Prajogo Pangestu Borong 3 Saham Afiliasi di Tengah Tekanan Harga
Prajogo Pangestu. (Tangkapan layar YouTube Barito Pacific)
13:32
25 Januari 2026

Prajogo Pangestu Borong 3 Saham Afiliasi di Tengah Tekanan Harga

Pengusaha Prajogo Pangestu menambah kepemilikan dengan memborong saham emiten yang terafiliasi yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN), dan PT Petrindo Jaya kreasi Tbk (CUAN).

Aksi borong saham ini dilakukan di tengah tekanan yang terjadi pada saham-saham afiliasi pengusaha nasional tersebut.

DIlansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Prajogo Pangestu diketahui membeli total sebanyak 5 juga saham BRPT di rentang harga 2.560 hingga 2.600 per saham.

Secara total, Prajogo merogoh kocek hampir mencapai Rp 13 miliar dalam transaksi ini.

Dengan transaksi ini, jumlah kepemilikan sama Prajogo Pangestu atas BRPT menjadi sebesar 66.906.030.165 saham atau setara dengan 71,3685 persen.

Adapun sebelumnya jumlah saham Prajogo di BRPT sebesar 66.901.030.165 saham atau setara 71,363 persen.

Secara rinci, Prajogo Pangestu melakukan lima transaksi saham BRPT sepanjang hari pada Jumat (23/1/2026).

Transaksi pertama dilakukan dengan jumlah saham sebanyak 442.600 unit dengan harga Rp 2.560 per saham. Transaksi kedua dilakukan dengan jumlah saham sebanyak 926.500 unit dengan harga Rp 2.580 per saham.

Kemudian, transaksi berikutnya dilakukan dengan jumlah sebanyak 498.100 unit dengan harga 2.570 per saham.

Prajogo kembali mengakumulasi kepemilikan sahamnya sebanyak 2.772.600 unit di harga 2.600 per saham Terakhir, ia membeli 360.200 saham BRPT dengan harga Rp 2.590 per saham.

Sebagai informasi, Prajogo Pangestu juga menjabat sebagai dewan komisaris di Barito Pacific.

Ilustrasi pasar saham.PIXABAY/PETE LINFORTH Ilustrasi pasar saham.

Borong saham Barito Renewable Energy (BREN)

Di hari yang sama, Prajogo juga menambah kepemilikannya atas saham PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) sebanyak 900.000 unit.

Transaksi tersebut dilakukan dalam rentang harga Rp 9.275 hingga Rp 9.500 per unit dengan jumlah transaksi mencapai 10 kali.

Prajogo diketahui mengeluarkan dana senilai hampir Rp 8,5 miliar untuk seluruh transaksi tersebut.

Setelah transaksi, jumlah kepemilikan saham Prajogo Pangestu di BREN mencapai 0,1059 persen atau sejumlah 141.689.700 unit.

Sebelumnya, Prajogo telah menggenggam saham BREN sebanyak 0,1052 persen atau setara 140.787.700 unit.

Prajogo kembali akumulasi saham CUAN

Tak hanya itu, Prajogo juga membeli saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebanyak 2,5 juta unit.

Transaksi kali ini hanya dilakukan sekali dengan harga Rp 1.735 per unit. Prajogo merogoh kocek sekitar Rp 4,33 miliar untuk transaksi ini.

Sebelumnya, Prajogo telah memiliki sebanyak 94.521.150.000 saham CUAN atau setara dengan 84,0794 persen.

Sedangkan setelah transaksi ini, jumlah saham CUAN yang dimiliki Prajogo meningkat menjadi 94.523.650.000 saham dengan persentase 84,0816 persen.

Secara total, jumlah dana yang digelontoran konglomerat tersebut untuk pembelian saham di CUAN< BRPT, dan BREN akhir pekan lalu mencapai Rp 25,77 miliar.

Pekan lalu, Prajogo juga sempat memborong saham CUAN dalam serangkaian transaksi.

