Faktor yang Memengaruhi Ketahanan Hasil Filler Dagu
- Ketahanan filler dagu tidak selalu sama pada setiap orang. Pada sebagian pasien, hasil filler bisa bertahan hingga lebih dari satu tahun, sementara pada kasus lain bisa memudar lebih cepat meski jenis bahan dan prosedur yang diberikan serupa.
Menurut dokter kecantikan dr. Friska Natasya, dipl.AAAM., perbedaan durasi tersebut dipengaruhi dua faktor dari gaya hidup sehari-hari, yaitu metabolisme tubuh yang tinggi dan konsumsi alkohol.
“Ada. Penggunaan konsumsi alkohol, minum-minum alkohol gitu, kemudian olahraga yang kuat,” ujarnya kepada Kompas.com di Skin Evo Clinic, Jakarta Selatan, Rabu (19/11/2025).
Metabolisme tubuh yang tinggi
Menurut dr. Friska, salah satu faktor yang memengaruhi cepat atau lambatnya masa ketahanan filler adalah tingginya metabolisme tubuh seseorang.
Hal ini dapat terjadi melalui aktivitas olahraga berat yang bisa meningkatkan metabolisme tubuh sehingga filler ikut dimetabolisme lebih cepat.
“Misalnya orang yang rajin olahraga biasanya metabolisme itu semakin tinggi, itu mempercepat filler-nya ini juga di metabolisme sehingga lebih cepat habis,” tutur dr. Friska.
Meski demikian, hal ini tidak berarti orang yang telah menjalani filler dagu harus menghentikan aktivitas fisik sepenuhnya.
Ia mengatakan, orang dengan intensitas olahraga yang tinggi memiliki perbedaan durasi ketahanan yang tidak terlalu berbeda dengan mereka yang tidak melakukan aktivitas tersebut.
Namun, pada kondisi tertentu, efek olahraga ekstrem bisa terlihat lebih jelas. Dr. Friska menceritakan pengalamannya menangani pasien yang rutin berolahraga berat setiap hari.
Pada pasien tersebut, hasil filler dagu tidak bertahan sesuai perkiraan awal.
“Dua bulan, tiga bulan, hilang filler-nya. Kok sudah cekung lagi?” sambungnya.
Berdasarkan penjelasan dr. Friska, filler yang digunakan pada pasien tersebut tergolong kental dan seharusnya mampu bertahan lebih lama.
“Padahal filler yang kita gunakan, filler-nya lumayan kental yang harusnya dia bertahan kurang lebih setahun kemudian,” ujar dr. Friska.
Mengonsumsi alkohol
Selain olahraga berat, konsumsi alkohol juga menjadi faktor yang memengaruhi ketahanan filler dagu.
Melihat pada kasus pasien yang sama, kebiasaan minum alkohol turut mempercepat masa ketahanan filler dagu.
Ketika prosedur filler dagu diulang, hasilnya tetap tidak bertahan lama.
“Pada pasien itu, waktu itu aku kerjakan sekali lagi, tapi ternyata berulang lagi polanya. Dua bulan, tiga bulan, hilang,” katanya.
Alternatif tindakan
Dalam kondisi seperti itu, dr. Friska menilai bahwa tidak semua kondisi perlu dipaksakan untuk terus diulang dengan filler.
Ia menyebut, jika pasien tetap ingin mengisi area wajah agar lebih proporsional, mereka bisa mempertimbangkan prosedur lain, seperti bedah plastik yang disebut sebagai fat graft.
“Kalaupun seandainya dia memang mau mengisi daerah-daerah yang cekung, fat graft. Pakai lemak. Itu dia ambil, itu proses bedah. Proses yang berbeda,” tutupnya.
Tag: #faktor #yang #memengaruhi #ketahanan #hasil #filler #dagu