Manfaat Filler Dagu untuk Mengatasi Perubahan Wajah akibat Penuaan
- Pada wajah yang menua, filler dagu dimanfaatkan untuk membantu mengatasi perubahan struktur wajah yang terjadi secara alami seiring bertambahnya usia.
Ketika proses penuaan terjadi, volume wajah dapat mengalami perubahan. Beberapa area bisa tampak menumpuk, sementara area lain mengalami penyusutan, termasuk dagu.
Kondisi tersebut tidak jarang membuat wajah terlihat berat di bagian bawah dan kehilangan keseimbangan proporsinya.
“Jadi pada proses aging, ada area-area tertentu yang lemaknya akan bertambah. Itu di daerah smile line dan marionette line,” ujar dr. Friska Natasya, dipl.AAAM. kepada Kompas.com di Skin Evo Clinic, Jakarta Selatan, Rabu (19/11/2025).
Adapun smile line merupakan lipatan yang terbentuk dari sisi hidung hingga ke sudut mulut, yang biasanya terlihat saat seseorang tersenyum.
Sementara itu, marionette line adalah lipatan yang terletak dari daerah mulut ke arah dagu, garis ini tampak lebih jelas seiring bertambahnya usia.
Di samping proses penuaan, dr. Friska menuturkan bahwa filler dagu juga dapat dilakukan pada usia muda, tergantung indikasi dan kebutuhan pasien.
Mengisi volume dagu yang berkurang
Seiring usia, dagu menjadi salah satu area yang mengalami penyusutan. Hal ini terjadi karena lapisan tulang menipis, lemak berkurang, dan jaringan penyangga kulit mengendur.
“Daerah dagu hilang, di mana lapisan tulang akan makin menipis, kemudian lapisan lemaknya juga akan berkurang, jaringan-jaringan penyangga di kulit juga akan kendor, itu sebabnya dia habis,” jelas dokter.
Dalam kondisi ini, filler dagu dimanfaatkan untuk membantu mengisi kembali area yang kehilangan volume.
Dengan adanya tambahan volume di dagu, struktur wajah bagian bawah dapat tampak kembali lebih tersangga.
Ilustrasi
Membantu menyeimbangkan proporsi wajah
Manfaat lain dari filler dagu pada wajah adalah membantu menyeimbangkan proporsi wajah yang berubah karena proses penuaan.
Saat volume dagu berkurang sementara area depan wajah justru bertambah, jarak antarstruktur wajah menjadi tidak seimbang.
“Dari pelipis, dahi, kemudian area daerah belakang wajah akan berkurang, jaraknya mungkin jomplang,” ujar dr. Friska.
Dengan mengisi area dagu, keseimbangan proporsi wajah dapat kembali lebih imbang sehingga kesan wajah berat di bagian bawah berkurang.
Efeknya, lipatan di sekitar mulut seperti smile line dan marionette line dapat tampak lebih ringan meski area tersebut tidak disuntik secara langsung.
Makan dan mengunyah tidak memengaruhi filler dagu
Selain manfaat struktural, filler dagu juga dinilai aman untuk aktivitas sehari-hari. Berbeda dengan area wajah yang aktif bergerak, dagu termasuk area yang relatif tidak banyak bergerak.
Aktivitas sehari-hari seperti makan dan mengunyah kerap dikhawatirkan dapat memengaruhi hasil filler dagu. Namun, dr. Friska menegaskan bahwa hal tersebut tidak menjadi masalah.
“Tidak ada pengaruhnya sama sekali. Jadi di wajah itu ada area bergerak dan ada area tidak bergerak kita sebutnya,” ujar dr. Friska.
Menurutnya, dagu termasuk area wajah yang relatif tidak bergerak, berbeda dengan area sekitar mulut yang aktif saat berbicara atau tersenyum.
“Sedangkan dagu, kita mau ngomong gimana ini area diam. Selama penempatannya benar, mau makan apa pun tidak apa-apa,” katanya.
Dengan demikian, konsumsi makanan berat atau aktivitas mengunyah tidak memengaruhi posisi maupun ketahanan filler dagu. Selama prosedur dilakukan dengan teknik yang tepat, pasien tetap dapat beraktivitas seperti biasa.
Meski begitu, dr. Friska tetap menyarankan kehati-hatian pada periode awal setelah tindakan, terutama dalam 24 jam pertama, untuk menghindari benturan keras pada area dagu.
Tag: #manfaat #filler #dagu #untuk #mengatasi #perubahan #wajah #akibat #penuaan