Rupiah Ditutup Melemah 82 Poin ke Level 18.049 Hari Ini
ilustrasi rupiah dollar AS, dolar hari ini. Rupiah Tembus Rp 18.029 per Dollar AS, Ini Barang yang Berpotensi Naik Harga Jika Rupiah Terus Melemah(ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)
19:12
4 Juni 2026

Rupiah Ditutup Melemah 82 Poin ke Level 18.049 Hari Ini

 Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Rupiah berada di level Rp 18.049 per dollar Amerika Serikat (AS).

Mengutip data Bloomberg, rupiah melemah 82 poin atau 0,46 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 17.966 per dolar AS.

Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan rupiah dipicu meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah.

Kondisi tersebut membuat investor tetap berhati-hati terhadap aset berisiko.

Ketegangan bertambah setelah Iran menyerang Kuwait dan Bahrain dengan rudal pada Rabu (3/6/2026).

Amerika Serikat juga disebut menyerang Pulau Qeshm, Iran.

"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 82 point sebelumnya sempat melemah 90 point dilevel Rp.18.049 dari penutupan sebelumnya," ujar Ibrahim dalam risetnya, Kamis.

Baca juga: BPOM Siapkan Relaksasi untuk Redam Dampak Rupiah Lemah ke Harga Obat

Ibrahim mengatakan tekanan terhadap rupiah juga datang dari Amerika Serikat.

Jumlah pekerja di perusahaan swasta AS pada Mei 2026 dilaporkan meningkat melebihi ekspektasi.

Kondisi tersebut membuat pasar memperkirakan bank sentral AS atau The Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuan pada level tinggi dalam waktu lebih lama.

Dari dalam negeri, pasar mencermati risiko defisit fiskal Indonesia yang dikhawatirkan semakin mendekati 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Kekhawatiran itu muncul seiring lonjakan harga minyak mentah dunia.

Pasar juga masih menunggu kepastian terkait potensi reklasifikasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia. Sampai saat ini, belum ada keputusan pasti terkait isu tersebut.

Baca juga: Di Balik Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Ada Tekanan pada Rupiah dan Daya Beli

Data perdagangan April 2026 turut menjadi perhatian pasar.

Surplus perdagangan menurun karena biaya impor minyak melonjak dan melampaui kinerja ekspor.

Sementara itu, inflasi Mei 2026 meningkat menjadi 3,08 persen akibat kenaikan harga barang impor.

Tekanan terhadap sentimen pasar juga bertambah setelah Moody's Ratings memberikan peringkat pertama untuk PT Danantara Investment Management pada level Baa2 dengan outlook negatif.

"Terkait outlook negatif tersebut, Moody’s menilai penilaian ini berdasarkan kaitan kuat antara Danantara Investment Management, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, dan pemerintah Indonesia sebagai pemilik penuh Danantara," kata Ibrahim

"Dalam jangka panjang, peringkat tersebut kemungkinan akan bergerak sejalan dengan peringkat sovereign Indonesia.. Peringkat Danantara Investment Management bisa turun, jika peringkat soveregin Indonesia melemah," sambungnya.

Tag:  #rupiah #ditutup #melemah #poin #level #18049 #hari

KOMENTAR