Orang yang Terlalu Memikirkan Masa Lalunya Biasanya Menunjukkan 6 Perilaku Ini, Terus Mencari Validasi hingga Insomnia
Salah satu perilaku orang yang terlalu memikirkan masa lalu adalah sulit mengambil keputusan (freepik)
22:38
6 September 2024

Orang yang Terlalu Memikirkan Masa Lalunya Biasanya Menunjukkan 6 Perilaku Ini, Terus Mencari Validasi hingga Insomnia

Pada dasarnya merenungkan masa lalu bisa menjadi pedang bermata dua.

Meskipun dapat memberikan pelajaran berharga terkadang bisa menjadi lingkaran obsesif karena terlalu banyak berpikir.

Orang yang suka berpikir berlebihan akan menyelami masa lalunya secara mendalam, mereka akan mencoba menguraikan setiap detail dan tanpa menyadari pola dalam perilaku yang muncul sebagai akibatnya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai beberapa perilaku orang yang terlalu memikirkan masa lalu sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Jumat (6/9) sebagai berikut :

1. Mereka terus-menerus mencari validasi

Orang yang terlalu banyak berpikir cenderung meragukan keputusan dan tindakan mereka di masa lalu.

Hal ini sering kali menimbulkan kebutuhan kompulsif untuk mendapatkan validasi.

Perilaku ini muncul karena keinginan mereka untuk memastikan bahwa mereka tidak melakukan kesalahan atau kehilangan pilihan yang lebih baik.

Sering kali, mereka mencari validasi ini dari orang lain dengan berulang kali meminta pendapat atau persetujuan mereka.

2. Mereka kesulitan melepaskan penyesalan

Perilaku umum orang yang terlalu memikirkan masa lalu adalah berkutat pada penyesalan di masa itu dan memikirkan kemungkinan-kemungkinan lain. Kita seolah-olah percaya bahwa dengan memutar ulang skenario di kepala kita, kita dapat mengubah masa lalu.

Namun kenyataannya, yang dilakukan justru membuat kita berhenti dan mencegah kita untuk melangkah maju.

3. Mereka kesulitan dalam pengambilan keputusan

Berpikir berlebihan tentang peristiwa masa lalu dapat memengaruhi pengambilan keputusan saat ini.

Pemikir berlebihan menganalisis setiap aspek situasi secara cermat sebelum mengambil keputusan. Karena takut pilihan yang salah dapat menyebabkan penyesalan di masa mendatang.

Hal ini tercermin dalam sebuah penelitian dimana para peneliti menemukan bahwa individu yang cenderung memikirkan masa lalu menunjukkan kelumpuhan dalam mengambil keputusan. Bahkan sering kali kesulitan untuk membuat keputusan yang sederhana sekalipun.

4. Mereka sering mengalami kecemasan

Terlalu banyak memikirkan masa lalu tentu sangat melelahkan dan tidak dapat membawa Anda kemana pun. Kekacauan mental yang terus-menerus ini dapat memicu perasaan tidak nyaman dan cemas.

Orang yang terlalu banyak berpikir tentang masa lalu sering kali mendapati dirinya terjebak dalam siklus kekhawatiran dan ketakutan tentang kejadian masa lalu, mempertanyakan tindakan dan keputusan mereka.

Kecemasan yang terus-menerus ini dapat memengaruhi kesejahteraan mereka secara keseluruhan sehingga sulit bagi mereka untuk menikmati momen saat ini.

5. Mereka mempertahankan hubungan yang telah berakhir

Salah satu perilaku menonjol orang yang memikirkan masa lalu secara berlebihan adalah perjuangan mereka untuk melepaskan hubungan masa lalu.

Mereka sering kali mendapati diri mereka merenungkan persahabatan atau hubungan romantis yang hilang.

Pasalnya terus-menerus memikirkan hubungan masa lalu dapat membuat mereka sulit menjalin ikatan baru atau menghargai hubungan yang mereka miliki saat ini.

6. Rentan terhadap insomnia

Orang yang terlalu memikirkan masa lalu sangat rentan mengalami insomnia. Pasalnya mereka tidak bisa tidur karena kerap memutar ulang kejadian di masa lalu, menganalisis percakapan dan berkutat pada penyesalan.

Kegelisahan mental sering kali menyebabkan malam-malam tanpa tidur. Kesunyian yang sebenarnya digunakan untuk beristirahat dan menyegarkan pikiran justru menjadi kesempatan bagi pikiran untuk berpikiran negatif akan kejadian di masa lalu.

Editor: Hanny Suwindari

Tag:  #orang #yang #terlalu #memikirkan #masa #lalunya #biasanya #menunjukkan #perilaku #terus #mencari #validasi #hingga #insomnia

KOMENTAR