AS Tunda Pengawalan, Kapal Perancis Langsung Diserang di Selat Hormuz
TEHERAN, KOMPAS.com – Sebuah kapal kontainer milik perusahaan pelayaran Perancis menjadi sasaran serangan saat melintasi Selat Hormuz.
Insiden ini terjadi pada hari yang sama ketika Amerika Serikat mengumumkan penundaan operasi pengawalan kapal di jalur strategis tersebut.
Serangan tersebut menyebabkan sejumlah awak kapal terluka dan kerusakan pada kapal.
Baca juga: AS Resmi Akhiri Operasi Epic Fury, Apa Langkah Selanjutnya Hadapi Iran?
Kapal CMA CGM diserang
Perusahaan pelayaran Perancis CMA CGM menyatakan bahwa salah satu kapalnya menjadi target serangan saat melintasi Selat Hormuz pada Selasa (5/5/2026).
“CMA CGM San Antonio menjadi target serangan kemarin saat melintas di Selat Hormuz, yang mengakibatkan awak kapal mengalami luka-luka dan kerusakan pada kapal,” demikian pernyataan perusahaan pada Rabu (6/5/2026), seperti dikutip AFP.
Perusahaan menambahkan bahwa awak yang terluka telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.
Kapal tersebut berbendera Malta dan tengah menuju Mundra, India, berdasarkan data pelayaran.
Insiden ini merupakan gangguan terbaru di jalur pelayaran krusial tersebut di tengah konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung sejak 28 Februari.
Perang tersebut telah menghambat ratusan kapal dan membuat sekitar 20 persen perdagangan minyak global nyaris terhenti.
CMA CGM juga sebelumnya melaporkan bahwa salah satu kapalnya sempat menjadi target tembakan peringatan di kawasan yang sama bulan lalu, meski tidak menimbulkan korban luka.
Baca juga: Iran Konfirmasi Akan Tampil di Piala Dunia 2026, tapi Minta Jaminan Ini
Trump hentikan sementara pengawalan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (5/5/2026) menyatakan akan menghentikan sementara operasi militer untuk mengawal kapal-kapal di Selat Hormuz.
Pada Selasa, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan menghentikan sementara operasi militer untuk mengawal kapal-kapal di Selat Hormuz, menurut laporan Reuters.
Trump mengatakan, keputusan itu diambil karena adanya “kemajuan besar” menuju kesepakatan komprehensif dengan Iran.
Sebelumnya, operasi pengawalan tersebut dijalankan untuk membantu kapal-kapal keluar dari Selat Hormuz yang ditutup Iran sejak perang meletus.
Iran diketahui menolak melepaskan kendali atas Selat Hormuz dan memanfaatkannya sebagai alat tekanan dalam konflik.
Jalur ini merupakan salah satu rute pengiriman energi paling penting di dunia, sehingga setiap gangguan langsung berdampak pada perdagangan global.
Baca juga: Israel Siap-siap Kerahkan Semua Jet Tempur ke Iran, Dipimpin Bos Baru
Tag: #tunda #pengawalan #kapal #perancis #langsung #diserang #selat #hormuz