Cara Menangani ISPA Ringan di Rumah Menurut Dokter, Pakai Air Hangat
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi salah satu gangguan kesehatan yang kerap dialami masyarakat, terutama saat terjadi perubahan cuaca.
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Prof. Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan, sebagian besar kasus ISPA ringan sebenarnya dapat ditangani secara mandiri di rumah tanpa perlu penanganan medis intensif.
Gejala ISPA pada Saluran Pernapasan Atas
Prof. Tjandra mengatakan bahwa ISPA pada saluran pernapasan atas umumnya menyerang bagian hidung hingga tenggorokan.
Kondisi ini dapat menimbulkan sejumlah gejala ringan, seperti tenggorokan kering, suara serak, hingga batuk.
“Pada dasarnya, sebagian besar ISPA memang bisa ditangani di rumah, misalnya dengan istirahat cukup dan minum air hangat,” ujar Tjandra, dikutip dari ANTARA, Jumat (17/4/2026).
Baca juga: ISPA Jadi Penyakit Teratas yang Diderita Karyawan Indonesia di 2025, Simak Temuan Riset Terbaru
Cara Penanganan ISPA di Rumah
Menurutnya, menjaga kelembapan saluran pernapasan menjadi salah satu kunci utama dalam meredakan gejala.
Karena itu, penderita ISPA disarankan untuk memperbanyak konsumsi cairan agar tenggorokan tidak kering.
"Kalau orang yang ISPA itu bagus minum air yang banyak untuk membuat saluran napasnya jadi tidak kering, termasuk juga menghirup uap air tanpa obat. Kalau bagian dari upaya membuat saluran napas tidak kering itu bagus-bagus saja," jelasnya.
Selain itu, menghirup uap air hangat tanpa tambahan obat juga dapat membantu melegakan saluran napas.
Cara ini dinilai aman dilakukan sebagai bagian dari perawatan mandiri di rumah.
Untuk meredakan keluhan yang mengganggu, seperti demam atau batuk, penggunaan obat penurun panas dan pereda batuk dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan.
Namun, Prof. Tjandra mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan menggunakan obat-obatan tertentu.
Ia menegaskan bahwa penggunaan obat antibiotik maupun antivirus sebaiknya tidak dilakukan tanpa rekomendasi dokter.
Baca juga: Waspadai ISPA Saat Pergantian Musim, Ini 5 Cara Mencegahnya Menurut Ahli
Kapan Harus ke Dokter?
Lebih lanjut, Prof. Tjandra mengingatkan pentingnya mengenali tanda-tanda ketika ISPA tidak lagi tergolong ringan dan membutuhkan penanganan medis.
Jika gejala tidak kunjung membaik setelah tiga hari, atau justru disertai dengan penurunan kondisi tubuh, maka sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk yang semakin dalam, nyeri dada, sesak napas, hingga frekuensi napas yang menjadi lebih cepat.
Kondisi tersebut bisa mengindikasikan infeksi telah menyebar ke saluran pernapasan bawah, seperti paru-paru, dan berisiko berkembang menjadi pneumonia.
“Kalau keluhannya sudah sampai ke paru-paru, ada nyeri dada dan sesak napas, apalagi napas menjadi cepat, sebaiknya segera berobat ke pusat kesehatan terdekat,” ujar dia.
Baca juga: Dokter Ungkap DBD Lebih Mematikan dari ISPA, Simak Cara Mencegahnya
Pencegahan dan Faktor Risiko
Di sisi lain, perubahan cuaca yang ekstrem, termasuk suhu panas atau peralihan musim, dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami ISPA.
Oleh karena itu, menjaga daya tahan tubuh menjadi langkah penting dalam pencegahan.
Masyarakat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mencukupi waktu istirahat, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari.
Tag: #cara #menangani #ispa #ringan #rumah #menurut #dokter #pakai #hangat