



Tahun Ini, Industri Udang Diprediksi Makin Kompetitif
–Selain ikan, potensi hasil laut Indonesia lainnya adalah udang. Berdasar data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, produksi udang sepanjang 2022 lebih kurang 1.099.976 ton atau naik 15 persen dibandingkan dengan 2021.
Kementerian mencatat, pada 2021, produksi udang 953.177 ton. Nah, ada tiga jenis komoditas udang yang digarap. Antara lain, vaname, windu, dan jerbung. Komoditas vaname masih menjadi primadona.
Co founder dan CEO JALA Liris Maduningtyas mengatakan, performa industri udang Indonesia selama 2023, rata-rata produktivitas tambak udang 2023 sebanyak 12 ton/hektare. Untuk mengusahakan profitabilitas terbaik, petambak direkomendasikan untuk berbudi daya selama 70-80 hari atau 100-110 hari.
Dia menyebutkan, penting untuk meningkatkan penyerapan udang oleh pasar lokal agar melindungi harga udang Indonesia dari perubahan ekstrem yang diakibatkan ketidakstabilan pasar ekspor. Setiap usaha peningkatan produksi harus diiringi dengan keseimbangan lingkungan dan pencatatan data.
”Salah satu tantangan terbesar untuk industri udang Indonesia saat ini adalah dampak dari pasar global yang fluktuatif,” tutur Liris dalam Shrimp Outlook 2024 di Fairfield by Marriott, Surabaya.
Dalam Shrimp Outlook 2024 dipaparkan, kondisi pasar udang saat ini terdapat kelebihan pasokan udang di pasar global. Persaingan yang meningkat dari negara-negara seperti Ekuador dan Tiongkok.
Karena itu, kata Liris, upaya untuk meningkatkan daya saing udang Indonesia memerlukan produk udang dengan nilai tambah atau udang masak untuk mencapai harga jual yang lebih baik. Shrimp Outlook 2024 dihadiri 339 hadirin termasuk petambak udang, perusahaan processing, pemangku kepentingan industri akuakultur, serta produsen benur dan pakan.
Direktur Pemasaran Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Erwin Dwiyana optimistis Indonesia bisa menorehkan catatan positif dalam produksi udang tahun ini.
”Indonesia memiliki potensi bagus. Perlu untuk menggandeng satu dengan lain,” terang Erwin.