Apa yang Terjadi pada Filler Dagu di Dalam Tubuh Setelah 1–2 Tahun?
Ilustrasi filler.(FREEPIK)
13:05
29 Desember 2025

Apa yang Terjadi pada Filler Dagu di Dalam Tubuh Setelah 1–2 Tahun?

- Salah satu pertanyaan yang mungkin sering muncul setelah menjalani filler dagu adalah apa yang sebenarnya terjadi pada filler setelah masa ketahanannya berakhir.

Secara umum, filler dagu disebut dapat bertahan sekitar satu hingga dua tahun. Namun, proses yang terjadi di dalam tubuh setelah periode tersebut tidak selalu sama pada setiap orang. Hal ini bergantung pada respons biologis tubuh terhadap bahan filler yang disuntikkan.

Dokter kecantikan dr. Friska Natasya, dipl.AAAM., menjelaskan bahwa filler pada dasarnya akan diproses oleh tubuh, meski tidak selalu hilang sepenuhnya.

“Dia sudah dimetabolisme oleh tubuh, jadi dia hilang. Tapi memang penelitian bilang dia enggak 100 persen hilang,” ujarnya kepada Kompas.com di Skin Evo Clinic, Jakarta Selatan, Rabu (19/11/2025).

Filler tidak menunjukkan dampak buruk

Menurut dr. Friska, filler bukanlah bahan yang baru digunakan dalam dunia estetika maupun medis. 

Penggunaannya sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini tidak menunjukkan dampak buruk jangka panjang.

“Ini filler kan bukan baru setahun, dua tahun, lima tahun, sudah lama banget gitu. Dan enggak ada efek apa-apa,” katanya.

Dokter kecantikan dr. Friska Natasya, dipl.AAAM. saat ditemui Kompas.com di Skin Evo Clinic, Jakarta Selatan, RAbu (19/11/2025).KOMPAS.com/Aliyah Shifa Rifai Dokter kecantikan dr. Friska Natasya, dipl.AAAM. saat ditemui Kompas.com di Skin Evo Clinic, Jakarta Selatan, RAbu (19/11/2025).

Hal ini menegaskan bahwa keberadaan filler di dalam tubuh, meski tidak sepenuhnya hilang, bukan berarti berbahaya.

Bisa bertahan lebih dari dua tahun

Dalam kondisi tertentu, filler justru dapat bertahan lebih lama dari perkiraan awal. Bahkan, ada pasien yang hasil filler-nya masih terlihat setelah dua hingga tiga tahun tanpa perlu tindakan ulang.

“Jadi ada keadaan-keadaan tertentu di mana filler ini justru bertahannya lebih dari setahun dua tahun ini,” ujar dr. Friska.

Ia menjelaskan bahwa meskipun bahan filler dibuat semirip mungkin dengan komponen alami tubuh, filler tetap dikenali sebagai benda asing.

Filler tidak hilang sepenuhnya

Menurut dr. Friska, pada sebagian orang, tubuh dapat merespons filler dengan membentuk semacam lapisan atau kantong di sekeliling bahan tersebut.

“Ada satu keadaan di mana badan kita ini bisa membungkus dia, kayak membentuk satu kantong,” jelasnya.

Kantong ini kemudian melindungi filler dari proses pemecahan oleh enzim tubuh.

“Membentuk satu kantong di mana filler-nya itu ada di dalam. Pada saat filler ini terbentuk di dalam kantong ini, enzim-enzim pemecah filler yang ada di badan kita tadi enggak bisa menembus kantong ini,” lanjutnya.

Akibatnya, filler menjadi lebih sulit dipecah dan bisa bertahan dalam waktu yang lebih lama, bahkan tetap ada di dalam tubuh pasien.

Dinilai sebagai hasil yang baik

Menurut dr. Friska, kondisi tersebut justru dapat dianggap sebagai hasil yang baik, selama penyuntikan dilakukan dengan teknik yang benar dan hasilnya terlihat natural.

“Sebenarnya kalau menurut pandangan aku sebagai dokter estetik, kalau seandainya suntiknya benar, hasilnya bagus, justru ini hasil keadaan yang baik,” katanya.

Dengan demikian, filler dagu yang tidak sepenuhnya hilang setelah satu hingga dua tahun bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. 

Respons tubuh terhadap filler bisa berbeda-beda, dan dalam kondisi tertentu, filler yang bertahan lebih lama justru menandakan hasil yang optimal.

Tag:  #yang #terjadi #pada #filler #dagu #dalam #tubuh #setelah #tahun

KOMENTAR