Perang Iran Diduga Jadi Motif Penembakan di Jamuan Makan Gedung Putih
Pelaku penembakan di acara jamuan makan Gedung Putih yang diunggah Donald Trum ke media sosialnya. Ini Identitas Tersangka Pelaku Penembakan yang Bikin Trump Dievakuasi(Truth Social/Donald J. Trump)
20:42
6 Mei 2026

Perang Iran Diduga Jadi Motif Penembakan di Jamuan Makan Gedung Putih

- Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) mengidentifikasi perang Iran sebagai motif potensial di balik penembakan di acara makan malam Gedung Putih pada Sabtu (25/4/2026) malam.

Tersangka Cole Allen dituduh mencoba membunuh Presiden Donald Trump dan anggota senior pemerintahannya.

Informasi tersebut berdasarkan laporan intelijen yang dikirim ke penegak hukum negara bagian dan lokal di seluruh negeri dan lembaga federal lainnya, dilansir Reuters, Rabu (6/5/2026).

Itu adalah sebuah penilaian awal oleh Kantor Intelijen dan Analisis Departemen Keamanan Dalam Negeri tertanggal 27 April 2026.

Baca juga: Misteri Motif Penembakan Jamuan Makan Malam Gedung Putih


Konflik Iran disebut berkontribusi atas keputusan

Laporan intelijen menilai Cole Allen memiliki "berbagai keluhan sosial dan politik” dan menyimpulkan bahwa konflik Iran "mungkin telah berkontribusi pada keputusannya untuk melakukan serangan tersebut."

Pernyataan itu disertai dengan mengutip unggahan media sosial dari Allen yang mengkritik tindakan AS dalam perang di Timur Tengah.

Ini memberikan wawasan baru tentang upaya pemerintah AS mencari motif di balik serangan yang pada akhirnya berhasil digagalkan.

Baca juga: Gedung Putih Lockdown, Ada Penembakan Usai Konvoi Wapres AS

Meskipun masih bersifat pendahuluan, laporan itu menawarkan bukti paling pasti hingga saat ini bahwa konflik Iran, bisa jadi merupakan pemicunya.

Laporan, yang ditandai sebagai "Catatan Insiden Kritis," diperoleh melalui permintaan catatan publik oleh organisasi nirlaba transparansi Property of the People dan dibagikan kepada Reuters.

Juru bicara DHS dan Departemen Kehakiman AS tidak segera menanggapi permintaan komentar. Sementara FBI menolak berkomentar.

Baca juga: Tersangka Penembakan Jamuan Malam Trump Didakwa Upaya Pembunuhan

Pemeriksaan sementara terhadap Allen

Para pejabat AS sejauh ini hanya sedikit berkomentar tentang dugaan motivasi Allen, dan hanya merujuk pada email yang dikirim Allen kepada kerabatnya pada malam serangan itu.

Pesan tersebut, mengungkapkan kemarahan terhadap pemerintahan dan merujuk pada keinginannya untuk menargetkan "pengkhianat" yang sedang berpidato, tanpa menyebut nama Trump.

Dalam dokumen pengadilan, jaksa penuntut menuduh bahwa Allen tidak setuju dengan Trump secara politik dan ingin 'melawan' kebijakan dan keputusan pemerintah yang menurutnya tidak bermoral.

Baca juga: Misteri Motif Penembakan Jamuan Makan Malam Gedung Putih

Situasi saat insiden penembakan dalam acara jamuan makan malam koresponden Gedung Putih yang dihadiri Prrsiden AS Donald Trump pada Sabtu (25/4/2026).ANDREW HARNIK/AFP Situasi saat insiden penembakan dalam acara jamuan makan malam koresponden Gedung Putih yang dihadiri Prrsiden AS Donald Trump pada Sabtu (25/4/2026).

FBI telah melakukan pemeriksaan terperinci terhadap aktivitas media sosial dan jejak digital Allen dalam upaya mencari motif serangan, kata seorang pejabat penegak hukum senior kepada Reuters, yang berbicara dengan syarat anonim.

Pemeriksaan tersebut mencakup peninjauan unggahan di akun media sosial Bluesky yang terkait dengan Allen.

Isinya mengunggah dan membagikan berbagai pesan anti-Trump dalam beberapa minggu menjelang serangan tersebut.

FBI juga telah meninjau unggahan tahun 2024 di mana sebuah akun yang terhubung dengan Allen, sambil mengutip ayat Alkitab, tampaknya menyebut Trump sebagai "iblis" sebagai tanggapan terhadap pesan dari putri Trump, Tiffany.

Baca juga: Tamu Lain Tiarap, Pria Ini Santai Makan Salad Saat Penembakan di Jamuan Trump

Penembakan di jamuan makan malam Gedung Putih

Sebelumnya, suara tembakan terdengar saat Trump menghadiri acara White House Correspondents' Dinner pada Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat atau Minggu WIB.

Suara ledakan keras terdengar dan para tamu di acara makan malam resmi Gedung Putih bergegas bersembunyi di bawah meja.

Tim taktis dengan senjata lengkap langsung mengambil posisi di panggung tempat Trump duduk sebelum kemudian mengevakuasinya.

Tak lama setelah itu, pihak berwenang mengidentifikasi tersangka pelaku penembakan sebagai seorang pria berusia 30 tahun dari California, bernama Cole Allen.

Tag:  #perang #iran #diduga #jadi #motif #penembakan #jamuan #makan #gedung #putih

KOMENTAR