Ritel Modern Tak Khawatir dengan Kopdes Merah Putih, Aprindo: Segmennya Berbeda
Tiga warga memperlihatkan beras SPHP murah yang dibeli pada peluncuran Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (16/5/2026). Penjualan beras murah seharga Rp50 ribu per karung ukuran lima kilogram yang diinisiasi Kodam XII/Tanjungpura tersebut dilaksanakan bersamaan dengan peluncuran 1.061 titik KDKMP oleh Presiden Prabowo Subianto yang dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. ANTARA FO
19:08
4 Juni 2026

Ritel Modern Tak Khawatir dengan Kopdes Merah Putih, Aprindo: Segmennya Berbeda

 Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menilai keberadaan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDMP) tidak akan berdampak langsung terhadap bisnis ritel modern.

Pelaku usaha ritel saat ini lebih fokus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan dibandingkan mengkhawatirkan persaingan dengan koperasi desa.

Direktur sekaligus Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dan Ketua Umum Aprindo, Solihin, mengatakan strategi utama perusahaan saat ini adalah memperkuat pelayanan melalui kanal offline maupun online.

"Jadi ini pertanyaannya, hal-hal yang sifatnya kita lebih, tadi sudah sampaikan kinerja kita, kita lebih fokus kepada, kalau kaitan dengan tadi pertanyaan bagaimana dengan KDMP ya, kita fokus terhadap peningkatan pelayanan,” ujar Solihin di Alfa Tower, Tangerang, Kamis (4/6/2026).

“Karena basis yang sekarang ini kan di luar daripada kita punya offline, kita juga meningkatkan pelayanan secara online. Itu yang kita fokuskan," tambahnya.

Baca juga: Penutupan Gerai Modern demi Kopdes Dinilai Berisiko Tambah Pengangguran

Solihin mengatakan Aprindo maupun pelaku ritel modern tidak melihat KDMP sebagai ancaman bagi bisnis ritel saat ini.

Menurut dia, koperasi desa dan ritel modern memiliki segmentasi pasar berbeda.

"Karena kalau ditanya bagaimana pengaruhnya terhadap KDMP, kita pastikan bahwa saat ini kita fokus terhadap pelayanan dan kita terus bagaimana manajemen berbicara tentang peningkatan pelayanan, karena segmennya masih berbeda seperti itu," kata dia.

Solihin juga menyatakan terbuka terhadap peluang kerja sama antara ritel modern dan KDMP.

Namun, sampai saat ini belum ada pengajuan kerja sama yang diterima.

“Untik kerja sama, ya siapapun bisa saja, tapi saat ini kita memang belum ada permintaan kerja sama yang diajukan ke kita atas hal tersebut," ujarnya.

Baca juga: Viral Produk Jualan Kopdes Merah Putih Mirip Minimarket, Ekonom Wanti-wanti Hal Ini

Sebelumnya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono meminta pengelolaan bisnis Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mengutamakan produk lokal.

Pernyataan tersebut disampaikan Ferry saat berkunjung ke Kabupaten Pamekasan dan meresmikan Koperasi Induk Tembakau Madura Sejahtera (Kitmas) di Desa Bumbungan, Kecamatan Larangan, Sabtu (21/2/2026).

Ferry mengatakan gerai KDMP akan dikelola dengan konsep ritel modern.

Gerai tersebut akan hadir di desa-desa dan mengutamakan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

"Produk lokal di Madura, khususnya di Pamekasan menjadi prioritas untuk dikelola di gerai KDMP," katanya.

Tag:  #ritel #modern #khawatir #dengan #kopdes #merah #putih #aprindo #segmennya #berbeda

KOMENTAR