Siap-Siap Sambut Lebaran Dua Kali dalam Setahun, Kapan Tepatnya dan Kenapa Bisa Terjadi?
Umat Muslim di dunia, terutama di Indonesia akan menyambut fenomena unik yakni Idulfitri alias lebaran dua kali dalam satu tahun.
Alhasil dalam satu kalender tahun masehi, akan ada dua kali perayaan Idulfitri yang dirayakan oleh umat Muslim.
Fenomena tersebut unik, lantaran akan membawa dampak sosial yang besar seperti mudik lebaran, libur, pemberian THR, hingga salat hari raya Idulfitri dua kali dalam satu tahun masehi.
Pembicaraan tentang perayaan lebaran dua kali setahun tersebut memicu antusiasme dari umat Muslim yang tak sabar mendapat kebahagiaan hari kemenangan tak hanya sekali setahun.
Sayang, perayaan lebaran dua kali setahun tak jatuh pada tahun ini.
Meskipun demikian, momen tersebut akan tiba tak sampai satu dekade lagi.
Lantas, kapan perayaan lebaran dua kali setahun? Bagaimana fenomena tersebut bisa terjadi?
Kok Bisa Lebaran Dua Kali dalam Setahun?
Alasan utama mengapa Idulfitri bisa terjadi dua kali dalam setahun adalah adanya perbedaan jumlah hari antara Kalender Hijriah (berbasis peredaran Bulan) dan Kalender Masehi (berbasis peredaran Matahari).
Perbedaan berikut harus menjadi catatan utama untuk memahami perbedaan jumlah hari antara dua kalender tersebut.
- Kalender Masehi: Terdiri dari 365 hari (atau 366 hari pada tahun kabisat).
- Kalender Hijriah: Terdiri dari 354 atau 355 hari.
Terdapat selisih sekitar 10 hingga 12 hari setiap tahunnya. Karena kalender Hijriah lebih pendek, maka tanggal-tanggal penting Islam seperti awal Ramadan dan Idulfitri.
Selalu bergeser maju atau lebih awal dalam penanggalan Masehi. Pergeseran inilah yang membuat Idulfitri perlahan-lahan bergerak dari bulan Desember menuju Januari hingga akhirnya bertemu di tahun yang sama.
Kapan Fenomena Ini Akan Terjadi?
Berdasarkan perhitungan astronomis, umat Muslim tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menjumpai fenomena langka ini. Momen "Double Lebaran" diprediksi akan terjadi kembali pada tahun 2030.
Pada tahun tersebut, umat Muslim akan merayakan Idulfitri pada:
- Idulfitri 1451 H: Diperkirakan jatuh pada awal tahun, yakni sekitar tanggal 5 Januari 2030.
- Idulfitri 1452 H: Diperkirakan jatuh pada akhir tahun, yakni sekitar tanggal 26 Desember 2030.
Artinya, dalam rentang satu tahun kalender Masehi, akan ada dua kali gema takbir yang berkumandang menyambut hari kemenangan.
Pernahkah Terjadi Sebelumnya?
Fenomena ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Siklus ini berulang kurang lebih setiap 32 hingga 33 tahun sekali. Jika menengok ke belakang, sejarah mencatat beberapa tahun kala umat Muslim merayakan dua kali Idulfitri:
- Tahun 2000: Idulfitri jatuh pada tanggal 8 Januari (1420 H) dan 27 Desember (1421 H).
- Tahun 1968: Idulfitri jatuh pada tanggal 2 Januari dan 21 Desember.
Menariknya, karena pergeseran ini bersifat siklus, umat Muslim juga akan mengalami tahun di mana bulan Ramadan terjadi dua kali (di awal dan akhir tahun), yang kemudian ditutup dengan Idulfitri yang juga terjadi dua kali di tahun yang sama atau tahun berikutnya.
Namun menjadi catatan bahwa meskipun secara astronomis dapat diprediksi, penetapan resmi tanggal Idulfitri di Indonesia tetap akan mengikuti hasil sidang isbat yang dilakukan oleh Pemerintah melalui pemantauan hilal secara langsung.
Hikmah di Balik Fenomena Lebaran Dua Kali
Secara religi, fenomena tersebut mengingatkan kepada umat Muslim akan kebesaran tata surya yang telah diatur sedemikian rupa.
Tidak ada yang kebetulan dalam perhitungan waktu Allah. Momen dua kali Idulfitri dalam setahun menjadi pengingat bagi umat-Nya untuk senantiasa bersyukur atas kesempatan ibadah yang diberikan.
Selain itu, ada fakta unik bahwa jatuhnya Idulfitri 1452 H yang diprediksi berdekatan dengan perayaan Natal pada Desember 2030 bukan sekadar kebetulan kalender.
Fenomena ini menyimpan pesan spiritual dan sosial yang mendalam, terutama bagi bangsa yang majemuk seperti Indonesia.
Kontributor : Armand Ilham
Tag: #siap #siap #sambut #lebaran #kali #dalam #setahun #kapan #tepatnya #kenapa #bisa #terjadi