China Punya Rudal Baru PL-16, Lebih Kuat dari yang Jatuhkan Rafale India
Ilustrasi rudal China.(PLA EASTERN THEATER COMMAND via AFP)
16:30
5 Juni 2026

China Punya Rudal Baru PL-16, Lebih Kuat dari yang Jatuhkan Rafale India

China diduga tengah mengembangkan rudal udara-ke-udara generasi terbaru bernama PL-16 yang disebut memiliki kemampuan melampaui pendahulunya, PL-15.

Berdasarkan sebuah gambar materi presentasi, rudal tersebut diklaim mampu menjangkau jarak lebih dari 300 kilometer (186 mil) berkat mesin roket dengan daya dorong variabel.

Informasi mengenai PL-16 muncul beberapa pekan setelah gambar pertama rudal udara-ke-udara terbaru milik Angkatan Udara Amerika Serikat, AIM-260, beredar.

Baca juga: Iran Murka Usai Serangan AS, Ancam Gempur dengan Rudal

Rudal buatan China itu disebut menjadi salah satu alasan Washington mengembangkan AIM-260.

Namun, keaslian gambar yang berisi detail PL-16 tersebut belum dikonfirmasi secara independen.

PL-16 menjangkau lebih jauh dari AIM-260

Menurut laporan South China Morning Post, Rabu (3/6/2026), rudal PL-15 saat ini menjadi tulang punggung persenjataan rudal udara-ke-udara Angkatan Udara China.

Sementara itu, penerusnya, PL-16, dilaporkan telah dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir meski informasinya masih sangat terbatas.

Sebuah gambar yang beredar di internet disebut sebagai materi presentasi mengenai perkembangan rudal udara-ke-udara China, mulai dari PL-11, PL-12, PL-15 hingga PL-16.

Berdasarkan klaim dalam gambar tersebut, PL-16 akan memiliki jangkauan yang lebih dari 50 persen lebih jauh dibandingkan AIM-260. Hal ini berarti rudal Amerika tersebut disebut lebih sebanding dengan PL-15 yang memiliki jarak jangkau sekitar 200 kilometer.

Materi itu juga menyebut PL-16 akan memiliki performa yang jauh lebih baik dibandingkan PL-15, dengan “jangkauan serangan yang lebih panjang, kemampuan anti-gangguan yang lebih kuat, peningkatan kemampuan menembus pertahanan dan bertahan hidup, serta kemampuan adaptasi operasional yang lebih luas.”

Teknologi baru 

Dalam materi yang beredar, PL-16 disebut akan menggunakan mesin roket padat dengan daya dorong variabel.

Teknologi tersebut memungkinkan pengaturan dorongan secara terus-menerus dan waktu nyata untuk mengoptimalkan penggunaan energi, sehingga berpotensi memberikan jangkauan lebih jauh.

Rudal ini juga diklaim memiliki sistem komunikasi data dua arah serta radar Active Electronically Scanned Array (AESA).

Sebagai perbandingan, PL-15 menggunakan mesin roket padat dual-pulse yang memungkinkan jangkauan lebih panjang.

Rudal tersebut juga telah dilengkapi radar AESA serta sistem komunikasi data satu arah untuk menerima pembaruan posisi target selama penerbangan.

Baca juga: Drone-Rudal Iran Hantam Kuwait, Bandara Internasional Rusak Parah

Sementara AIM-260 milik Amerika Serikat juga dilaporkan menggunakan mesin roket padat dual-pulse dan pencari target berbasis radar AESA.

PL-15 China pernah jatuhkan Rafale

Kepulan asap terlihat setelah serangan artileri menyasar distrik Poonch di wilayah Jammu, India, Rabu, 7 Mei 2025. Saat perang India-Pakistan awal mula berkecamuk, delapan orang tewas dan 29 luka-luka. Penelitian Telah Meramalkan Perang India-Pakistan pada 2025, Seperti Apa Jadinya?AFP/PUNIT PARANJPE Kepulan asap terlihat setelah serangan artileri menyasar distrik Poonch di wilayah Jammu, India, Rabu, 7 Mei 2025. Saat perang India-Pakistan awal mula berkecamuk, delapan orang tewas dan 29 luka-luka. Penelitian Telah Meramalkan Perang India-Pakistan pada 2025, Seperti Apa Jadinya?

Nama PL-15 mulai mendapat perhatian internasional setelah varian ekspornya, PL-15E, digunakan Angkatan Udara Pakistan untuk menembak jatuh beberapa jet tempur India dalam konflik tahun lalu.

Peristiwa tersebut menjadi pertama kalinya rudal buatan China itu diuji dalam situasi pertempuran nyata.

Salah satu insiden yang dilaporkan melibatkan jet tempur Rafale buatan perusahaan Perancis Dassault milik India.

Pesawat tersebut disebut dihancurkan oleh rudal PL-15E yang diluncurkan dari jarak lebih dari 180 kilometer oleh jet tempur J-10CE buatan China.

Keberhasilan tersebut meningkatkan perhatian terhadap kemampuan rudal udara-ke-udara China, terutama dalam pertempuran jarak jauh.

Di sisi lain, AIM-260 dikembangkan Amerika Serikat sebagai rudal udara-ke-udara generasi baru. Ukurannya disebut mirip dengan AIM-120, rudal udara-ke-udara paling canggih Amerika saat ini.

Dengan desain tersebut, AIM-260 diperkirakan dapat ditempatkan di ruang senjata internal pesawat seperti Lockheed Martin F-22 Raptor dan Lockheed Martin F-35 Lightning II, tetapi dengan jangkauan yang jauh lebih panjang.

Rudal tersebut menggunakan konfigurasi badan tanpa sayap dan hanya mengandalkan empat sirip ekor untuk kendali.

Baca juga: AS Tembakkan Rudal Hellfire ke Kapal yang Terobos Selat Hormuz, Tujuan ke Iran

Tag:  #china #punya #rudal #baru #lebih #kuat #dari #yang #jatuhkan #rafale #india

KOMENTAR