Memahami Akupunktur: Asal Usul, Cara Kerja, dan Dampaknya bagi Kesehatan
- Berakar dari tradisi pengobatan Tiongkok yang telah dipraktikkan selama berabad-abad, akupuntur menjadi salah satu teknik penyembuhan yang paling dikenal di dunia. Akupuntur dipercaya mampu meredakan berbagai keluhan, mulai dari nyeri fisik hingga stres. Meski bersifat tradisional, hingga kini teknik ini terus dipelajari dan diadopsi secara modern.
Menurut National Institute of Health (NIH), akupunktur merupakan sistem pengobatan yang menggunakan jarum kecil atau tekanan pada titik-titik tertentu di tubuh. Praktik ini berakar pada pengobatan tradisional Tiongkok (Traditional Chinese Medicine/TCM) dan dipengaruhi oleh prinsip filosofis Konfusianisme serta Taoisme.
Sejarah Panjang Akupunktur
Dikutip dari artikel 'A True History of Acupuncture' karya David Ramey dan Paul D. Buell, perkembangan akupunktur dapat ditelusuri melalui berbagai temuan arkeologis dan teks medis kuno. Temuan awal yang signifikan berasal dari tahun 1970-an, yaitu empat jarum emas dan lima jarum perak di makam Pangeran Liu Sheng dari Dinasti Han, di Provinsi Hebei. Karena jarum-jarum tersebut ditemukan bersama peralatan terapeutik lainnya, para ahli menduga benda itu digunakan dalam praktik penusukan tertentu. Namun, tujuan maupun teknik spesifiknya belum dapat dipastikan dan kemungkinan berbeda dengan akupunktur modern.
Dasar teori akupunktur baru tersusun lebih jelas dalam Huang Di Neijing, teks medis klasik Tiongkok yang merupakan gabungan tulisan dari berbagai periode. Versi paling awal yang dapat dilacak berasal dari abad ke-5 hingga ke-8 M. Teks ini memperkenalkan gagasan mengenai pusat fungsi tubuh yang terhubung melalui saluran utama dan sekunder sebagai jalur aliran qi. Bagian-bagian awal buku ini juga menunjukkan pengaruh praktik bloodletting atau pengeluaran darah, sehingga pada masa itu penusukan jarum hanya menjadi bagian kecil dari keseluruhan metode pengobatan. Sebagian besar terapi masih berfokus pada pembedahan ringan, pengeluaran darah, dan pijat.
Perkembangan akupunktur lebih terstruktur terjadi pada era Dinasti Song (960-1279 M), salah satunya melalui karya Wang Weiyi yang menciptakan patung perunggu dengan titik akupunktur. Kemajuan berikutnya muncul pada masa Dinasti Qing akhir (1644-1911) ketika jarum baja halus mulai digunakan. Meskipun demikian, sepanjang sejarahnya, akupunktur masih dianggap sebagai tradisi kecil dalam pengobatan Tiongkok. Kebangkitannya baru terjadi dalam beberapa dekade terakhir.
Keraguan mengenai efektivitas tusuk jarum juga muncul sejak awal. Tulisan Dinasti Han mencatat bahwa "jika seseorang tidak percaya pada penusukan, maka jangan menggunakannya," menandakan adanya perdebatan sejak dulu. Minat terhadap akupunktur pun semakin menurun. Upaya penghapusan akupunktur sempat dilakukan oleh pemerintah Tiongkok, antara lain pada 1822 ketika Dinasti Qing melarang pengajaran akupunktur dan moksibusi.
Kebangkitan akupunktur terjadi pada tahun 1950-1960-an saat Mao Zedong mempromosikan pengobatan tradisional sebagai solusi bagi keterbatasan tenaga medis, meski Mao sendiri tidak menggunakannya untuk perawatan pribadinya. Minat dunia terhadap akupunktur meningkat pesat setelah kunjungan Presiden AS Richard Nixon ke Tiongkok pada tahun 1972, yang membuka kembali hubungan kedua negara dan memperkenalkan praktik ini ke kancah internasional.
Akupuntur dalam Pemahaman Tiongkok
Dalam masyarakat Tiongkok, kesehatan dipahami sebagai hasil dari keseimbangan qi, yaitu energi vital yang mengalir melalui tubuh dan berkaitan dengan konsep yin dan yang. Teori qi berdasar pada lima elemen utama yang harus berada dalam kondisi seimbang. Ketika terjadi hambatan atau kelebihan pada salah satu unsur tersebut, aliran energi menjadi terganggu.
Akupunktur kemudian berfungsi untuk membuka hambatan atau menurunkan kelebihan qi di jalur alirannya, yang dikenal sebagai meridian. Dalam pandangan ini, kesehatan tidak hanya sebatas tidak adanya penyakit, melainkan hubungan antara fungsi-fungsi tubuh yang berjalan harmonis. Setiap gejala dipandang sebagai hasil dari ketidakseimbangan qi yang unik pada tiap individu, sehingga pemulihan kesehatan dicapai melalui pemulihan keseimbangannya.
Cara Kerja Akupunktur dalam Pandangan Barat
Melansir NHS.UK, akupunktur dalam pandangan medis Barat dilakukan berdasarkan diagnosis medis. Metode ini bekerja dengan merangsang saraf sensorik di bawah kulit dan otot. Rangsangan tersebut memicu tubuh melepaskan zat alami seperti endorfin yang berfungsi meredakan rasa sakit.
Zat-zat inilah yang diyakini menghasilkan manfaat terapeutik dari akupunktur. Biasanya, pasien dianjurkan menjalani beberapa sesi karena perbaikan kondisi umumnya muncul secara bertahap.
Efek Akupunktur terhadap Tubuh
Menurut Hopkins Medicine, titik-titik akupunktur diyakini mampu merangsang sistem saraf pusat, sehingga memicu pelepasan zat kimia di otot, sumsum tulang belakang, dan otak. Perubahan biokimia ini dapat mengaktifkan kemampuan penyembuhan alami tubuh serta meningkatkan kesejahteraan fisik dan emosional.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa akupunktur efektif digunakan secara mandiri maupun dikombinasikan dengan terapi medis konvensional. Beberapa kondisi yang dapat diatasi antara lain, mual akibat anestesi dan kemoterapi, nyeri setelah operasi gigi, kecanduan, sakit kepala, kram menstruasi, nyeri punggung bawah, asma, hingga membantu pemulihan setelah stroke.
Tag: #memahami #akupunktur #asal #usul #cara #kerja #dampaknya #bagi #kesehatan