5 Alasan Jam Tangan Mewah Kian Dilirik di Indonesia, Termasuk Penanda Status Sosial
- Jam tangan mewah seperti Patek Philippe, Rolex, Audemars Piguet, Longines, dan Richard Mille, semakin dilirik di Indonesia.
Co-owner dealerjam, Kevinta, mengungkapkan bahwa ketertarikan ini berangkat dari hal yang sederhana, yaitu desainnya yang menarik dan tampilannya yang menunjang gaya.
“Jam tangan mewah itu pasti didasarin sama fesyen. Setelahnya, biasanya nanti dia jadi suka, dan bisa bikin dia akhirnya jadi kolektor. Sudah beli satu, kayaknya pengin nambah lagi,” kata dia di Jakarta Watch Exchange (JWX) 2026 di Gandaria City di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).
5 Alasan Jam Tangan Mewah Diminati
1. Jatuh cinta dengan desainnya
Kevinta sudah bergerak dalam bidang jual beli jam tangan mewah selama 15 tahun. Ia tidak menampik, sampai saat ini masih banyak yang mengira bahwa satu-satunya alasan orang membeli arloji mewah adalah untuk investasi.
Jakarta Watch Exchange di Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).
Padahal, lebih banyak yang “jatuh cinta” terlebih dulu pada bentuk, model, dan merek arloji tersebut.
“Dan ketika orang-orang lihat jam tangan mewah dipakai artis misalnya, dan dari media sosial juga terlihat menarik, jadi mereka ingin terlihat stylish dengan jam tangan itu,” terang Kevinta.
2. Mendukung penampilan
Menurut Sales Advisor Watches Trader, Felix, jam tangan mewah sering dipilih karena mampu mendukung penampilan.
“Meningkatkan percaya diri dan mendukung penampilan pembeli. Karena memang beli jam ratusan juta rupiah, enggak mungkin enggak menambah nilai penampilan dari orang itu. Dan dari desainnya juga kelihatan jam tangan mahal,” ujar dia.
Jakarta Watch Exchange di Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).
Menggunakan arloji mewah dalam ranah profesional juga dianggap sebagai elemen pendukung citra profesional, terutama dalam pertemuan bisnis atau klien potensial.
“Jam tangan mewah memang faktor pendukung penampilan, supaya bisa lebih meyakinkan si klien,” kata Felix.
3. Kepuasan pribadi
Event Director JWX Nike April menambahkan, beberapa orang Indonesia juga membeli arloji mewah untuk kepuasan pribadi.
“Ada kepuasan pribadi dan penghargaan pribadi ketika membeli jam tangan mewah. Ada kebanggaan tersendiri ketika menggunakan jam tangan mewah,” ucap dia.
Kepuasan pribadi dan perasaan bangga bisa semakin “meroket” ketika arloji mewah dengan harga ratusan, bahkan miliaran rupiah itu, dibeli dengan hasil keringat sendiri.
Jakarta Watch Exchange di Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).
Ditambah lagi, ketika pengguna arloji mendapat validasi yang positif dari calon klien dalam pertemuan bisnis, rekan kerja saat bertemu di kantor, atau teman-teman.
“Karena dari materialnya (dan desain) pasti berbeda dengan jam tangan yang biasa,” tutur Nike.
4. Menunjukkan status ekonomi
Ada beberapa orang yang ingin menunjukkan status ekonomi mereka, tetapi tidak dengan cara yang berlebihan sampai terlihat norak. Salah satunya adalah melalui arloji yang digunakan.
Menurut Kevinta, jam tangan mewah bisa menunjukkan status ekonomi pengguna tanpa terlalu mencolok.
“Karena kita bisa lihat, ketika orang jam tangannya sudah Rolex, berarti status ekonominya menengah ke atas. Kalau jamnya Richard Mille, yang harganya sudah miliaran, berarti statusnya sudah ke atas banget,” terang dia.
5. Berinvestasi
Jakarta Watch Exchange di Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).
Alasan lain orang Indonesia membeli jam tangan mewah adalah untuk dijadikan sebagai instrumen investasi.
Bahkan, jam tangan mewah lebih direkomendasikan karena merupakan bentuk investasi yang bisa dimanfaatkan, yaitu dengan menggunakan sehari-hari atau pada acara-acara tertentu.
Namun, Felix mengungkapkan bahwa hanya beberapa merek yang cocok dijadikan sebagai instrumen investasi.
“Di Indonesia, lebih masuk nilainya untuk investasi itu Rolex, Patek Philippe, F.P.Journe, dan Richard Mille,” ucap dia.
Namun, tidak semua jam dari empat merek tersebut potensial sebagai instrumen investasi. Hanya beberapa seri. Untuk Rolex, misalnya adalah seri Datejust, GMT Master II, Cosmograph Daytona, dan Day-Date.
Kevinta menambahkan, arloji dengan emas 18 karat ke atas juga cocok untuk dijadikan sebagai instrumen investasi, terlepas dari mereknya.
“Yang bisa dikatakan ‘jam sebagai investasi’ adalah jam yang bahan dasarnya emas, karena harga emas pasti naik. Jadi, harga jam itu mengikuti harga emas,” jelas Kevinta.
Namun, untuk arloji dengan emas, jangka waktu investasinya sama dengan perhiasan. Kamu tidak bisa membeli hari ini, untuk dijual besok, beberapa minggu, atau beberapa bulan kemudian.
“Jangka waktunya biasanya dari lima sampai 10 tahun, baru bisa diklasifikasikan bahwa betul jam tangan ini untung,” tutur Kevinta.
Tag: #alasan #tangan #mewah #kian #dilirik #indonesia #termasuk #penanda #status #sosial