Mencegah Saluran ASI Tersumbat dan Mastitis pada Ibu Menyusui
Memberikan ASI secara langsung kepada bayi memiliki beragam manfaat positif, termasuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi dan mempererat bonding yang menyehatkan mental ibu dan bayi.
Namun, menyusui sendiri terkadang memiliki kendala, salah satunya adalah mastitis atau peradangan pada jaringan payudara yang disertai infeksi.
Mastitis umumnya terjadi ketika ASI tidak mengalir dengan lancar sehingga terjadi penyumbatan atau penumpukan ASI. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sekitar 10–30 persen ibu menyusui mengalami mastitis setidaknya sekali selama masa laktasi,
Dokter Spesialis Bedah Umum di Bethsaida Hospital Gading Serpong, Natalia Maria Christina mengingatkan, keluhan nyeri atau bengkak pada payudara saat menyusui tidak boleh langsung dianggap sepele.
Baca juga: Agar Ibu Bisa Menyusui hingga Dua Tahun, Ini Dukungan yang Dibutuhkan
“Ibu perlu memperhatikan apakah keluhan hanya terasa di satu area payudara, atau sudah disertai demam, menggigil, dan rasa tidak enak badan. Gejala sistemik seperti ini dapat mengarah ke mastitis dan perlu pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Dipaparkan oleh dr.Natalia, ibu baru biasanya tidak bisa membedakan antara saluran ASI tersumbat dengan mastitis.
Saluran ASI Tersumbat (Clogged Duct) adalah kondisi ketika ASI terperangkap di dalam jaringan payudara akibat aliran yang tidak lancar, namun belum disertai peradangan hebat atau infeksi bakteri sekunder.
"Sedangkan mastitis adalah kondisi inflamasi atau peradangan pada jaringan payudara. Hal ini bisa dipicu oleh bendungan ASI yang berkepanjangan maupun akibat masuknya bakteri melalui celah atau luka pada puting payudara (mastitis infeksi)," paparnya.
Baca juga: Tanda Menyusui Efektif, Berat Badan Bayi Bertambah
Penanganan pertama mencegah mastitis
Penanganan yang cepat dan tepat sangat krusial agar saluran ASI yang tersumbat tidak memburuk menjadi mastitis, atau agar mastitis tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih berat seperti abses (nanah).
Menurut dr.Natalia, langkah awal adalah tetap menyusui bayi. Sebab, pengosongan payudara secara berkala adalah kunci utama melancarkan kembali aliran ASI.
"Susui bayi sesering mungkin, dimulai dari sisi payudara yang bermasalah," sarannya.
Gunakan kompres hangat beberapa menit sebelum menyusui atau memerah untuk membantu memicu let-down reflex dan melancarkan aliran ASI. Setelah menyusui, gunakan kompres dingin untuk membantu meredakan rasa nyeri dan mengurangi bengkak.
Baca juga: Cukupi Kebutuhan Gizi Ibu Menyusui agar ASI Berkualitas
Kemudian lakukan pijatan sangat lembut dari arah pangkal payudara menuju puting saat menyusui atau mandi air hangat.
“Kekeliruan yang sering terjadi adalah memijat payudara yang bengkak dengan keras demi menghancurkan sumbatan. Secara klinis, tindakan ini berbahaya karena dapat merobek jaringan internal payudara yang meradang, sehingga infeksi justru meluas. Pijatan harus dilakukan dengan sangat lembut, seperti usapan,” ungkap dr. Natalia.
Ibu juga perlu memperbaiki posisi menyusui. Pastikan mulut bayi melekat dengan benar pada payudara untuk memastikan pengosongan ASI yang optimal dan mencegah lecet pada puting yang bisa menjadi jalan masuk bakteri.
Baca juga: Stres Bisa Menghambat ASI pada Ibu Menyusui, Begini Penjelasan Ahli
Pertolongan medis
Jika dalam waktu 24–48 jam keluhan saluran tersumbat tidak membaik, atau jika gejala mengarah pada mastitis (terdapat demam tinggi, kemerahan yang meluas, dan tubuh menggigil), maka penanganan medis oleh dokter diperlukan.
Beberapa tindakan yang bisa dilakukan antara lain mengonsumsi obat pereda nyeri dan radang, serta obat antibiotik yang diresepkan dokter.
“Jangan remehkan demam tinggi serta payudara yang mengeras dan memerah saat menyusui. Mastitis yang tidak cepat ditangani bisa berkembang menjadi abses atau kantung nanah di dalam payudara," kata dr.Natalia.
Jika sudah sampai tahap abses, penanganannya tidak cukup dengan obat-obatan, melainkan harus melalui tindakan pembedahan kecil atau drainase untuk mengeluarkan nanah tersebut.
Baca juga: Apakah Korset Payudara Berbahaya? Ini Kata Dokter
Tag: #mencegah #saluran #tersumbat #mastitis #pada #menyusui