Mengenal 12 Shio, Legenda di Balik Urutan Hewan Zodiak Tionghoa
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Tikus menjadi urutan pertama dalam Shio, sementara Naga yang gagah justru berada di urutan kelima
Atau mengapa Kucing tidak ada dalam daftar tersebut?
Sistem penanggalan Shio bukan sekadar ramalan keberuntungan.
Di baliknya, terdapat legenda turun-temurun yang menjelaskan karakter dan hierarki dua belas hewan ini dalam budaya Tionghoa.
Ini ulasannya dikutip dari Your Chinese Astrology.
Legenda "The Great Race" (perlombaan besar)
Kisah yang paling populer bermula ketika Kaisar Langit (Jade Emperor) mengadakan sebuah perlombaan untuk menentukan hewan mana saja yang akan menjadi pelindung tahun.
Ia mengumumkan bahwa dua belas hewan pertama yang berhasil menyeberangi sungai besar akan mendapatkan tempat di zodiak.
Berikut adalah urutan kemenangan mereka dan kisah cerdik di baliknya:
- Tikus (The Strategist)
Tikus sadar ia terlalu kecil untuk melawan arus sungai.
Ia membujuk Kerbau yang baik hati untuk menaikinya. Sesaat sebelum mencapai tepian, Tikus melompat turun dan finis di urutan pertama. Inilah mengapa Tikus dikenal cerdik (dan terkadang licik).
- Kerbau (The Diligent)
Meski dikelabui Tikus, Kerbau tetap finis di urutan kedua. Ia melambangkan kerja keras dan kesabaran.
- Macan (The Brave)
Dengan kekuatan fisiknya, Macan berjuang melawan arus sungai yang deras dan berhasil meraih posisi ketiga.
- Kelinci (The Swift)
Kelinci menyeberang dengan melompat dari satu batu ke batu lain. Ia sempat terpeleset, namun berhasil meraih sepotong kayu yang membawanya ke tepian.
- Naga (The Noble)
Semua orang mengira Naga akan menang mudah karena bisa terbang. Namun, ia terlambat karena berhenti untuk membantu penduduk desa yang kekeringan dengan menurunkan hujan. Sikap mulia ini membuatnya sangat dihormati.
- Ular (The Enigmatic)
Ular sebenarnya bersembunyi di kaki Kuda. Saat hampir sampai, ia muncul tiba-tiba, mengejutkan Kuda, dan melesat ke posisi enam.
- Kuda (The Energetic)
Karena terkejut oleh Ular, Kuda harus puas di posisi ketujuh.
- Kambing, Monyet,dan Ayam
Ketiganya bekerja sama. Ayam menemukan rakit, sementara Monyet dan Kambing menarik serta mengarahkannya.
Kaisar sangat terkesan dengan kerja sama tim mereka.
- Anjing (The Playful)
Meski pelari yang baik, Anjing terlambat karena ia terlalu asyik bermain air di sungai. Ia melambangkan sifat yang setia namun mudah teralihkan.
- Babi (The Easy-going)
Babi lapar di tengah jalan dan berhenti untuk makan lalu tertidur. Ia terbangun tepat waktu untuk menjadi hewan terakhir yang masuk daftar.
Mengapa tidak ada kucing?
Dalam legenda, Tikus berjanji akan membangunkan Kucing agar bisa ikut lomba bersama.
Namun, Tikus ingkar janji (atau lupa), sehingga Kucing terus tertidur dan melewatkan perlombaan.
Inilah alasan mengapa dalam mitologi, Kucing sangat membenci Tikus hingga saat ini.
Relevansi Shio dalam kehidupan modern
Bagi masyarakat Tionghoa dan banyak orang di dunia saat ini, Shio bukan sekadar penanda tahun lahir.
Setiap hewan mewakili Yin dan Yang serta elemen tertentu (Logam, Air, Kayu, Api, Tanah) yang berganti setiap tahun.
Memahami Shio berarti memahami karakter diri dan bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain. Misalnya, orang dengan Shio Naga dianggap cocok dengan Monyet karena kesamaan energi yang dinamis.
Urutan 12 Shio adalah cerminan dari sifat manusia: mulai dari kecerdikan Tikus hingga ketulusan Babi.
Melalui legenda "The Great Race", kita belajar bahwa setiap karakter memiliki tempatnya sendiri dalam roda waktu, dan setiap kekurangan diimbangi oleh kelebihan yang unik.
Tag: #mengenal #shio #legenda #balik #urutan #hewan #zodiak #tionghoa