Apakah Mimpi Selalu Berwarna? Ini Temuan Para Peneliti
- Setiap malam kita bermimpi, tetapi sering kali tidak dapat mengingatnya. Terkadang kita bisa mengingat detail yang sangat jelas.
Di hari lain, kita hanya bisa menggambarkan garis besar mimpi tersebut. Namun, bagaimana dengan warna? Apakah kebanyakan orang bermimpi dalam warna seperti di dunia nyata, atau hitam putih seperti film lama?
Dikutip dari Live Science, Minggu (11/1/2026), penelitian modern menunjukkan, televisi dan film sangat berpengaruh terhadap bagaimana seseorang mengalami mimpi, dan apa yang dapat diingat saat terbangun.
"Karena kita terbiasa dengan media berwarna, kita berpikir mimpi pasti seperti menonton film atau menonton sesuatu di YouTube," kata seorang profesor filsafat di University of California, Amerika Serikat (AS), Eric Schwitzgebel.
Mimpi tidak selalu berwarna
Serial televisi dan film masa kini berwarna, sama seperti apa yang manusia lihat dengan mata sendiri di dunia nyata. Inilah yang membuat manusia cenderung berasumsi bahwa mimpi juga berwarna.
Kendati demikian, tidak selalu demikian. Sampai tahun 1960-an, para peneliti mengira, sebagian besar orang bermimpi dalam hitam putih, dan survei telah mendukung hipotesis ini.
Ada sebuah studi bertajuk "The Frequency with Which a Group of Unselected College Students Experience Colored Dreaming and Colored Hearing" oleh Warren C. Middleton dari Department of Psychoogy, DePauw University, AS, yang dipublikasi dalam The Journal of General Psychology pada tahun 1942.
Studi ini melibatkan 277 orang, dan menemukan bahwa 70,7 persen mahasiswa tahun kedua yang disurvei, jarang atau tidak pernah melihat warna dalam mimpi mereka.
Sekitar 60 tahun kemudian, Schwitzgebel melakukan sebuah studi bertajuk "Do People Still Report Dreaming in Black and White? An Attempt to Replicate a Questionnaire from 1942", yang dipublikasi di SageJournals pada tahun 2003.
Ia mengajukan pertanyaan yang sama kepada sekelompok 124 mahasiswa, dan hasilnya telah berubah drastis.
Studi Schwitzgebel menunjukkan, kurang dari 20 persen mahasiswa melaporkan jarang atau tidak pernah melihat warna dalam mimpi mereka.
Ada studi lain bertajuk "Colors in Dreams and the Introduction of Color TV in Germany: An Online Study" oleh Nina Konig, Luisa M. Heizmann, Anja S. Goritz, dan Michael Schredl pada tahun 2017, yang mengungkapkan hasil serupa.
Pola mimpi dan warna
Peneliti Eva Murzyn menemukan pola dalam studinya yang bertajuk "Do We Only Dream in Colour? A Comparison of Reported Dream Colour in Younger and Older Adults with Different Experiences of Blak and White Media", dipublikasi pada tahun 2008.
Orang-orang yang lahir sebelum munculnya televisi dan film berwarna, jauh lebih mungkin untuk melaporkan mengalami mimip hitam dan putih, dibandingkan orang yang lahir setelahnya.
Ini menunjukkan bahwa cara manusia menafsirkan mimpi, dipengaruhi oleh jenis media yang dikonsumsi.
Faktor lain yang menyebabkan mimpi berwarna
Hiburan bukanlah satu-satunya faktor. Sebagian besar dari apa yang manusia dapatkan dari mimpi, berkaitan dengan seberapa akurat mereka mengingatnya, dan detail mana yang paling melekat dalam ingatan.
"Mimpi didefinisikan sebagai pengalaman subjektif selama tidur," tutur Schredl yang merupakan Head of Research di Sleep Laboratory, Central Institute of Mental Health, Medical Faculty Mannheim, Heidelberg University, Jerman.
"Dan satu-satunya cara kita dapat memahaminya adalah jika orang tersebut mengingatnya setelah bangun tidur. Masalah utamanya adalah, seberapa baik kamu mengingatnya?" lanjut dia.
Sama seperti dalam kehidupan nyata, warna benda bisa sangat mudah dilupakan jika sesuai dengan apa yang kita harapkan untuk dilihat.
Misalnya, sebuah pisang berwarna kuning di dalam mimpi mungkin tidak akan meninggalkan kesan yang mendalam.
Menurut Schredl, kamu tidak akan mengingatnya, dan akan sulit untuk mengingatnya. Beda halnya jika pisang tersebut berwarna pink neon.
Terlebih lagi, jika warna tertentu penting bagi seseorang, mereka mungkin lebih cenderung mengingatnya.
"Jika warna tersebut memiliki makna khusus bagi orang tersebut dalam kehidupan nyatanya, maka mungkin warna tersebut menunjukkan sesuatu," kata Schredl.
"Ini bukan tentang warnanya sendiri, tetapi bagaimana warna itu memengaruhi orang tersebut," sambung dia.
Tag: #apakah #mimpi #selalu #berwarna #temuan #para #peneliti