Waspadai, Stres Berkepanjangan Bisa Bikin Sering Mimpi Buruk
- Mimpi buruk bisa membuat seseorang terbangun tengah malam dengan jantung berdebar kencang, dan tingkat kewaspadaan yang tinggi.
Banyak yang mengatakan bahwa penyebab seseorang bermimpi buruk adalah karena mereka menonton film horor sebelum tidur. Benarkah?
Mimpi buruk adalah hal yang normal
Psikolog Alaina Tiani, PhD, DBSM mengungkapkan bahwa mimpi buruk adalah hal yang normal, meskipun meninggalkan kesan yang kurang menyenangkan.
"Merupakan hal yang biasa untuk mengalami lebih banyak mimpi buruk daripada biasanya ketika sedang mengalami masa-masa stres," kata Tiani, dilansir dari Cleveland Clinic, Kamis (15/1/2026).
Namun, frekuensi mimpi buruk akan berkurang setelah pemicu stres teratasi. Jika berlanjut selama berminggu-minggu, sampai berbulan-bulan, sebaiknya periksakan ke profesional.
Penyebab mimpi buruk
Film horor
Hal pertama yang dapat membuat seseorang bermimpi buruk adalah menonton film horor. Faktanya, apa pun yang menyebabkanmu stres atau cemas pada akhirnya bisa mendatangkan mimpi buruk.
Jadi, kamu mungkin perlu berpikir dua kali sebelum membaca novel tentang pembunuhan atau menonton film misteri yang menegangkan. Tak cuma itu, menonton berita yang membuat cemas atau melakukan percakapan sulit terkadang juga memicu mimpi buruk.
Mengalami stres dalam kehidupan
Jika kamu sedang menghadapi masa-masa sulit, baik itu pindah tempat baru, punya pekerjaan baru, perpisahan yang sulit, atau kehilangan orang yang dicintai, hal ini dapat memengaruhi cara kerja otak di malam hari.
“Masalah yang tidak terselesaikan yang kita alami sepanjang hari, dapat berubah menjadi mimpi buruk,” kata Tiani.
Ilustrasi mimpi. Ilustrasi tidur.
Gangguan stres pasca-trauma
Mimpi buruk adalah salah satu respons stres yang terkait dengan PTSD, yaitu suatu gangguan kesehatan mental yang dapat berkembang setelah peristiwa traumatis yang mengancam hidup atau rasa aman seseorang. Diperkirakan ada 70-90 persen penderita PTSD mengalami mimpi buruk.
“Mimpi buruk ini sering kali berulang, sering terjadi, dan sangat nyata atau mengganggu, dan biasanya terkait dengan pengalaman traumatis yang dialami seseorang," jelas Tiani.
Pengobatan utama PTSD adalah terapi bicara alias konseling. Seorang terapis dapat membantu kita menghadapi kenangan dan emosi yang menyusahkan dengan aman, sehingga dapat mengurangi gejala seperti mimpi buruk dan flashback.
Alkohol dan zat lainnya
Obat-obatan, alkohol, dan kafein, semuanya dapat menyebabkan mimpi buruk, begitu juga dengan withdrawal (efek berhenti) dari zat-zat ini.
“Beberapa orang melaporkan adanya korelasi antara mengonsumsi kafein terlalu dekat dengan waktu tidur, dan peningkatan aktivitas mimpi buruk,” kata Tiani.
Obat-obatan tertentu
Mimpi buruk bisa menjadi efek samping dari beberapa obat, seperti beberapa jenis antidepresan, termasuk inhibitor reuptake serotonin selektif dan antidepresan trisiklik, serta obat psikotik.
Kemudian obat golongan beta-blocker, yang mengobati tekanan darah tinggi dan kondisi jantung lainnya.
Obat-obatan lainnya misalnya obat untuk parkinson, diabetes, atau obesitas, juga sering menyebabkan mimpi buruk. Jika mulai mengalami mimpi buruk dan mencurigai hal itu terkait dengan pengobatan, konsultasi dengan dokter.
Apnea tidur obstruktif
Gangguan tidur umum lainnya yang telah dikaitkan dengan mimpi buruk adalah sleep apnea obstruktif yang tidak diobati.
“Orang dengan kondisi ini pada dasarnya tidak mendapatkan cukup oksigen ke otak mereka karena gangguan pernapasan selama malam hari, yang telah sangat terkait dengan mimpi buruk," ucap Tiani.
Mimpi buruk yang terkait dengan apnea tidur obstruktif terkadang menampilkan tema-tema menakutkan yang berhubungan dengan pernapasan seperti pencekikan, sesak napas, tersedak, dan terjebak di ruang sempit, seperti di dalam lift.
Tag: #waspadai #stres #berkepanjangan #bisa #bikin #sering #mimpi #buruk