



Populer Internasional: Tentara Israel Kabur Lihat Rekannya Ditembak - Arab Saudi Mulai Keras ke AS
Detik-detik tentara Israel lari ketakutan saat rekannya terkena tembakan, terekam dalam sebuah video.
Sementara itu, Israel kini mulai menyerang Rafah, yang disebut-sebut sebagai benteng terakhir Hamas.
Di sisi lain, pejabat senior militer Iran dan Arab Saudi dilaporkan menggelar pembicaraan mengenai kerja sama antara kedua negara di bidang keamanan dan pertahanan.
Selengkapnya, berikut berita populer internasional dalam 24 jam terakhir.
1. Detik-detik Tentara Israel Kabur Ketakutan usai Rekannya Tewas Ditembak Brigade Al-Qassam

Inilah detik-detik tentara Israel atau Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tewas usai ditembak Brigade Al-Qassam.
Sementara, tentara Israel lainnya kabur, ketakutan usai rekannya tergelak di tanah.
Tampak dalam video yang beredar, awalnya dua tentara Israel berdiri berdampingan, membelakangi kamera.
Di depan mereka, buldoser militer Israel sedang menghancurkan infrastruktur di Gaza.
Lantas, seorang pejuang Brigade Al-Qassam yang diyakini sebagai penembak jitu, membidik kemudian menembak.
Terlihat tembakan Al-Qassam menembus punggung tentara Israel, dibarengi adanya ledakan dan nyala api kecil.
Tentara Israel itu pun tersungkur ke tanah, dan rekan di sebelahnya langsung kabur, lari terbirit-birit ketakutan, dikutip dari Palestine Chronicle.
Namun beberapa saat usai terjatuh, pasukan Israel itu terlihat menggerakkan badannya, dan melambaikan tangan, diyakini sebagai lambaian tangan terakhir.
2. 'Benteng Terakhir' Hamas akan Diserang Israel, PBB Cemas: Akan Perburuk Bencana Kemanusiaan
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mengkhawatirkan kemungkinan adanya operasi militer Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza bagian selatan.
Guterres menilai jika operasi militer benar-benar dilakukan Israel, hal itu akan memunculkan dampak buruk.
“Saya terutama cemas karena ada laporan bahwa militer Israel ingin memfokuskan hal selanjutnya di Rafah, di sana ada ribuan warga Palestina yang telah terjepit,” kata Guterres hari Rabu, (7/2/2024), dikutip dari Anadolu Agency.
Ucapan Guterres dilontarkan setelah Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant pada Senin (5/2/2024), mengatakan target selanjutnya di Gaza ialah Rafah.
Gallant mengeklaim, Rafah sebagai “benteng terakhir” milik kelompok Hamas.
“Tindakan seperti itu akan memperburuk sesuatu yang sudah menjadi bencana kemanusiaan dengan dampak regional yang tidak terhitung,” kata Guterres mengungkapkan kecemasannya.
“Inilah saatnya untuk segera melakukan gencatatan senjata dan pembebasan semua sandera tanpa syarat,” ujarnya menambahkan.
Dia menyebut, situasi di Gaza kini menjadi “luka yang membusuk di dalam nurani kita” dan luka itu mengancam seluruh kawasan itu.
“Operasi militer Israel menyebabkan kehancuran dan kematian di Gaza dalam skala dan kecepatan yang tidak ada bandingannya sejak saya menjadi Sekretaris Jenderal,” kata Guterres.
3. Negara Arab Bersatu, Suruhan AS Temui Presiden Palestina usai Ditolak Mentah Putra Mahkota Saudi

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berperan aktif dalam upaya meredakan dan mengakhiri perang Israel dan Hamas di Gaza.
Upaya diplomatik pun dilakukan dengan merangkul negara-negara berpengaruh untuk menjadi mediator Israel-Palestina.
Setelah mendapat penegasan dari Kerajaan Arab Saudi, Blinken masih berusaha melakukan upaya mediasi dengan menemui Presiden Palestina, Mahmoud Abbas.
Blinken bersikukuh, reformasi Otoritas Palestina adalah bagian penting dari badan pemerintahan masa depan di Jalur Gaza.
“Menteri Blinken menegaskan kembali dukungan Amerika Serikat terhadap pembentukan negara Palestina merdeka sebagai jalan terbaik untuk menjaga perdamaian dan keamanan bagi Palestina dan Israel,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller, dikutip dari The National News.
4. Mulai Keras ke AS, Arab Saudi Mau Jalin Kerjasama dengan Iran Perkuat Keamanan dan Pertahanan
Pejabat senior militer Iran dan Arab Saudi dilaporkan menggelar pembicaraan mengenai kerja sama antara kedua negara di bidang keamanan dan pertahanan.
Pertemuan itu diwakili Brigadir Jenderal Bahman Behmard, wakil kepala operasi Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, dan Kepala Staf Umum Saudi, Jenderal Fayyad bin Hamed al-Ruwaili.
Keduanya bertemu di sela Pameran Pertahanan Dunia 2024 di Riyadh pada Senin (5/2/2024).
Dalam pertemuan tersebut, Behmard menyoroti kemampuan pertahanan dan militer Iran serta menyatakan kesiapan negara tersebut untuk mengembangkan hubungan keamanan dan pertahanan dengan Arab Saudi.
Dia mengundang Ruwaili untuk mengunjungi Teheran dan memberinya pesan dari menteri pertahanan Iran yang ditujukan kepada mitranya dari Arab Saudi.
Ruwaili, pada bagiannya, mengucapkan terima kasih kepada delegasi Iran yang menghadiri pameran tersebut dan menekankan perlunya memperluas kerja sama Teheran-Riyadh di bidang militer dan pertahanan.
(Tribunnews.com)
Tag: #populer #internasional #tentara #israel #kabur #lihat #rekannya #ditembak #arab #saudi #mulai #keras