Cukup Minum Air Putih Bisa Turunkan Tekanan Darah, Benarkah?
Ilustrasi air putih(YSedova)
09:18
11 Mei 2026

Cukup Minum Air Putih Bisa Turunkan Tekanan Darah, Benarkah?

- Ketika tekanan darah sedang tinggi, banyak orang langsung mencari air putih karena ada mitos yang menyebut konsumsi air putih bisa membantu menurunkan tekanan darah. 

Menjaga tubuh terhidrasi memang berdampak pada kesehatan jantung, walau efeknya terhadap penurunan tekanan darah tidak terjadi langsung. Justru, dehidrasi punya kaitan dengan tekanan darah yang kurang sehat.

"Ketika mengalami dehidrasi, volume darah berkurang, yang pada awalnya dapat menyebabkan penurunan tekanan darah,"tutur dokter spesialis jantung di Miami Cardiac & Vascular Institute, Ian del Conde Pozzi.

"Namun, saat tubuh mencoba memberikan kompensasi, ia melepaskan hormon tertentu yang dapat menyempitkan pembuluh darah dan menyebabkan tekanan darah naik," lanjut dr. Pozzi, mengutip Prevention, Minggu (10/5/2026).

Dengan kata lain, dehidrasi bisa mengakibatkan tekanan darah rendah maupun tinggi.

Baca juga: Kopi Bisa Naikkan Tekanan Darah, Tapi Ternyata Tidak Sebabkan Hipertensi

Hubungan cairan dan tensi

Sejumlah kajian memperlihatkan kaitan antara kebiasaan kurang minum dengan tensi darah yang naik.

Walau butuh riset lanjutan, sebuah penelitian yang dipublikasi dalam jurnal Cureus pada Agustus 2022 mengindikasikan bahwa penderita hipertensi umumnya memiliki persentase cairan tubuh lebih rendah. Temuan ini memberi petunjuk erat antara status hidrasi dan risiko darah tinggi.

Penelitian lain yang dipublikasi dalam jurnal Frontiers in Public Health pada Januari 2024 mengungkap, dari 3.000 orang dewasa, risiko hipertensi tampak menurun seiring bertambahnya konsumsi air putih harian.

Baca juga: Rutin Minum Air Putih, Kunci Mencegah Penyakit Ginjal dan Gagal Ginjal

Kebutuhan cairan harian

Agar terhindar dari dehidrasi dan potensi dampaknya terhadap tekanan darah, jangan malas minum air. Namun, jumlah air yang sebaiknya dikonsumsi bisa berbeda, bergantung pada berbagai faktor seperti kondisi kesehatan, tingkat aktivitas fisik, hingga jenis kelamin.

Sebagai panduan umum, laki-laki sebaiknya menargetkan asupan cairan sekitar 3,7 liter sehari. Sementara itu, perempuan disarankan memenuhi kebutuhan cairan harian di angka 2,7 liter.

Anjuran ini tidak semata-mata dari air putih, melainkan gabungan kandungan air dalam makanan maupun minuman lain, seperti sayur, buah-buahan, hingga sup hangat.

Pemenuhan cairan ini penting untuk menunjang kerja inti tubuh seperti mengatur suhu, mengedarkan nutrisi, hingga membuang zat sisa.

Baca juga: Sering di Ruangan Ber-AC? Waspadai Risiko Dehidrasi

Tingkat hidrasi hanyalah salah satu unsur yang memengaruhi tensi. Selain menjaga kecukupan cairan, terdapat serangkaian perubahan gaya hidup yang dapat membantu mengendalikan tekanan darah.

Upaya tersebut meliputi menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta membatasi asupan garam. 

Ilustrasi tekanan darah rendah. Tanda-tanda tekanan darah rendah.Freepik Ilustrasi tekanan darah rendah. Tanda-tanda tekanan darah rendah.

Pola makan khusus hipertensi seperti diet mediterania sangat dianjurkan karena dirancang khusus menekan angka tekanan darah tinggi dan menjaga kesehatan organ jantung.

Pola makan ini berfokus pada nutrisi pengendali tensi, dengan mengutamakan sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, sumber protein tanpa lemak, serta produk susu rendah lemak.

Sebaliknya, asupan garam, makanan manis, serta hidangan daging merah yang sering dihubungkan dengan melonjaknya tekanan darah, harus sangat dibatasi.

Baca juga: Alasan Diet Mediterania Dinobatkan Diet Terbaik

Kapan harus ke dokter?

Sebagian besar penderita hipertensi tidak pernah menyadari kondisinya karena selama bertahun-tahun mereka tidak merasakan gejala apa pun.

"Sayangnya, tekanan darah tinggi mungkin merupakan salah satu kondisi yang paling sering kurang terdiagnosis," ungkap kepala kardiolog di lembaga kesehatan Humann, Christopher Davis.

Seseorang disebut mengalami hipertensi jika tekanan darahnya di atas 130/139 mmHg.

Oleh karena itu orang dewasa disarankan untuk melakukan pengukuran tekanan darah setidaknya satu tahun sekali. Mengetahui berapa tekanan darah kita sebelum gejala muncul sangatlah penting.

"Beberapa gejala ini mungkin termasuk penglihatan kabur, sakit kepala, pusing, nyeri dada, atau sesak napas," ucap dia.

Jika tekanan darah terus-menerus tinggi atau merasakan keluhan tersebut, berkonsultasilah dengan dokter.

Baca juga: Pentingnya Minum Obat Hipertensi Rutin untuk Cegah Komplikasi

Tag:  #cukup #minum #putih #bisa #turunkan #tekanan #darah #benarkah

KOMENTAR