Dorong Bisnis Hijau, Industri Kesehatan Mulai Lirik Energi Bersih
PT Integrated Healthcare Indonesia (IHI) mulai memanfaatkan energi surya dalam fasilitas manufakturnya di Jakarta Timur. (Dok. SUN Energy)
19:24
8 Juni 2026

Dorong Bisnis Hijau, Industri Kesehatan Mulai Lirik Energi Bersih

- Industri layanan kesehatan (healthcare) global kini menghadapi tantangan baru yakni menjaga kualitas dan keamanan produk sekaligus menurunkan jejak karbon dalam rantai pasok produksinya.

Di tengah meningkatnya tuntutan sustainability dari pasar global dan kebutuhan menjaga efisiensi operasional jangka panjang, PT Integrated Healthcare Indonesia (IHI) mulai memanfaatkan energi surya dalam fasilitas manufakturnya di Jakarta Timur.

PT Integrated Healthcare Indonesia (IHI) merupakan bagian dari Kenvue, Inc. yang beroperasi di Indonesia, dengan komitmen menghadirkan produk kesehatan berkualitas bagi masyarakat.

IHI memproduksi dan memegang izin edar berbagai produk terpercaya seperti Mylanta, Tylenol, Benadryl/Bactidol, Imodium, Daktarin, dan Motilium tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga berkontribusi bagi kesehatan masyarakat global melalui ekspor ke berbagai negara, termasuk Korea Selatan, Filipina, Thailand, dan Australia.

Bersama SUN Energy sebagai penyedia solusi energi terbarukan terintegrasi, IHI mulai mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) On Grid berkapasitas 777,98 kWp sejak Februari 2026.

Baca juga: Saham TOBA Rebound Hampir 9 Persen, Analis Sebut Sentimen Positif dari Bisnis Hijau

Presiden Direktur PT Integrated Healthcare Indonesia Teerasak Lueuwirat mengatakan, langkah ini menunjukkan sektor manufaktur layanan kesehatan (healthcare manufacturing) mulai memandang energi bersih bukan hanya sebagai inisiatif lingkungan, tetapi sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang untuk membangun operasional yang lebih efisien, resilien, dan siap menghadapi tuntutan industri masa depan.

Berbeda dengan banyak sektor lain, industri healthcare tidak memiliki fleksibilitas untuk menurunkan standar operasional demi efisiensi energi.

Ia menjelaskan, aktivitas seperti cleanroom, laboratorium, HVAC, cold-chain logistics, pengolahan air, hingga fasilitas produksi dan pengemasan membutuhkan konsumsi energi tinggi yang harus berjalan secara stabil dan konsisten untuk menjaga kualitas produk.

"Oleh karena itu, transisi energi di sektor healthcare membutuhkan solusi yang mampu menjaga reliability operasional sekaligus mendukung target keberlanjutan perusahaan," kata dia dalam keterangan resmi, Senin (8/6/2026).

Ia menambahkan, PLTS On Grid yang terpasang di fasilitas IHI diproyeksikan menghasilkan energi sebesar 1.012.503 kWh per tahun dan mampu mereduksi emisi karbon sebesar 787,73 ton CO2 per tahun atau setara dengan penanaman lebih dari 13.000 pohon.

Selain mendukung pengurangan emisi, pemanfaatan energi surya juga membantu industri memiliki biaya energi yang lebih terkendali dalam jangka panjang sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi harga energi konvensional.

“Inisiatif pemanfaatan energi surya melalui instalasi solar panel merupakan langkah konkret dalam mendukung pengurangan emisi karbon, sekaligus meningkatkan efisiensi energi operasional secara berkelanjutan," imbuh dia.

Di sisi lain, ia bilang, implementasi sistem digitalisasi berbasis real-time monitoring yang telah berjalan sejak awal tahun ini memperkuat kapabilitas kami dalam meningkatkan presisi, visibilitas, dan kecepatan dalam pengambilan keputusan operasional.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan energi surya di fasilitas IHI digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional mulai dari sistem pendingin, pengolahan air, pencahayaan, hingga fasilitas produksi dan gudang.

Sementara itu, CEO SUN Energy Jefferson Kuesar mengatakan, sektor layanan kesehatan merupakan salah satu industri dengan kebutuhan energi paling kritikal karena operasionalnya berjalan dengan standar kualitas dan reliability yang tinggi.

“Karena itu, transisi energi di sektor ini membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada dekarbonisasi, tetapi juga pada ketahanan energi dan efisiensi operasional jangka panjang. Kami melihat semakin banyak industri mulai memandang energi terbarukan bukan hanya sebagai inisiatif lingkungan, tetapi sebagai bagian dari strategi bisnis dan daya saing global,” ujar Jefferson.

Pemanfaatan PLTS di fasilitas IHI menunjukkan bagaimana transformasi energi di sektor manufaktur Indonesia mulai bergerak dari sekadar kepatuhan menuju strategi bisnis jangka panjang.

Energi bersih kini semakin menjadi bagian penting dalam membangun industri yang lebih kompetitif, efisien, dan siap menghadapi tuntutan pasar global yang terus berkembang.

Tag:  #dorong #bisnis #hijau #industri #kesehatan #mulai #lirik #energi #bersih

KOMENTAR