Ilustrasi saham.SHUTTERSTOCK/THAPANA STUDIO Ilustrasi saham.

Keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia Senin (19/1/2026) mencatat Prajogo membeli saham CUAN secara langsung pada 15 Januari 2026. Jumlah kepemilikannya naik dari 94,517 miliar saham menjadi 94,521 miliar saham.

Porsi hak suara ikut meningkat dari 84,076 persen menjadi 84,079 persen.

Setelah transaksi tersebut, harga saham CUAN melonjak pada perdagangan Senin.

Data BEI pada hari yang sama pukul 11.45 WIB menunjukkan saham naik 190 poin atau 10,27 persen ke level 2.040.

Pembelian saham tersebar dalam sejumlah transaksi dengan harga berbeda. Prajogo membeli 341.700 saham di harga Rp 1.870 per saham.

Pembelian berlanjut 202.500 saham di harga Rp 1.855 dan 265.300 saham di harga Rp 1.865.

Transaksi lain tercatat 257.500 saham di harga Rp 1.875 dan 177.400 saham di harga Rp 1.880. Prajogo juga menyerap 169.400 saham di harga Rp 1.900 per saham.

Transaksi terbesar terjadi saat pembelian 656.500 saham di harga Rp 1.850.

Selain itu, tercatat pembelian 470.400 saham di harga Rp 1.860, 472.000 saham di harga Rp 1.890, serta 220.200 saham di harga Rp 1.895. Rangkaian akumulasi ditutup dengan pembelian 267.100 saham di harga Rp 1.885 per saham.

Saham emiten terafiliasi Prajogo Pangestu tertekan

Aksi pembelian saham oleh taipan Indonesia tersebut dilakukan di tengah kondisi emiten yang mengalami pelemahan.

Sebagai gambaran, pada penutupan pasar modal Jumat lalu, harga saham BRPT turun 5,82 persen setara 160 poin ke level 2.590. Kemudian, harga saham BREN turun 2,11 persen setara 200 poin ke level 9.300.

Ilustrasi saham. Membangun kekayaan dari pasar saham bukan soal keberuntungan. Investor sukses memiliki tujuh kebiasaan yang mereka lakukan secara konsisten dan terbukti menghasilkan dalam jangka panjang.PIXABAY/SERGEI TOKMAKOV Ilustrasi saham. Membangun kekayaan dari pasar saham bukan soal keberuntungan. Investor sukses memiliki tujuh kebiasaan yang mereka lakukan secara konsisten dan terbukti menghasilkan dalam jangka panjang.

Sedangkan, harga saham CUAN terkoreksi 4,41 persen setara 80 poin ke level 1.735.

Di luar saham-saham tersebut, emiten yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu lainnya yakni PT Petrosea Tbk (PTRO) juga diketahui mengalami kondisi saham yang tertekan.

Pada penutupan pekan lalu, saham PTRO anjlok 14,85 persen setara 1.600 poin ke level 9.175.

IHSG sempat cetak rekor, tapi ditutup melemah

Secara umum, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang sedang mengalami tren pelemahan di akhir pekan. Pada pekan ini atau pada periode 19 sampai dengan 23 Januari 2026 ditutup dengan bervariasi.

Sedikit catatan, IHSG sempat mencatat rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) di level 9.134,70 pada pekan ini.

Kendati demikian, IHSG tercatat mengalami pelemahan 1,37 persen selama sepekan ini. Sementara, kapitalisasi pasar turun 1,62 persen.

Dilansir dari keterangan resmi BEI, Minggu (24/1/2026), IHSG ditutup pada level 8.951,01.

Angka tersebut turun dari penutupan pekan sebelumnya yang berada pada level 9.075,40.

Sementara itu, kapitalisasi pasar di bursa efek tercatat sebesar Rp 16.244 triliun, atau turun 1,62 persen dibandingkan penutupan pekan lalu senilai Rp 16.512 triliun.

Tag:  #prajogo #pangestu #borong #saham #afiliasi #tengah #tekanan #harga

KOMENTAR