Apa Efek Kebiasaan Tidur dengan Rambut Basah?
Ilustrasi rambut basah.(FREEPIK/JCOMP)
11:05
18 Januari 2026

Apa Efek Kebiasaan Tidur dengan Rambut Basah?

- Sebagian orang keramas di malam hari agar rambut lembab dan wangi saat pagi hari, sehingga mereka hanya perlu sedikit menatanya sebelum memulai hari.

Kendati demikian, tidak semua memiliki waktu untuk mengeringkan rambut sebelum tidur karena rasa kantuk. Alhasil, mereka tidur dengan rambut dalam keadaan masih basah.

Ini bukanlah kebiasaan yang ideal, lantaran membiarkan rambut basah saat tidur berisiko menyebabkan kerusakan, rambut mengembang, sampai kemungkinan infeksi jamur di kulit kepala.

Ketahui apa saja risiko di balik kebiasaan tersebut.

Rambut lebih rentan saat basah

Trichologist alias ahli rambut dan kulit kepala, Kevin Mancuso, mengatakan bahwa rambut memang menjadi lebih rapuh saat basah. Saat keramas, helaian rambut menyerap air dan kutikula akan terbuka.

Mancuso yang juga seorang penata rambut melanjutkan, kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya, tetapi membuat rambut lebih rentan terhadap kerusakan dan kusut.

"Secara ilmiah, rambut tersusun dari protein. Hampir semua aktivitas yang melibatkan rambut, termasuk tidur saat rambut basah, dapat menyebabkan hilangnya sebagian protein pelindung tersebut", ujar Mancuso, disadur dari USA Today, Minggu (18/1/2026).

Itu sebabnya merawat rambut selembut mungkin selama proses pengeringan sangat penting.

Menurut Mancuso, ada beberapa jenis rambut memiliki risiko patah yang lebih tinggi, seperti rambut yang setiap helainya tipis (fine hair), rambut mudah mengembang dengan tekstur tidak merata, dan rambut yang telah melalui proses bleaching atau pewarnaan.

Apakah aman tidur dengan rambut basah?

Tidur dengan rambut basah sesekali mungkin tidak menimbulkan masalah besar, tetapi kebiasaan ini sebaiknya dihindari.

“Secara kebersihan, menurut saya ini bukan saran yang baik untuk siapa pun. Saya sama sekali tidak merekomendasikan orang dengan rambut rapuh atau rusak, untuk tidur dengan rambut basah atau lembab," kata Mancuso.

Selain berpotensi memperparah kerusakan rambut, kebiasaan ini juga meningkatkan risiko infeksi jamur pada kulit kepala.

Jamur berkembang di lingkungan lembap dan hangat. Jika seseorang sering berbaring di atas bantal dengan rambut basah, kondisi tersebut dapat menjadi tempat ideal bagi pertumbuhan jamur.

Bagi orang dengan masalah kulit kepala tertentu, seperti dermatitis seboroik atau ketombe, tidur dengan rambut basah menjadi perhatian serius karena dapat memperburuk kondisi tersebut.

Karena itu, Mancuso menyarankan penggunaan sampo khusus seperti Nizoral atau, secara umum, sampo dengan kandungan seng tinggi sebagai bagian dari rutinitas perawatan rambut.

Cara menjaga rambut tetap kuat dan sehat

Rambut adalah serat yang sangat kuat. Namun, jika sudah mengalami kerusakan, kondisinya menjadi berbeda. Inilah mengapa rambut perlu dirawat dari kerusakan lanjutan.

Untuk menjaga kekuatan dan kesehatan rambut sekaligus melindungi protein di dalamnya, Mancuso menekankan pentingnya menjaga kulit kepala tetap bersih dan rambut terhidrasi dengan baik.

Jika keramas pada malam hari, pastikan rambut sudah dalam kondisi sekering mungkin, sebelum mengaplikasikan pelindung panas dan mengeringkan kulit kepala dengan alat pengering bersuhu rendah.

Saat tidur, ia menyarankan rambut diikat longgar untuk meminimalkan gesekan. Menggunakan sarung bantal berbahan sutra juga dapat membantu mengurangi gesekan, sehingga rambut tetap lebih terlindungi sepanjang malam.

Tag:  #efek #kebiasaan #tidur #dengan #rambut #basah

KOMENTAR