Apakah Diet 90-30-50 Benar-benar Efektif Menurunkan Berat Badan? Ini Kata Ahli Gizi
Ilustrasi diet. Temukan apakah diet 90-30-50 bisa membantu Anda menurunkan berat badan dengan lebih sehat dan efektif, serta apa yang perlu diperhatikan sebelum mencobanya.(FREEPIK)
12:20
9 Januari 2026

Apakah Diet 90-30-50 Benar-benar Efektif Menurunkan Berat Badan? Ini Kata Ahli Gizi

Belakangan ini, diet 90-30-50 menjadi viral di TikTok dan menarik perhatian banyak orang yang ingin menurunkan berat badan tanpa harus menghindari makanan favorit mereka.

Diet ini berfokus pada rasa kenyang, bukan hanya pada kalori atau kuantitas makanan. Namun, apakah diet ini benar-benar efektif dan aman untuk dilakukan?

Para ahli membahas apakah diet 90-30-50 dapat membantu menurunkan berat badan dan apakah ini benar-benar sehat.

Apa itu diet 90-30-50?

Diet 90-30-50 adalah pendekatan diet yang mengutamakan konsumsi minimal 90 gram protein, 30 gram serat, dan 50 gram lemak sehat setiap hari.

Diet ini bertujuan untuk meningkatkan rasa kenyang dengan mengonsumsi makanan kaya nutrisi.

“Prinsip diet ini adalah untuk memastikan tubuh mendapatkan jumlah minimum protein, serat, dan lemak sehat yang diperlukan,” ujar Frances Largeman-Roth, seorang ahli gizi terdaftar, seperti dikutip dari Today.

Bahan-bahan yang dianjurkan dalam diet ini meliputi ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak sehat, dan berbagai makanan nabati lainnya.

Dengan meningkatnya konsumsi protein, serat, dan lemak sehat, diet ini dipercaya dapat membantu menstabilkan gula darah dan mendukung manajemen berat badan dengan cara yang lebih alami dan tidak membatasi makanan.

Bagaimana diet ini bekerja?

Ilustrasi diet ketat. Temukan apakah diet 90-30-50 bisa membantu Anda menurunkan berat badan dengan lebih sehat dan efektif, serta apa yang perlu diperhatikan sebelum mencobanya.FREEPIK Ilustrasi diet ketat. Temukan apakah diet 90-30-50 bisa membantu Anda menurunkan berat badan dengan lebih sehat dan efektif, serta apa yang perlu diperhatikan sebelum mencobanya.

Salah satu cara umum untuk mengelola berat badan adalah dengan menghitung makronutrien, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, sesuai dengan kebutuhan energi tubuh.

“Diet 90-30-50 menggunakan angka yang sama untuk hampir semua orang, tanpa mempertimbangkan usia, ukuran tubuh, atau tingkat aktivitas,” jelas Erin Palinksi-Wade, ahli gizi terdaftar.

Ini berbeda dengan diet makronutrien tradisional yang biasanya disesuaikan dengan kebutuhan individual.

Selain itu, diet 90-30-50 menyoroti pentingnya serat dalam diet sehari-hari, sedangkan banyak diet makronutrien hanya fokus pada jumlah karbohidrat tanpa memperhatikan kualitas serat yang masuk.

Apakah diet 90-30-50 efektif menurunkan berat badan?

Diet ini bisa saja membantu menurunkan berat badan, tetapi itu bukan jaminan.

Penurunan berat badan terjadi ketika seseorang mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang dibakar tubuh.

“Jika dengan diet ini Anda merasa kenyang lebih lama dan akhirnya makan lebih sedikit, kemungkinan besar Anda akan melihat penurunan berat badan,” jelas Palinksi-Wade.

Namun, penting untuk diingat bahwa diet ini berfokus pada kualitas makanan yang dikonsumsi dan meningkatkan rasa kenyang daripada membatasi kalori secara ketat.

Apakah diet ini aman?

Diet 90-30-50 dapat aman jika diterapkan dengan bijak, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

“Jika Anda hanya fokus pada angka minimum yang ditentukan, Anda bisa berisiko mengonsumsi kurang dari 1.000 kalori sehari, yang bisa berbahaya bagi tubuh yang sehat dan aktif,” kata Largeman-Roth.

Namun, jika Anda menggunakan angka-angka ini sebagai panduan, maka diet ini dapat seimbang dan aman.

Bagi orang yang belum terbiasa mengonsumsi serat dalam jumlah besar, meningkatkan konsumsi serat secara drastis hingga 30 gram per hari dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

“Pastikan Anda meningkatkan asupan serat secara bertahap dan minum cukup cairan untuk menghindari masalah pencernaan,” tambah Palinksi-Wade.

Siapa saja yang tidak disarankan mengikuti diet 90-30-50?

Diet ini mungkin bukan pilihan terbaik bagi beberapa kelompok orang.

“Diet ini bisa menjadi titik awal yang baik bagi seseorang yang ingin meningkatkan kualitas diet mereka secara keseluruhan, terutama untuk orang yang sehat,” kata Palinksi-Wade.

Namun, bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti penyakit ginjal, diabetes, atau gangguan pencernaan, diet ini mungkin tidak cocok.

Selain itu, wanita hamil, ibu menyusui, dan anak-anak sebaiknya tidak mengikuti diet ini tanpa pengawasan medis.

“Bagi mereka yang memiliki riwayat makan yang tidak sehat atau atlet yang membutuhkan karbohidrat lebih banyak untuk performa, diet ini mungkin bukan pilihan yang tepat,” kata Largeman-Roth.

Tag:  #apakah #diet #benar #benar #efektif #menurunkan #berat #badan #kata #ahli #gizi

KOMENTAR