Universitas Harvard dan Stanford Kena Serangan Siber, Data Mahasiswa Terancam Bocor
- Ribuan institusi pendidikan di Amerika Serikat (AS), termasuk universitas ternama seperti Harvard dan Stanford, dilaporkan mengalami kelumpuhan akses pada platform pembelajaran Canvas.
Gangguan massal ini terjadi pada Kamis (7/5/2026) akibat serangan siber yang diklaim oleh grup hacker populer, ShinyHunters.
Serangan ini merupakan kelanjutan dari pelanggaran data yang terjadi sebelumnya, sebagaimana dilansir AFP.
Baca juga: 120.000 CCTV Di-hack, Dimanfaatkan Bikin Video Porno
Para mahasiswa yang mencoba mengakses sistem tersebut justru disambut dengan pesan ancaman dari kelompok peretas yang aktif sejak 2019 tersebut.
Berdasarkan laporan surat kabar mahasiswa Harvard Crimson dan unggahan di media sosial, para peretas menyatakan bahwa mereka berhasil membobol server Instructure, perusahaan induk Canvas, untuk kedua kalinya.
Dalam pesannya, ShinyHunters mengecam langkah mitigasi yang dilakukan oleh pihak perusahaan sebelumnya.
"Bukannya menghubungi kami untuk menyelesaikan masalah ini, mereka justru mengabaikan kami dan hanya melakukan penambalan keamanan," tulis kelompok tersebut.
Grup tersebut juga memberikan ultimatum kepada kampus-kampus yang terdampak untuk segera bernegosiasi sebelum 12 Mei.
Jika tidak, mereka mengancam akan membocorkan seluruh data yang telah dicuri ke publik.
"Jika ada kampus dalam daftar terdampak yang tertarik untuk mencegah perilisan data mereka, silakan berkonsultasi dengan firma penasihat siber dan hubungi kami secara pribadi untuk merundingkan penyelesaian," tulis grup tersebut.
Baca juga: Twitter Di-hack, 200 Juta Alamat Email Pengguna Bocor
Dampak peretasan
Pihak Stanford University mengonfirmasi bahwa platform Canvas saat ini tidak dapat diakses.
Stanford menjelaskan bahwa kendala tersebut bersumber dari masalah yang dialami oleh vendor mereka.
Meski sebelumnya Instructure sempat menyatakan bahwa masalah keamanan nasional telah berhasil diatasi, kenyataannya gangguan baru justru meluas ke berbagai institusi di seluruh penjuru negeri.
Adapun data yang berhasil dicuri dalam pelanggaran awal meliputi informasi sensitif para pengguna seperti nama lengkap, alamat email, hingga nomor identitas mahasiswa
Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai langkah konkret yang akan diambil oleh ribuan kampus tersebut dalam menanggapi tuntutan tebusan dari ShinyHunters.
Baca juga: Seluk Beluk Vodka, Cairan Ajaib Kesayangan Rusia, Life Hack untuk Berjuta Masalah
Tag: #universitas #harvard #stanford #kena #serangan #siber #data #mahasiswa #terancam #bocor