Filler Dagu pada Usia Muda, Kapan Perlu Dilakukan dan Apa Tujuannya?
Ilustrasi filler.(FREEPIK)
14:35
27 Desember 2025

Filler Dagu pada Usia Muda, Kapan Perlu Dilakukan dan Apa Tujuannya?

- Tidak hanya untuk wajah yang mengalami proses penuaan, filler dagu juga dapat dilakukan pada usia muda, dengan tujuan dan fungsi yang berbeda.

Menurut dokter kecantikan, dr. Friska Natasya, dipl.AAAM., filler dagu pada pasien usia muda bukan ditujukan untuk mengatasi tanda penuaan, melainkan untuk membantu memperbaiki proporsi wajah tertentu yang secara struktur memang kurang seimbang.

“Beda fungsi. Kalau pasien-pasien yang usia muda, filler dagu itu untuk pasien-pasien yang memang dagunya pendek,” ujarnya kepada Kompas.com di Skin Evo Clinic, Jakarta Selatan, Rabu (19/11/2025).

Bisa dilakukan apabila dagu pendek

Pada sebagian orang, wajah tetap terlihat bulat meski sudah menjalani diet ketat. Kondisi ini kerap disalahartikan sebagai penumpukan lemak, padahal bisa berkaitan dengan struktur wajah.

“Jadi ada pasien-pasien yang sudah diet ketat, tapi tetap mukanya kesannya bulat karena memang dagunya tadi pendek,” jelas dr. Friska.

Dalam kondisi tersebut, perubahan pola makan atau penurunan berat badan tidak selalu memberi efek signifikan pada tampilan wajah karena faktor utamanya terletak pada panjang dan bentuk dagu.

Memperbaiki proporsi wajah secara vertikal

Dr. Friska menjelaskan bahwa wajah memiliki dimensi vertikal dan horizontal. Ketidakseimbangan antara kedua dimensi ini dapat memengaruhi kesan bentuk wajah secara keseluruhan.

“Kalau wajah ini kan kita ada bagian vertikalnya, ada bagian horizontalnya. Nah dia horizontalnya itu enggak seimbang sama si vertikalnya,” ujarnya.

Pada pasien usia muda dengan dagu pendek, filler dagu bermanfaat dalam menambah panjang vertikal wajah.

Prosedur ini bertujuan untuk menciptakan kesan wajah yang lebih proporsional.

“Kalau pada pasien muda memang filler dagu itu bertujuan untuk nambah ke panjang vertikalnya, sehingga kesannya wajahnya itu lebih ramping,” kata dr. Friska.

Di samping itu, masih ada anggapan bahwa filler dagu sebaiknya tidak dilakukan pada usia muda karena dikhawatirkan akan memengaruhi proses penuaan di kemudian hari. 

Namun, dokter menegaskan bahwa prosedur ini tetap aman selama dilakukan sesuai indikasi.

“Selagi memang dia sesuai dengan kebutuhannya. Kalau seandainya memang dagunya pendek, wajahnya bulat karena memang dagunya pendek, enggak apa-apa dilakukan filler dagu karena sesuai dengan indikasi,” ujar dr. Friska.

Dagu tidak pendek, bolehkah filler?

Dr. Friska mengatakan bahwa ada pasien yang secara struktur sebenarnya tidak memiliki dagu pendek, tetapi tetap ingin melakukan filler dagu agar terlihat lebih lancip. 

Dalam kondisi seperti ini, dokter akan melakukan penilaian terlebih dahulu.

Ia menjelaskan bahwa keinginan melakukan filler dagu tidak selalu berarti tindakan tersebut harus dilakukan. 

Menurutnya, tujuan utama dari prosedur estetika adalah membantu pasien tampil lebih baik secara proporsional.

“Kan tujuan kita dari lakukan filler-filler ini semua supaya makin cakep. Kalau seandainya dagu lancip tidak bikin dia makin cakep, kenapa kita kerjakan?” ujar dr. Friska.

“Kalau masih bisa, aku kerjakan. Tapi kalau tidak, tidak aku kerjakan. Terlalu panjang,” tambahnya.

Menurut dr. Friska, persepsi kecantikan setiap orang memang berbeda. Ada pasien yang merasa kurang meski secara proporsi wajah sudah seimbang.

Dalam situasi tersebut, dokter memiliki peran untuk memberikan batasan agar hasil tindakan tetap terlihat wajar dan proporsional.

“Tugas kita sebagai dokter juga untuk mengerem pasien-pasien,” kata dr. Friska.

Meskipun demikian, dr. Friska menegaskan bahwa setiap kasus tetap dinilai secara individual. Selama dari sisi medis dan estetika masih dinilai sesuai, tindakan filler dagu dapat dipertimbangkan.

Tag:  #filler #dagu #pada #usia #muda #kapan #perlu #dilakukan #tujuannya

KOMENTAR