6 Sebab Kulit Kepala Tiba-tiba Berketomba, Bisa karena Stres
Ilustrasi conditioner.(Dok. Freepik/Freepik)
12:20
14 Januari 2026

6 Sebab Kulit Kepala Tiba-tiba Berketomba, Bisa karena Stres

- Ketombe yang muncul secara tiba-tiba sering membuat banyak orang panik dan merasa ada yang salah dengan tubuhnya. 

Padahal, dalam banyak kasus, ketombe bukanlah tanda penyakit serius. Menurut para dokter kulit, kondisi ini lebih sering berkaitan dengan kebiasaan perawatan rambut, lingkungan, hingga gaya hidup sehari-hari.

“Kulit kepala kita seperti kulit di bagian tubuh lain. Ia bereaksi terhadap perubahan kebersihan, hormon, stres, hingga lingkungan,” kata Jeannette Graf, MD, dokter kulit bersertifikat, disadur dari Allure, Selasa (13/1/2026).

Penyebab Kulit Kepala Tiba-tiba Berketombe

Berikut beberapa penyebab paling umum mengapa kulit kepala bisa tiba-tiba berketombe.

1. Jarang mencuci rambut

Jarang mencuci rambut dapat menyebabkan penumpukan minyak dan sel kulit mati di kulit kepala. 

Dokter kulit bersertifikat di Texas, Heidi Prather, DO menjelaskan, jarang keramas bisa memicu penumpukan minyak.

“Tidak mencuci kulit kepala dapat menyebabkan penumpukan minyak dan pertumbuhan flora normal yang berlebihan. Flora tersebut termasuk ragi bernama Malassezia,” kata dia. 

Menurut Deanne Mraz Robinson, MD, dokter kulit bersertifikat di Connecticut, jika jumlah ragi ini terlalu banyak, sel kulit akan bereproduksi lebih cepat sehingga memicu pengelupasan berlebih yang tampak sebagai ketombe. 

Bahkan tanpa kelebihan ragi sekalipun, penumpukan sebum dan sel kulit mati tetap bisa menyebabkan ketombe.

2. Terlalu sering mencuci rambut

Selain itu, mencuci rambut terlalu sering juga dapat memicu masalah. Hal ini justru bisa memunculkan ketombe di kulit kepala.

“Mencuci kulit kepala secara berlebihan bisa membuatnya memproduksi minyak lebih banyak sebagai bentuk kompensasi,” ujar Kseniya Kobets, MD, dokter kulit dan direktur dermatologi kosmetik di Montefiore.

Graf menambahkan, kebutuhan mencuci rambut berbeda pada tiap orang. Kuncinya adalah mengenali kebutuhan kulit kepala masing-masing.

“Mereka yang kulit kepalanya berminyak mungkin perlu keramas setiap dua hari, sedangkan yang kulit kepalanya kering bisa cukup seminggu sekali,” jelasnya. 

3. Produk styling rambut yang tidak cocok

Beberapa produk styling justru bisa memperparah ketombe. Para ahli juga tidak menyarankan untuk memakai kondisioner atau produk berbasis minyak langsung ke kulit kepala.

“Produk yang mengandung alkohol dapat menyebabkan kulit kepala kering, yang kemudian memicu produksi sebum berlebih dan akhirnya menimbulkan ketombe,” terang Robinson.

Produk tersebut seharusnya hanya digunakan dari tengah hingga ujung rambut. Penggunaan yang keliru dapat memperparah penumpukan minyak dan memicu ketombe.

4. Pola makan yang tidak seimbang

Apa yang Anda makan juga memengaruhi kondisi kulit kepala. Makanan tinggi gula dan lemak tidak sehat dapat meningkatkan peradangan, termasuk di kulit kepala.

Ia menyarankan konsumsi makanan kaya omega-3 dan sayuran hijau. Nutrisi ini membantu mengatur produksi minyak dan memiliki sifat antiinflamasi yang dapat meredakan gejala ketombe.

5. Lingkungan yang panas dan lembab

Cuaca turut berperan besar. Prather menjelaskan, kulit kepala cenderung lebih kering di musim dingin, sementara ketombe sering lebih parah di musim panas akibat keringat, kelembapan, dan produksi minyak yang meningkat.

“Lingkungan yang lembap, hangat, dan basah sangat mendukung pertumbuhan Malassezia,” tambah Robinson. 

Bahkan olahraga di gym saat musim dingin pun bisa memicu ketombe karena keringat yang terperangkap di kulit kepala.

6. Stres yang tidak terkelola

Stres juga bisa menjadi pemicu ketombe. Hormon kortisol meningkat akibat stres yang memicu produksi minyak semakin banyak. Jika minyak menumpuk di kulit kepala, ketombe lebih mudah muncul.

“Saat hormon kortisol meningkat, peradangan dan produksi sebum ikut naik,” ujar Robinson.

Meski ketombe bukan tanda penyakit serius, kondisi ini bisa menjadi sinyal bahwa tubuh sedang berada dalam tekanan fisik atau emosional.

Kandungan yang membantu mengatasi ketombe

Untuk mengatasinya, Anda bisa memilih sampo dengan bahan aktif tertentu. Prather mengatakan, produk antiketombe mengandung bahan yang menurunkan peradangan, mengatasi pertumbuhan ragi, dan membantu eksfoliasi kulit kepala.

Beberapa bahan yang direkomendasikan:

  • Zinc pyrithione dan ketoconazole, yang menargetkan ragi penyebab ketombe.
  • Asam salisilat, untuk membantu mengangkat sisik kulit.
  • Tea tree oil, yang bersifat antimikroba dan antiinflamasi.

Namun, bila ketombe tidak membaik atau semakin parah, sebaiknya konsultasikan ke dokter kulit. 

Dokter dapat meresepkan produk khusus, agar kulit kepala kembali sehat lebih cepat.

Dengan memahami penyebabnya, ketombe yang muncul tiba-tiba tak lagi harus membuat panik. 

Sering kali, perubahan kecil dalam kebiasaan perawatan rambut dan gaya hidup sudah cukup untuk membuat kondisi ini mereda.

Tag:  #sebab #kulit #kepala #tiba #tiba #berketomba #bisa #karena #stres

KOMENTAR