlangsung lama, otot bisa terus-menerus tegang dan memperkuat rasa tidak aman serta gelisah.

2. Kualitas tidur menurun

Saat merasa terancam, otak cenderung sulit beristirahat. Gangguan tidur sering menjadi dampak awal stres, dan justru menambah beban karena sudah tubuh lelah tetapi sulit terlelap.

3. Sakit kepala

Stres dapat memicu sakit kepala tegang maupun migrain. Kurang tidur sering memperparah kondisi ini.

Ilustrasi laki-laki sakit.Dok. Freepik/jcomp Ilustrasi laki-laki sakit.

4. Gangguan pencernaan

Sistem saraf parasimpatik dapat dikatakan sebagai "penawar" terhadap respons fight or flight, or freeze, dan dijuluki sebagai respons "istirahat dan cerna". Sebab, ketika stres mendominasi, gangguan seperti diare atau sembelit lebih mudah muncul.

5. Penggunaan alkohol atau obat-obatan

Sebagian orang meningkatkan konsumsi alkohol saat stres sebagai cara meredakan ketegangan. Namun, ketergantungan pada zat tertentu justru berisiko menimbulkan masalah baru.

6. Menarik diri secara sosial

Interaksi sosial bisa terasa melelahkan saat stres sedang tinggi. Padahal, menarik diri dapat mengurangi dukungan sosial yang sebenarnya penting untuk menstabilkan emosi.

Pikiran

7. Pikiran terasa penuh dan berantakan

Banyaknya hal yang dipikirkan membuat seseorang sulit berpikir jernih.

8. Merasa tercerai-berai

Tingkat stres yang tinggi menciptakan sensasi seolah ditarik ke berbagai arah, sementara sumber daya yang dimiliki terasa terbatas untuk memenuhi semua tuntutan yang ada.

9. Mudah terdistraksi

Fokus menjadi singkat karena perhatian terus berpindah dari satu masalah ke masalah lain.

10. Sulit berkonsentrasi

Manusa bisa sulit untuk fokus ketika dibombardir oleh banyak pikiran, sehingga takut membuat kesalahan atau melupakan sesuatu.

11. Gangguan memori

Stres berdampak negatif pada hipokampus, yaitu bagian otak yang berperan dalam pembentukan dan pengingatan memori.

Stres kronis dapat membuat seseorang kesulitan untuk memproses dan mengingat memori baru.

12. Perasaan kewalahan

Stres sering disertai keyakinan bahwa tuntutan yang ada melebihi kemampuan diri untuk menghadapinya.

Emosi

13. Mudah putus asa

Tekanan berkepanjangan membuat seseorang merasa patah semangat karena merasa sulit mengejar tuntutan hidup.

14. Antusiasme menurun

Hal-hal yang biasanya menyenangkan terasa membebani. Kondisi ini kerap menjadi tanda awal burnout.

15. Perasaan putus harapan

Stres yang berlangsung lama dapat menumbuhkan keyakinan bahwa kita akan selalu merasa kewalahan, dan keadaan tidak akan membaik, yang berkontribusi pada depresi.

16. Gelisah dan mudah tersulut

Sistem saraf simpatis yang terus aktif membuat tubuh selalu siaga dan sulit tenang.

17. Merasa terputus

Saat sistem saraf kelebihan beban, mereka akan mencoba menghemat sumber daya dengan mematikan fungsi-fungsi yang tidak penting, secara selektif.

Hal tersebut bisa bermanifestasi sebagai perasaan "terputus" dari tubuh, lingkungan sekitar, dan orang lain.

18. Mudah tersinggung

Kelelahan mental, fisik, dan emosional membuat seseorang lebih sensitif dan mudah tersinggung.

Tag:  #waspada #tanda #stres #kronis #mulai #menguasai #diri

KOMENTAR