Geram Perang Tak Kunjung Usai, Trump Ultimatum Iran agar Sepakat Damai
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan ancaman terhadap Iran di tengah klaim bahwa kedua pihak semakin dekat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Dalam pernyataannya pada Rabu (6/4/2026), Trump menyebut pengeboman AS bisa kembali dilakukan dengan tingkat yang lebih tinggi jika Teheran tidak menyetujui kesepakatan.
“Dengan asumsi Iran setuju memberikan apa yang telah disepakati, yang mungkin merupakan asumsi besar, maka Epic Fury yang sudah legendaris akan berakhir,” tulis Trump di platform Truth Social, merujuk pada nama kampanye militer AS terhadap Iran, seperti dikutip AFP.
Baca juga: Di Balik Drone Shahed Iran, Peran Rahasia China Mulai Terungkap
“Jika mereka tidak setuju, pengeboman akan dimulai, dan itu akan berada pada tingkat dan intensitas yang jauh lebih tinggi daripada sebelumnya,” lanjutnya.
Klaim kemajuan menuju kesepakatan
Sebelumnya, Washington menyebut bahwa sebuah nota kesepahaman satu halaman hampir disepakati bersama Teheran.
Dokumen ini disebut akan mengakhiri perang sekaligus menjadi kerangka untuk negosiasi nuklir yang lebih rinci.
Menurut laporan, kesepakatan tersebut mencakup komitmen Iran untuk melakukan moratorium pengayaan nuklir, sementara Amerika Serikat akan mencairkan miliaran dolar dana Iran yang dibekukan.
Meski demikian, belum ada kesepakatan final. Sumber menyebut ini adalah posisi terdekat kedua pihak terhadap perjanjian sejak perang dimulai, dengan Washington kini menunggu respons Teheran dalam 48 jam ke depan.
Baca juga: Aliansi CICA Bisa Jadi Jalan Keluar Perang Iran, Apa Itu?
Operasi militer dihentikan sementara
Helikopter Apache AH-64 terbang saat berpatroli di Selat Hormuz pada 17 April 2026, di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel, yang berujung blokade jalur air strategis tersebut.
Sebelumnya, Trump mengumumkan penghentian sementara operasi militer AS yang bertujuan mengawal kapal dagang di Selat Hormuz. Operasi yang dinamai “Project Freedom” itu dihentikan hanya sehari setelah dimulai.
Trump mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah permintaan dari “mediator Pakistan dan negara-negara lain”, serta karena adanya kemajuan menuju kesepakatan.
“Kami telah sepakat bersama bahwa, sementara blokade tetap berlaku penuh, Project Freedom akan dihentikan sementara untuk melihat apakah kesepakatan dapat diselesaikan dan ditandatangani,” tulisnya.
Blokade tetap berlaku
Meski operasi dihentikan, Washington menegaskan bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran tetap diberlakukan, seiring Teheran masih menutup Selat Hormuz—jalur perdagangan vital yang telah mengguncang pasar dan memicu lonjakan harga energi.
Dalam bentuk saat ini, kesepakatan yang sedang dibahas akan mengakhiri perang dan membuka periode negosiasi selama 30 hari. Pembicaraan lanjutan disebut bisa digelar di Islamabad atau Jenewa.
Baca juga: AS Resmi Akhiri Operasi Epic Fury, Apa Langkah Selanjutnya Hadapi Iran?
Tag: #geram #perang #kunjung #usai #trump #ultimatum #iran #agar #sepakat #damai