Mengenal Bahan Filler Dagu dan Perbedaan Masa Ketahanannya
- Filler dagu menjadi salah satu prosedur estetika yang banyak dipilih untuk membantu membentuk kontur wajah.
Namun, tidak semua filler memiliki karakteristik dan daya tahan yang sama. Jenis bahan yang digunakan menjadi faktor penting yang menentukan seberapa lama hasil filler dapat bertahan di dalam tubuh.
Dokter kecantikan dr. Friska Natasya, dipl.AAAM., menjelaskan bahwa filler pada dasarnya merupakan bahan yang disuntikkan ke dalam wajah untuk membentuk atau memperbaiki kontur wajah, termasuk area dagu.
“Jadi filler itu kan sebenarnya adalah bahan yang disuntikkan ke dalam wajah untuk membentuk kontur wajah,” ujarnya kepada Kompas.com di Skin Evo Clinic, Jakarta Selatan, Rabu (19/11/2025).
Bahan filler yang umum digunakan
Menurut dr. Friska, terdapat beberapa jenis bahan filler yang digunakan dalam dunia estetika. Namun, dua yang paling sering dipakai adalah asam hialuronat dan calcium hydroxyapatite.
“Macam-macam bahannya, ada yang bahannya calcium hydroxyapatite, ada yang bahannya asam hialuronat, tapi mostly yang paling umum digunakan adalah asam hialuronat ini,” jelasnya.
Asam hialuronat menjadi pilihan utama karena karakteristiknya yang relatif aman dan familiar bagi tubuh.
Asam hialuronat, bahan yang menyerupai milik tubuh
Dr. Friska menjelaskan bahwa asam hialuronat sebenarnya bukanlah zat asing sepenuhnya bagi tubuh.
Bahan ini secara alami sudah ada di dalam tubuh manusia, terutama pada jaringan kulit.
“Asam hialuronat ini sebenarnya adalah bahan alami yang ada di badan kita. Cuma ini kayak dibuat pabrikan, dimasukkan untuk membentuk kontur wajah tadi,” ujarnya.
Meski berasal dari bahan buatan, asam hialuronat yang digunakan dalam filler sudah dirancang menyerupai struktur alami yang sudah dikenal oleh tubuh.
“Bukan bahan alami dari tubuh kita, tapi kita juga punya secara alami ada di badan kita si asam hialuronat. Ini cuma buatan yang menyerupai itu,” kata dr. Friska.
Ketahanan filler asam hialuronat
Dari sisi durabilitas, filler berbahan asam hialuronat memiliki masa ketahanan yang relatif lebih singkat dibandingkan calcium hydroxyapatite.
“Kalau asam hialuronat ini memang jangka masa ketahanannya itu lebih cepat hilang dibandingkan yang si kalsium hydroxyapatite,” ujar dr. Friska.
Namun, lama ketahanan asam hialuronat juga dipengaruhi oleh kekentalan bahan yang digunakan.
“Kalau si asam hialuronat itu balik lagi tergantung kekentalan dari filler-nya itu sendiri. Semakin kental, semakin tahan lama,” jelasnya.
Secara umum, hasil filler asam hialuronat dapat bertahan sekitar satu hingga satu setengah tahun.
Keunggulan asam hialuronat: bisa dinetralkan
Salah satu kelebihan utama filler berbahan asam hialuronat adalah kemampuannya untuk dinetralkan jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Kalau seandainya memang pasiennya tiba-tiba kurang suka, atau ada amit-amit salah suntik, kita tuh bisa suntik antifiller,” ujar dr. Friska.
Keunggulan ini membuat asam hialuronat sering dianggap lebih fleksibel, terutama bagi pasien yang baru pertama kali mencoba prosedur filler.
Calcium hydroxyapatite, ketahanan lebih panjang
Berbeda dengan asam hialuronat, filler berbahan calcium hydroxyapatite dikenal memiliki daya tahan yang lebih lama di dalam tubuh.
“Kalau si kalsium hidroksiapatit itu lama, bisa sampai tiga tahun, lima tahun,” jelas dr. Friska.
Dibandingkan asam hialuronat, jenis filler ini cenderung dipilih pada kondisi tertentu karena karakteristiknya yang bertahan lebih panjang.
Namun, dr. Friska menegaskan bahwa setiap bahan filler memiliki pertimbangan tersendiri. Oleh sebab itu, pemilihan jenis filler perlu disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi wajah, serta tujuan tindakan estetika masing-masing pasien.
Tag: #mengenal #bahan #filler #dagu #perbedaan #masa #ketahanannya