Belanja Subsidi dan Kompensasi Energi Melonjak 208,2 Persen
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (5/6/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY )
11:12
8 Juni 2026

Belanja Subsidi dan Kompensasi Energi Melonjak 208,2 Persen

-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah menggelontorkan anggaran subsidi dan kompensasi energi sebesar Rp 203,7 triliun sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Anggaran tersebut digunakan untuk menjaga daya beli masyarakat dan menopang aktivitas ekonomi.

Realisasi subsidi energi mencapai Rp 94,8 triliun. Sementara itu, kompensasi energi tercatat sebesar Rp 108,9 triliun.

"Belanja subsidi dan kompensasi dipastikan tetap bisa menjaga daya beli masyarakat. Sekarang tumbuhnya mencapai 208,2 persen," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, dikutip Senin (8/6/2026).

Baca juga: Pemerintah Salurkan Rp 203,7 Triliun untuk Subsidi dan Kompensasi hingga Mei 2026

Purbaya menjelaskan, realisasi belanja subsidi dan kompensasi energi meningkat karena pemerintah mulai membayar kompensasi energi secara rutin setiap bulan sejak tahun ini.

Penyaluran sejumlah komoditas dan layanan bersubsidi juga meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mencapai 6,31 juta kiloliter.

Jumlah tersebut tumbuh 8,6 persen secara tahunan.

Penyaluran LPG tabung 3 kilogram mencapai 2,85 juta ton.

Angka itu naik 2,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sektor kelistrikan juga mencatat kenaikan jumlah pelanggan penerima subsidi.

Jumlah pelanggan yang menikmati tarif listrik bersubsidi mencapai 43 juta pelanggan, naik 2,1 persen dibandingkan Januari hingga Mei 2025 sebanyak 42,1 juta pelanggan.

Pemerintah juga menyalurkan pupuk bersubsidi sebanyak 3,7 juta ton.

Baca juga: BPH Migas Siapkan QR Code Dinamis untuk Cegah Penyalahgunaan BBM Subsidi

Realisasi tersebut meningkat 20,7 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar 3,1 juta ton.

Selain subsidi energi dan pupuk, pemerintah memberikan subsidi bunga bagi debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hingga Mei 2026, jumlah debitur KUR yang menerima subsidi bunga mencapai 1,93 juta orang.

Jumlah tersebut tumbuh 0,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1,92 juta debitur.

Seluruh program subsidi dan kompensasi tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pemerintah berharap berbagai subsidi tersebut dapat menjaga daya beli masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi sepanjang 2026.

Tag:  #belanja #subsidi #kompensasi #energi #melonjak #2082 #persen

KOMENTAR