Iran Tolak Buka Selat Hormuz Hanya untuk Gencatan Senjata Sementara
- Iran menolak menjadikan opsi pembukaan Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan “gencatan senjata sementara” dengan Amerika Serikat (AS).
Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Iran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sebagai imbalan atas "gencatan senjata sementara".
Bersamaan dengan itu Teheran memandang jika Washington kurang siap untuk kesepakatan gencatan senjata permanen.
Baca juga: AS Dicap Arogan dan Melemah, Begini Cara China Membingkai Perang Iran
Iran sendiri dengan tegas menolak gencatan senjata sementara dan bersikeras mengakhiri perang secara permanen.
Gencatan senjata sementara dianggap hanya akan memungkinkan pihak-pihak yang bertikai untuk berhenti sejenak dan mempersiapkan diri untuk kelanjutan konflik.
“Kami menyerukan diakhirinya perang dan pencegahan terulangnya kembali,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei dikutip dari CNN, Senin (6/4/2026).
Baca juga: Korsel Minta Perlindungan Negara Teluk untuk Kapalnya di Selat Hormuz
Pejabat senior juga membenarkan bahwa Iran telah menerima usulan Pakistan untuk gencatan senjata dan sedang meninjaunya.
Teheran menegaskan bahwa mereka tidak menerima tekanan untuk menerima tenggat waktu dan membuat keputusan.
Pakistan dikabarkan mengusulkan rencana untuk mengakhiri konflik Iran dan AS dengan opsi Selat Hormuz dibuka kembali.
Baca juga: Iran Siapkan Aturan Baru di Selat Hormuz, Tak Gubris Ancaman Trump
Pakistan usul rencana untuk membuka Selat Hormuz
Ilustrasi kapal kontainer. Pakistan usul rencana dua tahap untuk membuka Selat Hormuz.
Iran dan AS telah menerima rencana untuk mengakhiri konflik yang berpotensi menyebabkan pembukaan kembali Selat Hormuz, demikian laporan Reuters, mengutip sumber yang mengetahui informasi tersebut.
Menurut laporan tersebut, Pakistan menyiapkan kerangka kerja untuk mengakhiri permusuhan, yang diserahkan kepada Iran dan AS pada Minggu (5/4/2026).
Rencana tersebut didasarkan pada pendekatan dua tahap, dimulai dengan gencatan senjata segera diikuti oleh perjanjian komprehensif.
Baca juga: Iran Akan Buka Selat Hormuz jika Pendapatan Sudah Menutup Kerugian akibat Perang
Sumber tersebut mengatakan kepada Reuters, “Semua elemen harus disepakati hari ini,” menambahkan bahwa pemahaman awal akan dirancang dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) yang akan diselesaikan melalui Pakistan, yang merupakan satu-satunya saluran komunikasi dalam pembicaraan tersebut.
Kesepakatan akan melibatkan janji Iran untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir sebagai imbalan atas pencabutan sanksi ekonomi dan pencairan aset luar negerinya
Namun, dilansir Al Jazeera, Senin (6/4/2026), Pakistan menolak untuk mengkonfirmasi kerangka kerja yang diusulkan tersebut.
Baca juga: Trump Ancam Rebut Minyak Iran jika Tak Buka Selat Hormuz pada Senin
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, menolak untuk mengkonfirmasi atau membantah laporan bahwa Pakistan telah mengusulkan kerangka kerja untuk mengakhiri perang AS-Israel yang sedang berlangsung di Iran.
“Ada beberapa laporan tentang tawaran gencatan senjata selama 45 hari, atau pertukaran 15 poin,” kata Andrabi kepada Al Jazeera.
“Kami tidak mengomentari insiden-insiden spesifik individual tersebut. Intinya adalah proses perdamaian sedang berlangsung,” ujar dia.
Tag: #iran #tolak #buka #selat #hormuz #hanya #untuk #gencatan #senjata #sementara