IHSG Berpotensi Koreksi, Analis: Waspadai Area 8.988-8.956
– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (26/1/2026) dinilai masih berada dalam fase rawan koreksi. Tekanan jual meningkat dan membuat ruang penguatan indeks terbatas.
Analis teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih berada pada bagian wave [iv] dari wave 5. Fase ini kerap diiringi aksi ambil untung setelah indeks mencapai target penguatan. Tren jangka panjang masih positif, tetapi tekanan belum sepenuhnya mereda.
“Kami perkirakan, posisi IHSG masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5 sehingga IHSG masih rawan terkoreksi, paling dekat untuk menguji 8.988-8.956,” ujar Herditya dalam analisa hariannya.
Peluang penguatan tetap terbuka jika IHSG bertahan di atas area support. Herditya memproyeksikan potensi penguatan terdekat berada di kisaran 9.024-9.034. Area support berada di 8.956-8.905 dengan resistance di 9.120-9.192.
Pandangan senada disampaikan Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus. Ia memperkirakan IHSG berpotensi melemah terbatas dengan rentang support dan resistance di kisaran 8.840-9.000.
Seiring kondisi tersebut, investor mencermati sejumlah saham rekomendasi dari dua sekuritas berikut.
Dari MNC Sekuritas, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) ditutup di level Rp 4.290 dengan rekomendasi buy on weakness. Pergerakan ANTM berada pada bagian wave (v) dari wave [iii]. Tren kenaikan utama masih terjaga, meski peluang koreksi jangka pendek tetap terbuka dan dinilai menarik untuk akumulasi bertahap.
PT GTS International Tbk (GTSI) ditutup di level Rp 370 dengan rekomendasi spec buy. GTSI berada pada bagian wave (v) dari wave [c]. Fase ini mencerminkan lanjutan pergerakan spekulatif dan lebih sesuai untuk investor berprofil risiko agresif.
Saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) ditutup pada harga Rp 2.330 dengan rekomendasi buy on weakness. HRTA berada pada bagian wave (iv) dari wave [iii] dari wave 5. Fase ini lazim menjadi koreksi sementara sebelum potensi kelanjutan tren naik.
Saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) ditutup di level Rp 840 dengan rekomendasi buy on weakness. TOBA berada pada bagian wave (b) dari wave [a] dari wave B. Posisi tersebut menunjukkan fase korektif dengan peluang pembentukan dasar harga.
Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang diperdagangkan di harga Rp 795. Level support berada di area 755 dengan resistance terdekat di 830. Target penguatan jangka pendek berada di kisaran Rp 825.
Saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) diperdagangkan pada level Rp 800. Area support berada di 755 dengan resistance di 855. Target harga HMSP diproyeksikan di Rp 850.
Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) diperdagangkan di harga Rp 1.565. Level support terdekat berada di 1.515 dengan resistance di 1.695. Struktur teknikal tersebut membuka peluang penguatan menuju Rp 1.680.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan.
Tag: #ihsg #berpotensi #koreksi #analis #waspadai #area #8988 #8956